TURUNNYA KEKUASAAN REZIM ORDE BARU DALAM PERSPEKTIF TEORI KONFLIK

Halimah Humayrah Tuanaya

Abstract


Konflik merupakan realitas sosial yang tidak dapat dihindari. Perbedaan kepentingan antara kelompok penguasa orde baru dan kelompok masyarakat yang didominasi, telah menghasilkan konflik yang berujung gejolak kekerasan. Walaupun secara konseptual konflik memiliki dampak positif dalam menghadirkan perubahan sosial di masyarakat, namun analisa atas tumbangnya rezim orde baru perlu dilakukan guna mencari formula terbaik dalam menyikapi konflik kekuasaan yang mungkin terjadi di kemudian hari. Serangkaian kebijakan yang diambil oleh kelompok penguasa orde baru dalam merespon konflik menjadi masalah yang akan dianalisa pada penelitian ini, sekaligus mencari solusi efektif yang dihasilkan dari penggunaan antithesis konsep teori konflik dalam memandang tumbangnya rezim orde baru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif, dengan pendekatan yang bersifat yuridis-normatif, serta menggunakan bahan hukum sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan; pertama, hal-hal yang menjadi cikal bakal tumbangnya rezim orde baru menurut asumsi teori konflik, seperti dominasi kelompok penguasa orde baru atas pembentukan dan penegakan hukum; tertutupnya ruang negosiasi untuk mencapai konsensus atas konflik kepentingan yang ada; dan lain sebagainya, telah membawa perubahan sosial atas nama reformasi. Kedua, penggunaan antithesis konsep teori konflik, menunjukkan adanya solusi dalam upaya menyikapi konflik kekuasaan, diantaranya dengan membuka ruang-ruang negosiasi dalam menghasilkan konsensus dari berbagai kelompok kepentingan masyarakat.


Keywords


kekuasaan; teori Konflik; orde baru

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Buku

Abdul Jamil Wahab, Manajemen Konflik Keagamaan; Analisis latar Belakang Konflik Keagamaan Aktual, Elex Media Komputindo Kompas-Gramedia, 2014, Jakarta.

B. R. Pudya, Timbulnya Gerakan Reformasi 1998 di Indonesia, Ganesha Study Club, http://pelitabaraapi.blogspot.com, diakses pada 13 Desember 2009.

Freda Adler, et all, Criminology, McGraw-Hill, 1991, New York.

Judistira K Garna dalam Disertasi Sunarta, Integrasi dan Konflik: Kedudukan Politik Jawara dan Ulama dalam Budaya Politik Lokal, PPS UNPAD Bandung, 1997, Bandung.

Jonathan H. Turner, The Structure of Sociological Theory, The Dorsey Pers, 1975, Illinois.

Kamanto Sunarto, Pengantar Sosiologi, Lembaga Penerbit fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2004, Jakarta.

Munir Fuady, Teori-Teori Besar (Grand Theory) Dalam Hukum, Kencana Prennamdeia Group, 2013, Jakarta.

Novri Susan, Sosiologi Konflik: Isu-Isu Konflik kontemporer, Kencana, 2009, Jakarta, Cetakan Pertama.

Pip Jones, Pengantar Teori-Teori Sosial dari Teori Fungsionalisme hingga Post-Modernisme, terjemahan Achmad Fedyani Saifuddin, Yayasan Obor Indonesia, 2009, Jakarta.

Ronald L. Akers, Criminological Theories, Fitzroy Dearborn Publishers, 1999, London.

Topo Santoso dan Eva Achjani Zulfa, Kriminologi, PT RajaGrafindo Persada, 2004, Jakarta, Cet. Ke-4.

Jurnal

Abdi, S. (2007). Muslim Politics and Democracy in Indonesia. Millah: Jurnal Studi Agama, 7(1).

Diharjo, S. M. (2019). DINAMIKA PERUBAHAN SOSIAL DALAM TEORI KONFLIK. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis, 5(1).

Lathif, N. (2017). TEORI HUKUM SEBAGAI SARANA ALAT UNTUK MEMPERBAHARUI ATAU MEREKAYASA MASYARAKAT. PAKUAN LAW REVIEW, 3(1).

Masudi, M. (2015). AKAR-AKAR TEORI KONFLIK: Dialektika Konflk; Core Perubahan Sosial dalam Pandangan Karl Marx dan George Simmel. Fikrah, 3(1).

Muhamad Zuldin, M. (2019). Ketimpangan Sebagai Penyebab Konflik: Kajian atas Teori Sosial Kontemporer. TEMALI: Jurnal Pembangunan Sosial, 2(1).

Oktaviani, J., & Pramadya, T. P. Model Negara Kekuasaan: Orde Baru dalam Tinjauan Pemikiran Hobbes dan Niccolo Machiavelli. Indonesian Perspective, 4(2).

Pratikno, P. (1998). Keretakan Otoritarianisme Orde Baru dan Prospek Demokratisasi. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2(2).

Purwoko, B. (2016). Bureaucracy and the Politics of Identity: A Study on the Influence of Ethnicity on the Bureaucrat Recruitment Process in Sorong Selatan Regency, West Papua, Indonesia. Indonesian Journal of Government and Politics, 7(4).

Sukardi. (2016).Penanganan Konflik Sosial Dengan Pendekatan Keadilan Restoratif. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 46(1).

Syahputra, M. A. D., & Mahdiana, N. Analisis Buku Teks Sejarah terkait Materi Nasionalisme Dengan Pendekatan Teori Nasionalisme Benedict Anderson. HISTORIKA, 22(2).

Syukur, I. (2013). Adat Community in the Village Government: State and Society Relations in Indonesia. ASAS, 5(1).

Tualeka, M. W. N. (2017). Teori Konflik Sosiologi Klasik Dan Modern. Al-Hikmah, 3(1).

Zuhro, R. S. (2016). Good Governance dan Reformasi Birokrasi di Indonesia. Jurnal Penelitian Politik, 7(1).




DOI: http://dx.doi.org/10.32493/jdmhkdmhk.v10i2.5470

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Program Studi S1 Hukum Universitas Pamulang

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Fakultas Hukum Universitas Pamulang

Jl. Raya Puspiptek No.11, Serpong, Tangerang Selatan, 15310- Indonesia

Tel / fax : (021) 7412566 / (021) 7412566

Email : dinamikahukum_fh@unpam.ac.id
 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.