Edukasi Sistem Coretax kepada Karyawan PT Nariki Minex Sejati dalam Persiapan Laporan SPT Tahunan Orang Pribadi
DOI:
https://doi.org/10.32493/abms.v7i1.55961Keywords:
Pajak, Coretax, SPT TahunanAbstract
Transformasi digital yang dijalankan Direktorat Jenderal Pajak melalui implementasi Coretax Administration System menghadirkan paradigma baru dalam administrasi perpajakan, termasuk penyediaan pre-populated data pada SPT Tahunan PPh Orang Pribadi. Namun, inovasi ini belum sepenuhnya dipahami oleh wajib pajak, termasuk para karyawan PT Nariki Minex Sejati sebagai perusahaan sektor pertambangan dengan jumlah karyawan yang besar. Survei awal menunjukkan bahwa lebih dari 75% karyawan belum pernah menggunakan Coretax dan masih mengandalkan metode pelaporan lama, sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesalahan pelaporan, mismatch data, serta sanksi administrasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi perpajakan digital, khususnya pemahaman atas pre-populated data dan keterampilan menggunakan sistem Coretax secara mandiri dan akurat. Metode pelaksanaan meliputi: (1) asesmen kebutuhan melalui wawancara, (2) sosialisasi literasi pajak dan pengenalan sistem Coretax, serta (3) simulasi aktivasi dan penggunaan awal Coretax. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta hingga 70%, dan seluruh peserta berhasil menyelesaikan proses aktivasi pada sistem Coretax. Kesimpulannya, penguatan literasi perpajakan digital terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi wajib pajak dalam memanfaatkan sistem administrasi perpajakan modern. Selanjutnya, disarankan adanya keberlanjutan program berupa panduan atau pendampingan pengisian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi serta penyediaan materi pelatihan yang dapat digunakan sebagai sumber belajar mandiri.
References
Anggraini, P. (2023). Digitalisasi Perpajakan dan Dampaknya terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Digital, 7(2), 45-60.
Dewi, S. K., & Hidayat, W. (2021). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesadaran Wajib Pajak Orang Pribadi dalam Memanfaatkan Tax Allowance pada SPT Tahunan. Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia, 25(1), 15-30.
Gunawan, A., Siregar, B., & Wijaya, A. (2022). Tantangan Implementasi Coretax bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Karyawan: Studi pada Perusahaan Manufaktur di Kota Bekasi. Seminar Nasional Teknologi dan Sistem Informasi (SENASITI), 1(1), 210-219.
Kurniawan, D., & Sari, M. (2023). Coretax sebagai Inovasi Transformasi Digital di Direktorat Jenderal Pajak: Tantangan dan Peluang. Jurnal Pajak dan Keuangan Negara, 4(1), 1-15.
Prasetyo, A. B. (2022). Efektivitas Sistem Pre-populated Data dalam Aplikasi Coretax terhadap Kemudahan Pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi. Jurnal Riset Akuntansi dan Perpajakan, 9(2), 88-102.
Rahmi, N., Arimbhi,P., & Hidayat,V.S. (2023). Analisis Manajemen Strategi Kebijakan Pembaharuan Coretax Administration System (CTAS) dalam Upaya Penguatan Reformasi Administrasi Perpajakan di Indonesia. Transparansi: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi, 6(2),179–191.
Sari, R. P., & Pratama, Y. (2020). Pengaruh Literasi Keuangan dan Pengetahuan Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi dengan Self Efficacy sebagai Variabel Moderating. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan, 3(2), 55-70.
Setiadi, F., Karunia, P.A.,Juliati, Setyaningsih, T., & Suranta, S. (2024). Implementasi PMK Nomor 66 Tahun 2023, Core Tax Administration System, Dan Pemberian Fasilitas
PPh 21 Ditanggung Pemberi Kerja Badan. JurnalAkuntansiDanPajak, 25 (01), 1–12.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wiwit Setyawati, Wiwit Setyawati, Novi Akhsani, Nurbaeti Nurbaeti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright Notice
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Abdimisi have CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly work.
In developing strategy and setting priorities, Abdimisi recognize that free access is better than priced access, libre access is better than free access, and libre under CC-BY-SA or the equivalent is better than libre under more restrictive open licenses. We should achieve what we can when we can. We should not delay achieving free in order to achieve libre, and we should not stop with free when we can achieve libre.
You are free to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
- The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.