PKM BAGI KTH BUTTU PUANG DI DESA MIRRING, KECAMATAN BINUANG, KABUPATEN POLMAN, SULAWESI BARAT.

Daud Irundu, Makmur Makmur

Abstract


Berbagai bentuk produk olahan pangan tanaman aren telah banyak dikembangkan oleh masyarakat Indonesia (petani moderen) seperti gula merah, gula semut, kolang-kaling, nata, hingga tepung pati. Berbeda halnya dengan masyarakat Desa Mirring, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat yang memiliki potensi aren namun produk olahan pangannya masih sangat minim. Oleh meraka hanya memanfaatkan niranya sebagai bahan baku pembuatan gula merah dan juga dijadikan konsumsi minuman saja. Kurang variatifnya produk yang dihasilkan kelompok tani ini menjadi perhatian untuk dilakukannya pengabdian kepada masyarakat. Tujuan PKM ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang optimalisasi manfaat tanaman aren dalam bentuk produk pangan, melatih skill dan kemampuan mengolah produk tanaman aren, serta menghadirkan buku rencana kerja usaha kelompok tani. Metode kegiatan ini meliputi; 1) penyuluhan, 2) pelatihan dan 3) focus group discussion. Hasil kegiatan PKM ini menunjukan peningkatan pemahaman masyarakat terkait pemanfaatan produk lain dari tanaman aren meningkat sebesar 63,3%, produk hasil olahan dari tanaman aren meningkat kuantitasnya meliputi produk gula semut, kolang-kaling dan nata pinnata, serta perencanaan pengelolaan hasil hutan secara bekesinambungan dan terarah dapat diperoleh dari buku Rencana Kerja Usaha kelompok tani yang telah dirampungkan.


Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik. 2017. Kecamatan Binuang dalam Angka. Polewali Mandar (ID): Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Evalia, N.A., 2015. Strategi pengembangan agroindustri gula semut aren. Jurnal Manajemen & Agribisnis, 12(1).

Indraningsih KS. 2016. Pengaruh penyuluhan terhadap keputusan petani dalam adopsi inovasi teknologi usahatani terpadu. Jurnal Agro Ekonomi. 29(1): 1-24.

Karsidi R. 2001. Paradigma Baru Penyuluhan Pembangunan dalam Pemberdayaan Masyarakat. MediaTor (Jurnal Komunikasi). 2(1): 115-125.

Lempang, M. 2006. Rendemen dan Kandungan Nutrisi Nata Pinnata yang Diolah dari Nira Aren J. Balai Litbang Kehutanan Sulawesi. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 24(2)

Mariati R. 2013. Potensi Produksi dan Prospek Pengembangan Tanaman Aren (Arenga pinnata MERR) di Kalimantan Timur. Jurnal Agrifor. 12(2): 196-205.

Mustofa, M.S., 2011. Perilaku masyarakat desa hutan dalam memanfaatkan lahan di bawah tegakan. Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture, 3(1).

Noviadji, B.R., 2014. Desain Kemasan Tradisional Dalam Konteks Kekinian. Artika, 1(1), pp.10-21.

Paramita A, Kristiana L. 2013. Teknik Focus Group Discussion dalam Penelitian Kualitatif. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan. 16(2).

Wirastini KA, Tripalupi LE, Haris IA. 2015. Pengolahan Buah Aren Dan Dampak Terhadap Sosial-Ekonomi Petani Aren (Study Pada Petani Aren Di Dusun Selombo Desa Bondalem Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng Tahun 2013). Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha. 5(1).

Yanti, D.N., Banuwa, I.S., Safe’i, R., Wulandari, C. and Febryano, I.G., 2017. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat dalam pembangunan hutan tanaman rakyat pada KPH Gedong Wani. Jurnal Hutan dan Masyarakat, 9(2), pp.61-74.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.