Strategi Pengelolaan Manajemen Stres Pada Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan

Authors

  • Yelda Yulisda Universitas pamulang
  • Syafa Meisya Kamila Universitas pamulang
  • Najwa Azzahra Pramudita Universitas pamulang

DOI:

https://doi.org/10.32493/abdilaksana.v7i1.57886

Keywords:

Manajemen Stres, pelajar, kesehatan mental, strategi coping, akademik

Abstract

Stres merupakan masalah psikologis yang umum dialami pelajar di tengah iklim pendidikan yang semakin kompetitif, di mana tekanan dari beban akademik, ekspektasi keluarga, dinamika sosial, dan paparan media digital dapat menurunkan motivasi, konsentrasi, prestasi, serta berdampak pada kesehatan mental dan fisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penyebab stres pada pelajar, mengkaji dampaknya terhadap aspek akademik dan psikososial, serta merumuskan strategi manajemen stres yang relevan dan efektif. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan di sekolah menengah, serta wawancara mendalam dengan pelajar dan guru bimbingan konseling; data kualitatif dianalisis menggunakan analisis tematik, sedangkan data kuesioner diolah dengan analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres terutama dipicu oleh tuntutan akademik berlebihan, persaingan teman sebaya, keterbatasan manajemen waktu, ekspektasi keluarga, dan perbandingan sosial melalui media sosial; secara kuantitatif, sebanyak 70% responden melaporkan stres pada tingkat sedang–berat, dengan dampak berupa penurunan fokus belajar, kelelahan emosional, kecemasan, dan penurunan prestasi. Temuan ini menegaskan pentingnya program manajemen stres yang terintegrasi di sekolah untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis, memperkuat resiliensi pelajar, serta membantu mereka menyeimbangkan tuntutan akademik dengan kehidupan pribadi.

References

merican Psychological Association. (2023). Stress in America: The State of Our Nation. APA.

Cohen, S., Kamarck, T., & Mermelstein, R. (1983). A global measure of perceived stress. Journal of Health and Social Behavior, 24(4), 385–396.

Compas, B. E., Jaser, S. S., Dunbar, J. P., Watson, K. H., Bettis, A. H., Gruhn, M. A., & Williams, E. K. (2017). Coping and emotion regulation from childhood to adulthood. Psychological Bulletin, 143(8), 939–991.

Folkman, S., & Lazarus, R. S. (1984). Stress, appraisal, and coping. New York: Springer.

Hidayati, N., & Sari, D. (2020). Hubungan stres akademik dengan prestasi belajar siswa SMK. Jurnal Psikologi Pendidikan, 8(2), 101–110.

Kuss, D. J., & Griffiths, M. D. (2017). Social networking sites and addiction: Ten lessons learned. International Journal of Environmental Research and Public Health, 14(3), 1–17.

Santrock, J. W. (2019). Adolescence (16th ed.). New York: McGraw-Hill.

Selye, H. (1976). The stress of life (rev. ed.). New York: McGraw-Hill.

Setiawan, A., & Nurmalasari, F. (2021). Strategi coping siswa SMK dalam menghadapi tuntutan praktik kerja industri. Jurnal Konseling Indonesia, 7(1), 45–54.

Twenge, J. M., Joiner, T. E., Rogers, M. L., & Martin, G. N. (2019). Increases in depressive symptoms, suicide-related outcomes, and suicide rates among U.S. adolescents after 2010 and links to increased new media screen time. Journal of Abnormal Psychology, 128(2), 119–133.

Additional Files

Published

2026-01-31