PELATIHAN KESANTUNAN BERBAHASA DI MASA PANDEMI COVID-19 MELALUI MEDIA SOSIAL BAGI REMAJA KARANG TARUNA DI RW 10 PERMATA MANSION DEPOK

Tri Pujiati, Yasir Mubarok, Mohamad Ramdon Dasuki, Irwansyah Irwansyah

Abstract


Kesantunan berbahasa menjadi hal yang sangat penting dalam upaya mewujudkan generasi milenial yang memiliki kepedulian dalam menggunakan bahasa yang santun. Remaja merupakan tonggak awal dalam menentukan masa depan bangsa ini terutama dalam hal menggunakan bahasa. Hal ini sangat penting karena adanya penggunaan bahasa yang tidak santun akan mampu merusak generasi kita kedepannya terutama generasi milenial saat ini. Salah satu wadah remaja yang bisa merangkul warga remaja di sebuah lingkungan RW adalah remaja karang taruna, salah satunya adalah remaja karang taruna di lingkungan RW 10 Permata Mansion. Remaja karang taruna memiliki peranan yang penting dalam upaya meningkatkan kepedulian remaja dalam menggunakan bahasa di masyarakat. Mitra dalam program ini adalah remaja karang taruna di RW 10 Permata Mansion, Kota Depok.  Masalah utama yang dihadapi oleh mitra adalah kurangnya kepedulian terhadap penggunaan bahasa yang santun di masyarakat. Dampak dari adanya perkembangan teknologi dan video games membuat remaja milenial semakin kurang sopan dan cenderung menggunakan bahasa yang kasar dalam kegiatan berkomunikasi sehari-hari. Hal ini sangat jelas terlihat apalagi di masa Pandemi Covid-19 seperti saat ini dimana remaja sering berkumpul bersama untuk bermain game atau bermain bersama. Terlihat bahwa mereka banyak menggunakan bahasa yang kurang sopan dan kasar. Hal ini tentunya akan memberikan dampak yang buruk apalagi tidak hanya remaja saja yang bercakap-cakap, ada juga anak kecil yang tentunya akan mempengaruhi mereka dalam berbicara. Oleh karena itu, perlu adanya solusi bagi mitra untuk mengikuti kegiatan pelatihan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran terkait pentingnya kesantunan berbahasa di dalam kegiatan berkomunikasi sehari-hari. Kegiatan ini penting dilakukan di masa Pandemi Covid-19 ini sebagai upaya agar remaja terbiasa untuk menggunakan bahasa yang santun pada saat berbicara di lingkungan masyarakat.

Kata Kunci: Remaja, Kesantunan Berbahasa, dan Pandemi


Full Text:

PDF

References


Grundy, Peter. (2000). Doing Pragmatics. Hodder and Stoughton: Paperback.

Lakoff, R. (2004). Language and women’s place. New York, Oxford: Oxford University Press.

Pranowo. (2009). Berbahasa secara Santun.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sahputra, D., Yanto, O., & Susanto, S. (2020). Kebijakan Formulasi Tindak Pidana Ujaran Kebencian Yang Disebarkan Oleh Buzzer Dalam Perspektif Sistem Peradilan Pidana. Jurnal Lex Specialis, 1(2).

Sairin, S., Susanto, S., Suworo, S., Tarwijo, T., & Fajri, C. (2021). Peningkatan Pendapatan Masyarakat Dengan Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Di Kampung Sengkol Rt 06/02 Kelurahan Muncul Kecamatan Setu Tangerang Selatan. Abdi Laksana: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 337-346.

Sudaryana, Y., Susanto, S., Lisnawati, L., Santoso, T., Setyady, T., Nata, C., & Suryanita, A. (2021). Manajemen Pemakaian Masker Sebagai Perlindungan Terhadap Sdm Umkm Kelompok Wanita Tani (Kwt) Daun Salam, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang Tangerang Selatan Di Masa Pandemi Covid-19. Abdi Laksana: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 290-294.

Susanto, S., & Halim, I. (2020). Pengaruh Human Relation Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt. Kompas Gramedia Cabang Karawaci. PROCEEDINGS UNIVERSITAS PAMULANG, 1(1).

Syahrul. (2008). Pragmatik Kesantunan Berbahasa: Menyibak Fenomena Berbahasa Indonesia Guru dan Siswa. Padang: Universitas Negeri Padang Press.

Tri, P., & Wawan, G. (2018). Strategi Kesantunan Tindak Tutur Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Dalam Diskusi Ilmiah. IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature, 6(2).

Watts, R. (1992). Politeness. Cambridge: Cambridge University Press.

Yule, George. (1996). Pragmatics. Oxford: Oxford University Press.

Zhu, J., & Bao, Y. (2010). The Pragmatic Comparison of Chinese and Western" Politeness" in Cross-cultural Communication. Journal of Language Teaching & Research, 1(6).




DOI: http://dx.doi.org/10.32493/al-jpkm.v2i3.13499

Refbacks

  • There are currently no refbacks.