EVALUASI ATAS PENGUNGKAPAN TRANSAKSI DERIVATIF LINDUNG NILAI PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR PERBANKAN DI INDONESIA

Taufiq Mahendra, Amrie Firmansyah

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengungkapan transaksi derivatif lindung nilai dan tingkat penggunaan fasilitas lindung nilai pada perusahaan sub sektor perbankan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan content analysis yaitu mengumpulkan data, mendokumentasikan dan melakukan analisis. Penelitian ini menggunakan laporan keuangan tahun 2018 dan laporan keuangan tahun 2017 (bagi bank yang laporan keuangan tahun 2018 belum terbit pada saat penelitian dilakukan) sebagai dasar evaluasi pengungkapan transaksi derivatif lindung nilai.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan transaksi derivatif untuk tujuan lindung nilai masih sedikit dilakukan oleh perusahaan subsektor perbankan. Beberapa perusahaan subsektor perbankan telah mengungkapkan transaksi untuk tujuan lindung nilai sesuai dengan PSAK 55 (IAI, 2017). Selanjutnya, tingkat penggunaan fasilitas lindung nilai pada perbankan di Indonesia, sebagai salah satu bentuk mitigasi risiko, cukup rendah.


Keywords


Pengungkapan, Lindung Nilai, Perbankan

Full Text:

PDF

References


Aditya, O., & Naomi, P. (2017). Penerapan manajemen risiko perusahaan dan nilai perusahaan di sektor konstruksi dan properti. Esensi: Jurnal Bisnis dan Manajemen, 7(2), 167-180.

Allen, F., Carletti, E., & Leonello, A. (2011). Deposit insurance and risk taking. Oxford Review of Economic Policy, 27 (3), 464-478.

Badan Pusat Statistik. 2018. Ekonomi Indonesia Triwulan II-2018 Tumbuh 5,27 Persen.

(https://www.bps.go.id/pressrelease/2018/08/06/1521/ekonomi-indonesia-triwulan-ii-2018-tumbuh-5-27-persen.html diakses pada tanggal 28/02/2019)

Boyle, Patrick., & McDougall, J. (2019). Trading and Pricing Financial Derivatives: A Guide to Futures, Options, and Swaps. Boston: Walter de Gruyter Press.

Chan, R. H., Guo, Y. Z., Lee, S. T., & Li, X. (2019). Financial Mathematics, Derivatives and Structured Products. Singapore: Springer.

Chatarina, G. B. (2018). Pengungkapan Transaksi Mata Uang Asing Dan Lindung Nilai: Studi Analisis Isi pada Industri Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Universitas Kristen Satya Wacana.

Dewi, N. K. R. U., & Purnawati, N. K. (2016). Pengaruh market to book value dan likuiditas terhadap keputusan hedging pada perusahaan manufaktur di BEI. E-Jurnal Manajemen Unud, 5 (1), 355-384.

Fahmi, I. (2011). Analisis Laporan Keuangan. Bandung: Alvabeta.

Gamalwan, N. C. (2016). Praktik foreign exchange swap hedging dalam menghadapi fluktuasi nilai tukar pada penyaluran kredit mata uang asing di bank bukopin. Universitas Gadjah Mada: Tesis.

Hapsari, I. (2014). Mekanisme orporate governance danc derivatif. Majalah Ekonomi Universitas Airlangga, 24 (2), 166-173.

Harahap, S. S. (2015). Analisis Kritis atas Laporan Keuangan, Edisi 1-10. Jakarta: Rajawali Pers.

Herlinasari, R., Hidayat, R. R., & Nuzula, N. F. 2018. Penggunaan forward contract hedging untuk menurunkan risiko eksposur transaksi (studi pada PT. Unilever Indonesia, Tbk). Jurnal Administrasi Bisnis, 59 (1), 74-82.

Hidayanti, E., & Sunyoto, S. (2012). Pentingnya pengungkapan (disclosure) laporan keuangan dalam meminimalisasi asimetri informasi. Wiga: Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi, 2 (2), 19-28.

Ikatan Akuntan Indonesia (2017). Standar Akuntansi Keuangan.

Ismiyanti, F., & Sasmita, H. I. 2011. Efektivitas hedging kontrak futures komoditi emas dengan OLEIN. Jurnal Manajemen Teori dan Terapan , 4 (2), 54-67.

