PENDIDIKAN HUMANIS DAN RELIGIUS DALAM KEBERAGAMAAN DAN KEBANGSAAN BAGI GENERASI MILENIAL

Amaliyah Amaliyah

Abstract


Pendidikan humanis memiliki makna menekankan pentingnya pelestarian eksistensi manusia dalam arti membantu manusia lebih manusiawi, lebih berbudaya, sebagai manusia yang utuh berkembang. Pendidikan humanis religius merupakan sebuah konsep keagamaan yang menempatkan manusia sebagai manusia, serta upaya humanisme terhadap ilmu-ilmu agama dengan tetap memperhatikan tanggung jawab atas ungkapan Hablun Min Allah dan Hablun Min An-Nas. Pendidikan humanis religius adalah sebuah proses dalam memberi pelajaran kepada manusia bahwa sesuatu perbuatan yang jika harus menunggu Tuhan untuk bertindak untuk kita, itu merupakan perbuatan yang tidak bermoral. Kita harus senantiasa berusaha untuk menghentikan bentuk penindasan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan bentuk perbuatan maksiat atau kriminalitas serta kebentuk kejahatan kemanusiaan yang ada sekarang serta masa yang akan datang. Corak pendidikan humanis religious dapat membentuk sebagai khalifah fi al-ardh dan kecintaannya terhadap tanah air dalam bentuk perilaku bela bangsa dan negara.
Kata kunci : Pendidikan Humanis dan Religius, Keberagamaan, Kebangsaan, Generasi Milenial
Abstract. Humanist education has the importance of preserving human existence in the sense of helping humanity be more humane, more cultured, as a fully developed human being. Religious humanist education is a religious concept that places humans as human beings, as well as humanism efforts towards the religious sciences while still paying attention to the responsibility for the expression of Hablun Min Allah and Hablun Min An-Nas. Religious humanist education is a process in giving lessons to humans that something which if we have to wait for God to act for us, is an immoral act. We must always try to stop the form of oppression of human values and forms of immoral acts or criminality and the forms of crimes against humanity that exist now and in the future. The style of religious humanist education can form as the caliph fi al-ard and his love for the homeland in the form of national and state defensive behavior.
Keywords: Humanist and Religious Education, Religion, Nationality, Millennial Generation

Full Text:

PDF

References


Abbagnano, Nicola. (1972). “Humanism”, dalam Paul Edward, (eds), The Encyclopedia of Philosophy, jil. III, New York: Macmillan: 69-70, lihat juga Moussa, Muhammad Yousef. (1379 H). Islam and Humanity‟s Need of It. Cairo: The Supreme Council for Islamic Affairs. 1379 H: 60. Achmadi, Islam Paradigma Ilmu Pendidikan, Yogyakarta: Aditya Media, 1992 Arifin, Zainal, “Pendidikan Islam dalam Perspektif Filsafat Ilmu”, dalam Jurnal Ta‟dib, Vol. 19, No. 1 (Juni 2014): 123-141. Arifin, Zainul, “Nilai Pendidikan Humanis-Religius”, dalam Jurnal An-Nuha, Sekolah Tinggi Islam Negeri Madiun, Volume 1, Nomor 2, Desember 2014, h. 1-2. Fadjar, A. Malik, 2004Reorientasi Pendidikan Islam, Jakarta: Fajar Dunia, 1999 --------, Membuka Jendela Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada, --------, Holistika Pemikiran Pendidikan, Jakarta: PT Raja Grafindo, 2005 --------, Tinta Yang Tidak Pernah Habis, Jakarta: INTI, 2008 Fahmi, Ari Khairurrijal dan Nuruddin, “Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Syair Imam Al-Syafi‟i (Kajian Struktural Genetik)”, Arabiyāt Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban, Vol. I, No. 2, Desember (2014): 182-194. Hamm, Ibrahim Muhammad, “Islamic Perspective of Education and Teachers” European Journal of Social Sciences, Vol. 30, No. 2 (2012): 145-173.

Hasan, Karnadi, “Konsep Pendidikan Jawa”, dalam Jurnal Dinamika Islam dan Budaya Jawa, Nomor 3 Tahun 2000, Semarang: Pusat Pengkajian Islam Strategis, IAIN Walisongo, 2000

Hefner, Robert W., “Making Modern Muslims: The Politics of Islamic Education in Southeast Asia”, Asian Ethnology, Vol. 69, No. 1 (2017): 198-201.

Komariah, Kokom St., “Model Pendidikan Nilai Moral Bagi Para Remaja Menurut Perspektif Islam”, Jurnal Pendidikan Agama Islam -Ta‟lim Vol. 9 No. 1, (2011): 45-54.

Mas‟ud, Abdurrahman, Menuju Paradigma Islam Humanis, Yogyakarta: Gama Media, 2003

Muhaimin, Nuansa Baru Pendidikan Islam: Mengurai Benang Kusut Dunia Pendidikan, Jakarta: Raja GrafindoPersada, 2006

Nurjanah, Ida, “Paradigma Humanisme Religius Pendidikan Islam (Telaah Atas Pemikiran Abdurrahman Mas‟ud)”, dalam Jurnal Misykat, Pascasarjana IIQ, Volume 03, Nomor 01, Juni 2018, h. 156-157.

Obaidullah, Muhammad, “The Role Of Education In Peaceful Co-Existence: A Case Study Of Satkhira, Bangladesh”, https://www. researchgate.net/publication/282943534, h. 1.

Pinson, Halleli & Agbaria, Ayman K., “Neo-Liberalism and Practices of Selection in Arab Education in Israel: Between Control and Empowerment”, Diaspora, Indigenous, and Minority Education: Studies of Migration, Integration, Equity, and Cultural Survival, Vol. 9, No. 1, (2017): 54-80.

Rahim, Husni ArahBaru Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta: Logos WacanaIlmu, 2001

Sindhunata (editor), Paulo Freire dalam Pendidikan: Kegelisahan Sepanjang Zaman (Pilihan Artikel Basis), Kanisius, 2001 sebagaimana di kutip dalam Resensi Amanat, Edisi 84/Februari 2001 h. 16.

Suwito, Filsafat Pendidikan Akhlak Ibnu Miskawaih: Kajian AtasAsumsi Dasar, Paradigma dan Kerangka Teori Ilmu Pengetahuan, Yogyakarta: Belukar, 2004

Syaefudin, Machfud, “Reinterpretasi Gerakan Dakwah Front Pembela Islam (FPI)”, dalam Jurnal Ilmu Dakwah, Vol. 34, No.2, (Juli - Desember 2014): 259-276.

Tilaar, H. A. R., Standarisasi Pendidikan Nasional, Jakarta: Rineka Cipta, 2006

Zainul Arifin, “Nilai Pendidikan Humanis-Religius”, dalam Jurnal An-Nuha, Sekolah Tinggi Islam Negeri Madiun, Volume 1, Nomor 2, Desember 2014, h. 1-2.

Zulhammi, “Teori Belajar Behavioristik dan Humanistik dalam Perspektif Pendidikan Islam”, dalam Jurnal Darul„ Ilmi, Vol. 3, No. 1 (Januari 2015): 105-127.

Zulkapadri, Syahrial, “Pendidikan Karakter dan Pendidikan Akhlak (Studi Perbandingan)”, Jurnal At-Ta‟dib, Vol. 9, No. 1, Juni (2014): 109-125.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.