Literasi Investasi Dasar: dalam Kehidupan Sehari-Hari
DOI:
https://doi.org/10.32493/abms.v7i1.54731Keywords:
literasi investasi, edukasi keuangan, investasi dasarAbstract
Rendahnya tingkat literasi investasi di kalangan pelajar sekolah menengah atas menjadi salah satu penyebab kurangnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini. Banyak siswa di SMA Negeri 11 Kota Tangerang Selatan belum memahami perbedaan antara menabung dan berinvestasi, serta cenderung menganggap investasi sebagai hal yang rumit dan berisiko tinggi. Permasalahan utama yang dihadapi oleh siswa adalah rendahnya pemahaman terhadap konsep investasi dasar dan minimnya pembinaan mengenai cara mengelola uang secara produktif serta aman.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelajar SMA Negeri 11 Kota Tangerang Selatan tentang konsep investasi, manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, serta cara memulai investasi dengan modal kecil melalui instrumen resmi yang diawasi oleh OJK. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi dan diskusi interaktif menggunakan presentasi yang ringan dan mudah dipahami, dengan materi yang disesuaikan untuk tingkat pelajar SMA. Kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta terhadap pentingnya investasi sejak dini, kemampuan membedakan jenis investasi, serta munculnya kebiasaan mengelola uang jajan secara lebih bijak. Diharapkan kegiatan ini dapat menumbuhkan budaya literasi keuangan di kalangan pelajar dan menciptakan generasi muda yang melek finansial, khususnya di SMA Negeri 11 Kota Tangerang Selatan.
References
Aulia, N. (2018). Peningkatan Literasi Keuangan pada Siswa Sekolah Menengah melalui Edukasi Interaktif. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 55–63.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2023). Panduan Investasi untuk Pemula: Edukasi Keuangan bagi Generasi Muda. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko.
Otoritas Jasa Keuangan. (2023). Modul Edukasi dan Literasi Keuangan: Mengenal Investasi Sejak Dini. Jakarta: Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK.
Rahmawati, D. (2022). Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Minat Investasi Generasi Z di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan,10(1),23–35. https://doi.org/10.21009/jep.101.04
Situmorang, R. (2021). Literasi Keuangan dan Investasi di Kalangan Pelajar Sekolah Menengah Atas. Jurnal Edukasi Finansial, 5(2), 45–52.
Susanti, L., & Putra, A. (2020). Pengaruh Edukasi Keuangan terhadap Perilaku Pengelolaan Uang Siswa SMA. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Pendidikan, 8(1), 19–27.
Tandiono, H., & Wulandari, R. (2019). Pentingnya Literasi Investasi bagi Remaja dalam Menghadapi Tantangan Ekonomi Masa Depan. Jurnal Inovasi Pendidikan Ekonomi, 9(3), 88–97.
World Bank. (2020). Financial Literacy and Education: Policy Priorities for Youth. Washington, D.C.: World Bank Group.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dimas Arya Putra Thampan, Muhamad Ikhsan Romadan, Hana Shaila Manurung, Nur Siti Alfiah, Irenne Putren

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright Notice
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Abdimisi have CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly work.
In developing strategy and setting priorities, Abdimisi recognize that free access is better than priced access, libre access is better than free access, and libre under CC-BY-SA or the equivalent is better than libre under more restrictive open licenses. We should achieve what we can when we can. We should not delay achieving free in order to achieve libre, and we should not stop with free when we can achieve libre.
You are free to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
- The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.