ANALISIS KUAT IMPACT, KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO STAINLESS STEEL 304 SETELAH MELALUI PROSES HARDENING 900°C DAN TEMPERING 200°C, 300°C, DAN 400°C

Nurya Rachmat Dani

Abstract



Abstrak: Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah baja tahan karat (Stainless Steel 304) yang dipanaskan dengan media heat treatment/hardening dengan temperatur 900°C dengan waktu tahan 15 menit, kemudian di dinginkan secara cepat (quenching) dengan media pendinginan air. Lalu melakukan perlakuan panas kembali (tempering) dengan variasi suhu 200°C, 300°C dan 400°C. Hasil hardening dan tempering diuji kekerasan menggunakan alat uji Rockwell dan uji Impact untuk mengukur ketangguhan sertaanalisa fasa melalui Uji Struktur Mikro. Dari hasil penelitian Uji kekerasan, specimen mengalami penurunan kekerasan setelah di hardening/heat treatment dan tempering dari 92 HRC menjadi 82,6 HRC. Untuk hasil penelitian dari Uji impact, specimen mengalami kenaikkan pada nilai keuletannya setelah dilakukan proseshardening/heat treatment dan tempering dari 120,29 Joule menjadi 121,96 Joule. Sedangkan untuk hasil uji struktur mikro, bahwa struktur mikro setelah hardening terdapat fasa ferrit dan martensit. Oleh karena itu adanya fasa martensit dapat menyebabkan material menjadi keras.

Full Text:

PDF

References


G. E. Diester, “Metalurgi Mekanik” jilid I Edisi Ketiga, Jakarta: Erlangga, 1996.

K. d. Ginting, Analisis Peningkatan Kekerasan Baja Amutit Menggunakan Media Pendingin Dromus, vol. 4, pp. 1-7, 2012.

A. Handbook, Metallography And Microstructures., vol. 9,1985, pp. 421-424.

Sumarji, STUDI PERBANDINGAN KETAHANAN KOROSI STAINLESS STEEL TIPE SS 304 DAN SS 201 MENGGUNAKAN METODE U-BEND TEST SECARA SIKLIK DENGAN VARIASI SUHU DAN PH, vol. IV, p. 2, januari 2011.

A. Murtiono, " Universitas Sumatera Utara.," Pengaruh Quenching Dan Tempering Terhadap Kekerasan Dan Kekuatan Tarik Serta Struktur Mikro Baja Karbon Sedang Untuk Mata Pisau Pemanen Sawit, 2012.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.