Harmonisasi Keberagamaan dan Kebangsaan bagi Generasi Millenial : Keberagamaan yang Moderat

Ahmad Yani Nasution

Abstract


Perselisihan sering kita dapati tentang agama. Apakah itu karena faktor beda agama atau beda mazhab (aliran). Terjadi fanatik agama, mazhab dan imam serta seseorang yang dia anggap mumpuni dalam ilmu agama. Saling fitnah antara agama yang satu dengan yang lainnya. Mazhab yang satu dengan mazhab lainnya. Permasalahan seperti ini tidak jarang berujung anarkis, saling menghujat bahkan berani mengkafirkan saudaranya yang muslim. Inilah yang menjadi alasan kenapa penulis membuat judul “keberagamaan yang moderat”. Adanya saling fitnah, jama‟ah yang terkotak-kotakkan, Kejahatan yang mengatasnamakan islam, dan fanatisme agama pada satu golongan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana menjadi berkeagamaan yang moderat dan mengetahui solusi dalam menghadapi beberapa faham yang bertentangan dengan keberagamaan yang moderat.
Dalam hal beragama memang banyak variasi dalam menjalankannya. Ada yang keras, ada yang lembut dan ada pertengahan antara keras dan lembut. Keras selalu mendapatkan perlawananan, lembut selalu terkesan memudah-mudahkan. Oleh karena itu keberagamaan harus moderat (wasatiyah) sehingga diterima dikalangan masyarakat. Sebab dengan wasatiyah seseorang tidak gampang menyalahkan cara beribadah orang melainkan memberikan masukan dengan baik dan santun. Dalam penelitian ini Keberagamaan wasatiyah yang dimaksud adalah wasatiyah dalam ibadah dan wasatiyah dalam intraksi sosial. Wasatiyah bukan berarti mengurangi bobot ibadahnya melainkan cerdas dalam memiliih kaifiyat yang ditawarkan oleh syari‟ah. Hal semacam ini tentunya harus menguasai berbagai pilihan kaifiyat yang ada di mazhab yang berbeda.

Full Text:

PDF

References


Irwan Abdullah, dkk., Dialektika Teks Suci Agama: Strukturasi Makna Agama dalam Kehidupan Masyarakat.Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.

Taufik Abdullah dan M. Rusli Karim, Metodologi Penelitian Agama Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Tiarawacana, 1989.

Raghib Al-Ashfahany, Mufrodat al-Fazhu AL-Quran, Ad-Daar As-Syamiyah : Daarul Qolam, 1430 H.

Jamah Gulam Nabi, Wasatiyah al-Islam fil Ibadati wa al „Alaqoti al Mujtama‟, Mekkah : Jami‟ah Umm Al-Qura, 2012.

Sayyid Qutub, Tafsir Fi Zhilalil Qura. Beirut : Daar As-Syuruq, 1412.

Imam Bukhari, Shohih Imam Bukhari, Damaskus : Daar thuq An-Nazah, 1422.

Husain bin ‟Uwaidah Al ‟Uwaisyah , Syarh Shahih Al Adabil Mufrod lil Imam Al Bukhari, Mesir : Maktabah Al Islamiyah, cet.2, 1425.

Imam Syaukani, Nailul Autor, Mesir : Daar Hadist, 1993.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.