GERAKAN ECO-MASJID: PENGUATAN PENDIDIKAN EKOTEOLOGI MELALUI PENGELOLAAN LINGKUNGAN BERBASIS MASJID DI PERUMAHAN AL FALAH 3

Authors

  • Fathudin Ali Universitas Pamulang
  • Adam Sugiarto Universitas Pamulang
  • Mudzakir Universitas Pamulang

DOI:

https://doi.org/10.32493/abms.v7i2.61346

Keywords:

ekoteologi Islam, Eco-Masjid, pendidikan lingkungan, pengelolaan sampah, pemberdayaan masyarakat

Abstract

Permasalahan lingkungan di kawasan permukiman perkotaan masih menjadi tantangan serius, terutama terkait rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Di Perumahan Muslim Al Falah 3 Pamulang, persoalan tersebut diperparah oleh belum optimalnya pemanfaatan masjid sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam isu lingkungan. Padahal, ajaran Islam menempatkan manusia sebagai khalifah fil ardh yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian alam. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat melalui penguatan pendidikan ekoteologi berbasis masjid. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan community-based education dan participatory action yang meliputi tahap persiapan, sosialisasi dan edukasi ekoteologi, pelatihan pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle), implementasi program Eco-Masjid, pendampingan komunitas, serta evaluasi dan keberlanjutan program. Kegiatan melibatkan pengurus masjid, tokoh masyarakat, dan warga secara aktif dalam setiap tahapan. Luaran yang diharapkan meliputi peningkatan pemahaman masyarakat tentang ekoteologi Islam, terbentuknya komunitas peduli lingkungan berbasis masjid, tersusunnya panduan Eco-Masjid, meningkatnya praktik pemilahan sampah rumah tangga, serta terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan aksi nyata pelestarian lingkungan sehingga masjid berfungsi tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat transformasi sosial dan ekologis masyarakat.

References

Abdul-Matin, I. (2010). Green Deen: What Islam teaches about protecting the planet. Berrett-Koehler Publishers.

Braun, V., & Clarke, V. (2022). Thematic analysis: A practical guide. Sage Publications.

Chambers, R. (1994). Participatory rural appraisal (PRA): Analysis of experience. World Development, 22(9), 1253–1268. https://doi.org/10.1016/0305-750X(94)90003-5

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). Sage Publications.

Fitriani, N., Hidayat, T., & Sulaeman, D. (2022). Environmental awareness through Islamic education: Strengthening eco-theological values in Muslim communities. Jurnal Pendidikan Islam, 11(2), 145–160.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2024). Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN): Capaian pengelolaan sampah tahun 2024. KLHK.

Llewellyn, O. A. (2019). Islamic environmental ethics and sustainable development. Worldviews: Global Religions, Culture, and Ecology, 23(2), 123–140. https://doi.org/10.1163/15685357-02302002

Nasr, S. H. (1996). Religion and the order of nature. Oxford University Press.

Prasetyo, A., Nurhayati, S., & Kurniawan, M. (2023). Community participation in mosque-based environmental management programs. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 8(1), 45–58.

Qaradawi, Y. A. (2001). Ri‘ayat al-bi’ah fi syari‘at al-Islam. Dar al-Shuruq.

Rahman, F., Abdullah, M., & Hasan, N. (2021). Eco-theology and environmental sustainability in Muslim societies: A systematic review. Sustainability, 13(18), 10124. https://doi.org/10.3390/su131810124

Sari, D. P., & Wibowo, A. (2024). Strengthening environmental literacy through community-based education in urban communities. Journal of Community Service and Empowerment, 5(2), 87–98.

Wenger, E. (1998). Communities of practice: Learning, meaning, and identity. Cambridge University Press.

Yusuf, M., Hadi, S., & Fauzi, A. (2023). Mosque-based environmental movement as a model for sustainable community empowerment. International Journal of Islamic Studies and Social Development, 4(1), 33–47.

Downloads

Published

2026-06-26

Issue

Section

Articles