AMBIVALENSI DALAM CERPEN “SERIBU KUNANG-KUNANG DI MANHATTAN” KARYA UMAR KAYAM

Novi Sri Purwaningsih

Abstract


ABSTRAK
Penelitian ini mencoba memahami sejauh mana wacana kolonial muncul atau dimunculkan dalam teks-teks postkolonial. Dengan fokus penelitian terhadap dua tokoh, yaitu Marno sebagai representasi Timur dan Jane sebagai representasi Barat serta latar di mana keduanya berada, tentu saja dengan mendasarkan pada latar budaya keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk ambivalensi dalam cerpen Seribu Kunang-Kunang di Manhattan karya Umar Kayam dengan metode deskriptif kualitatif. Teori postkolonial sebagai pisau analisis untuk menguraikan relasi Barat-Timur yang direpresentasikan melalui tokoh Marno dan Jane. Data-data yang terkait isu tersebut diperoleh dengan teknik pustaka, simak, dan catat. Selanjutnya didapatkan hasil penelitian bahwa adanya sikap resisten dari tokoh Marno, meskipun dalam beberapa hal tokoh Jane lebih dominan sehingga melanggengkan posisi Barat yang superior dan Timur inferior.

Kata Kunci: Ambivalensi, Postkolonial, Barat-Timur, Superior, dan Inferior.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.