Pendayagunaan Sistem Informasi Akuntansi untuk Meningkatkan Transparansi Keuangan BUMDes
DOI:
https://doi.org/10.32493/abms.v7i1.56238Keywords:
BUMDes, digitalisasi akuntansi, laporan keuangan, pelatihan, pengabdian masyarakatAbstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kualitas pencatatan keuangan pada BUMDes Desa Suka Negara yang masih menggunakan metode manual sehingga rawan kesalahan, tidak efisien, dan kurang transparan. Permasalahan utama mitra mencakup minimnya pemahaman akuntansi, keterbatasan penggunaan teknologi, serta belum tersedianya sistem pelaporan keuangan yang akuntabel. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus BUMDes melalui implementasi sistem akuntansi berbasis digital yang mampu mendukung pengelolaan keuangan secara profesional, efisien, dan transparan. Metode pengabdian dilakukan melalui observasi kebutuhan, pelatihan penyusunan laporan keuangan, praktik langsung penggunaan aplikasi akuntansi, implementasi sistem, serta pendampingan dan monitoring berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi pengurus BUMDes, terutama dalam memahami konsep akuntansi dasar, menginput transaksi secara digital, serta menghasilkan laporan keuangan secara otomatis. Implementasi sistem akuntansi digital juga terbukti meningkatkan efisiensi pencatatan, mengurangi kesalahan manual, dan memperkuat akuntabilitas keuangan desa. Selain itu, kegiatan pemantauan berkelanjutan membantu memastikan keberlangsungan penggunaan sistem serta mengatasi kendala teknis yang dihadapi pengurus. Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak positif terhadap tata kelola BUMDes dan menjadi fondasi bagi pengembangan sistem keuangan yang modern dan berkelanjutan.
References
Aulia, R. (2018). Peningkatan literasi digital masyarakat desa melalui pelatihan sistem informasi keuangan. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4(2), 55–63.
Handayani, T., & Yusuf, M. (2021). Kesiapan infrastruktur dan tantangan transformasi digital di pedesaan. Jurnal Teknologi Informasi dan Sosial, 9(1), 12–23.
Pratama, F. (2022). Digitalisasi tata kelola BUMDes untuk peningkatan transparansi dan efisiensi. Jurnal Ekonomi Lokal Indonesia, 7(3), 144–156.
Rahayu, S., & Dewi, K. (2019). Implementasi sistem informasi akuntansi pada lembaga ekonomi desa. Jurnal Akuntansi dan Pemberdayaan Masyarakat, 3(1), 22–31.
Retnawati, H. (2014). Kemampuan dasar siswa dalam menyelesaikan permasalahan autentik. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 18(2), 123–134.
Siregar, H. (2020). Digital accounting system adoption and internal control improvement in rural enterprises. Journal of Rural Economic Development, 5(2), 98–110.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Juitania Juitania, Puspita Handayani, Ahmad Ridho Fachrizal Chaery

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright Notice
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Abdimisi have CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly work.
In developing strategy and setting priorities, Abdimisi recognize that free access is better than priced access, libre access is better than free access, and libre under CC-BY-SA or the equivalent is better than libre under more restrictive open licenses. We should achieve what we can when we can. We should not delay achieving free in order to achieve libre, and we should not stop with free when we can achieve libre.
You are free to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
- The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.