PLURALISME AGAMA DALAM PENDIDIKAN

Yunus Yunus

Abstract


Pemahaman tentang pluralisme agama. Hal ini bermakna bahwa penghormatan terhadap tradisi keagamaan orang lain akan melahirkan core principles dalam membina hubungan umat beragama di masa depan. Pendidikan agama melalui berbagai cara perlu segera dilakukan. Pertama, menerapkan transformative learning dalam pembelajaran agama. Kedua, menggunakan critical thinking dalam pendidikan agama agar peserta didik menjadi kritis terhadap pendapat dan agama sendiri dan orang lain. Ketiga, memberikan landasan atau perspektif pluralisme dan multikulturalisme dalam pendidikan agama agar individu memiliki sikap toleran dan apresiatif terhadap orang lain yang berbeda agama dan paham keagamaan. Keempat, pendidikan agama perlu dipraktikkan melalui proses naming, reflecting dan acting. Kelima, mengubah titik tekan dalam pembelajaran agama dari “having religion” ke “being religious” dan “being humane”.Keenam, pendidikan agama perlu menekankan pembentukan sikap, sehingga agama tidak sekedar dipahami secara kognitif tapi juga diinternalisasi dan diamalkan dalam kehidupan nyata.Sehigga pendidikan agama seharusnya bisa memberi kontribusi terhadap kemajuan bangsa.Tidak malah menjadi tempat persemaian ideologi sempit keagamaan yang bisa membahayakan keutuhan bangsa dan negara.Model pengajaran agama indoktrinatif kepada peserta didik sudah seharusnya tidak menjadi pilihan metode dalam pengajaran agama, baik di sekolah maupun perguruan tinggi.

Full Text:

PDF

References


Abidin Bagir, Zainal dkk, “Pluralisme Kewargaan”, Bandung: Mizan, 2011. Abidin Bagir, Zainal dan Suhadi, “The State of Religious Pluralism in Indonesia”, Pluralism Working Paper Series, Pluralism Knowledge Programme, Hivos and Cosmopolis Institute, 2008. Ali, A. Mukti, “Ilmu Perbandingan Agama: Dialog, Dakwah, dan Misi”, dalam Burhanuddin Daya dan Herman Leonard Beck (eds.), Ilmu Perbandingan Agama di Indonesia dan Belanda, Jakarta: INIS, 1992. Hick, John, “A Philosopy of Religions Pluralism” dalam Paul Badham (ed.), A John Hick Reader, London: McMillan, tt. Jay MacDaniel, Gandhi’s Hope: Learning from Other Religions as a Path to Peace Maryknoll, NY: Orbits Books, 2005. Knitter, P. F., No Other Name? A Critical Survey of Christian Attitudes Toward the World Religions, Maryknoll, NY: Orbi, 1985. Kuntowijoyo, Muslim tanpa Masjid: Esai-esai Agama, Budaya dan Politik dalam Bingkai Strukturalisme Transendental, Bandung: Mizan, 2001. Majelis Ulama Indonesia RI, Keputusan Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme Nomor: 7/Munas VII/MUI/11/2005. Mas’oed, Mohtar, eds., Kekerasan Kolektif: Kondisi dan Pemicu, Yogyakarta: P3PK UGM. 2000. Mobina S.B. Jaffer, () “Religion Confronts Pluralism: Today and Tomorrow” dalam International Journal (Canadian International Council: Sage Publications, Ltd: Vol. 59, 2014. Mohamed Fathi Oesman, The Children of Adam: An Islamic Perspective on Pluralism, Washington DC: Center for Muslim-Christian Understanding, George Town University, 1996. P. Huntinton, Samuel, the Clash of Civilization and the Remaking of World Other, New York: Simon and Schuser, 1996. Sanusi, Acmad, Pendidikan untuk Kearifan, Bandung: Penerbit NUANSA, 2016. Sapendi, “Pendidikan Pluralisme Agama”, Jurnal Khatulistiwa-Journal of Islamic Studies, 2, No. 2, 2012. Wain, Kennet, “Higher Education in Europe: Education and Tolerance”, Journal for Tolerance and Education, 21, No. 1, 2011. W. Machacek, David, “The Problem of Pluralism” dalam The Sociology of Religion, Summer: ProQuest Sociology, 2003.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.