Jensen; M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the firm: managerial behavior, agency costs and ownership structure. Journal of Financial Economics 3, 305-360.

Kementerian Keuangan. 2012. Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Dan Lembaga Keuangan Nomor: Kep-431/Bl/2012 tentang Penyampaian Laporan Tahunan Emiten Atau Perusahaan Publik.

Koppenhaver, G. D. 1990. An empirical analysis of bank hedging in futures markets. The Journal of Futures Markets, 10 (1), 1-12.

Mamuaja, J. 2015. Fungsi lembaga penjamin simpanan dalam rangka perlindungan hukum bagi nasabah perbankan di Indonesia. Lex Privatum, 3 (1), 38-48.

McCoy, P. A. 2006. The moral hazard implications of deposit insurance: Theory and evidence. Seminar on Current Development in Monetary and Financial Law. Washington, D.C.

Niansyah, F. I. W., Indriana, P., & Firmansyah, A. 2018. Pemanfaatan Instrumen Derivatif Di Indonesia Dan Perbandingan Standar Akuntansi Terkait Derivatif. Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan, 6 (2), 140-152.

Oorschot, L. V. (2009). Risk reporting: an analysis of German Banking Industry. http://oaithesis.eur.nl, diakses pada tanggal 12 Juni 2019.

Palepu, K. G., & Healy, P. M. (1993). The effect of firms' financial disclosure strategies on stock prices. Accounting Horizons, 7, 1–11.

Ramirez, J. (2015). Accounting For Derivatives: Advanced Hedging Under Ifrs 9. New York: John Wiley & Sons.

Repie, R. R., & Sedana, I. B. P. (2015). Kebijakan hedging dengan instrumen derivatif dalam kaitan dengan underinvestment problem di Indonesia. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 4 (2), 384-398.

Republik Indonesia. 1992. Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. Lembaran Negara RI Tahun 1992, No. 31.

Sacks, J. (2016). Elementary Financial Derivatives: A Guide to Trading and Valuation with Applications. New York: John Wiley & Sons.

Simon, J. L. (1973). Does Economic Growth Imply a Growth in Welfare? Journal of Economic Issues, 7 (1), 130-136.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suryanto, T. (2016. Pengaruh accounting disclosure, accounting harmonization dan komite audit terhadap kualitas laba (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI). Jurnal Akuntansi, 20 (2), 190-201.

Suwardjono. (2010). Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan, Edisi 3. Yogyakarta: BPFE UGM.

Unit Khusus Museum Bank Indonesia. 2007. Sejarah Bank Indonesia: Perbankan. Jakarta: Unit Khusus Museum Bank Indonesia.

Veno, A., & Sasongko, N. (2017). Pengaruh asimetri informasi terhadap manajemen laba dengan good corporate governance sebagai variabel Moderasi. Jurnal Manajemen Daya Saing, 18 (1), 64-78.

Windiantina, W. W. (2016). Sistem koordinasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam penanganan bank gagal. Jurnal Surya Kencana Satu: Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan, 6 (1), 1-19.

Wiwoho, J. (2014). Peran lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank dalam memberikan distribusi keadilan bagi masyarakat. Masalah-Masalah Hukum, 43 (1), 87-97.

Wulandari, P. P., & Atmini, S. (2012). Pengaruh tingkat pengungkapan wajib dan pengungkapan sukarela terhadap biaya modal ekuitas. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 3 (3), 424-440.

Zeinora, Z. (2016). Hedging, Future Contract dengan SWAP Contract untuk Meminimalisasi Risiko Fluktuasi Kurs Valas. JABE (Journal of Applied Business and Economic) 3, no. 1: 10-18.

http://www.menulisproposalpenelitian.com/2011/01/analisis-isi-content-analysis-dalam.html diakses tanggal 6 Juli 2019.




DOI: http://dx.doi.org/10.32493/JABI.v2i3.y2019.p306-327

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Program Studi S1 Akuntansi Universitas Pamulang

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

S1 Accounting Department
Universitas Pamulang
Jalan Surya Kencana 1 Pamulang Barat
Pamulang Kota Tangerang Selatan Banten 15417
Phone : 021-7412566
Email : jurnaljabi.unpam.ac.id

 


 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.