ANALISIS TINGKAT KECACATAN HASIL PENGELASAN PIPA SUS 304 SCH 40 PADA MESIN FURIFIER MELALUI METODE NDT RADIOGRAFI

Muhammad Ibnu Farhan Almasyu

Abstract



Abstrak: Struktur konstruksi pada sambungan pipa harus kuat, terutama pada lokasi sambungan las. Untuk purifier menggunakan pipa 3.5 inch sch 40. Jenis sambungan las Butt Joint 80 ss. Ketidaksempurnaan yang dilakukan dalam proses pengelasan ( terdapat cacat pada sambungan las pipa ), dapat mempengaruhikeamanan serta keselamatan pada lokasi tersebut. Perlunya dilakukan pengujian NDT dengan menggunakan radiografi untuk mengetahui lokasi cacat yang terjadi. Pengujian dengan menggunakan radiografi termasuk pengujian yang tidak merusak. Pengujian radiografi menggunakan standar ISO 17636-2, hal ini sesuai dengan prosedur yang sudah ditentukan. Pengujian radiografi, sebelumnya harus dilakukan kalibrasi alat sampai dengan proses scaning. Tujuan dari proses kalibrasi ini adalah agar proses pengujian NDT menjadi lebih sempurna. Masalah cacat pengelasan yang terjadi pada sambungan pipa 3.5 inchi SS termasuk kategori kelasdari ISO 17636-2. Standar ini yang dapat menentukan perbaikan atau tidaknya sambungan las tersebut. Hasil pengelasan pada sambungan pipa 3.5 inchi SS menunjukan terjadi cacat pengelasan yaitu scaterred porosity, tungsten inclusion, incomplete penetration dan undercut. Pengujian yang bagus memerlukan nilai tegangan sebesar 130 kv, arus sebesar 3 mA dan waktu sebesar 20 s..

Full Text:

PDF

References


Bicheno, J., 1991. 34 for Quality, PICSIE Books, Buckingham.

Forza, C., A. Vinelli, and R. Filippini, 1993. ‚ÄúTelecommunication services for quick response in the textileapparel industry‚ÄĚ, Proceedings of the 1st International Symposium on Logistics, The University of Nottingham, pp. 119-26

Monden, Y., 1993. Toyota Production System: An Integrated Approach to Just-in-Time, 2nd ed., Industrial Engineering and Management Press, Norcross, GA.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.