Tanggap Bermedia Sosial Di Kalangan Santri Dalam Menghadapi Era Digital

Authors

  • Abd. Chaidir Marasabessy Universitas Pamulang
  • Amrizal Siagian Universitas Pamulang
  • Abi Robian Universitas Pamulang

DOI:

https://doi.org/10.32493/abdilaksana.v7i2.60029

Keywords:

Literasi Digital, Pesantren, Santri, Media Sosial, Tabayyun

Abstract

Pesatnya transformasi digital menempatkan santri pada risiko paparan disinformasi dan pelanggaran etika digital. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan resiliensi digital santri melalui edukasi literasi media yang kritis dan bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang melibatkan survei literasi, workshop interaktif, dan pendampingan produksi konten dakwah positif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi santri, di mana pemahaman mengenai etika bermedia sosial meningkat hingga 92,5% dan kemampuan verifikasi informasi (factchecking) meningkat dari 45% menjadi 68%. Selain itu, kegiatan ini berhasil menyusun draf Standard Operating Procedure (SOP) penggunaan media sosial di lingkungan pesantren sebagai instrumen keberlanjutan program. Simpulan dari pengabdian ini adalah bahwa integrasi nilai tradisional tabayyun dengan kecakapan teknis modern efektif mentransformasi santri dari konsumen informasi pasif menjadi produsen konten dakwah yang kredibel. Penguatan ketahanan digital ini sangat krusial dalam memitigasi risiko siber sekaligus menjaga integritas moral santri di era disrupsi.

References

Afreen, R. (2014). Bring Your Own Device (BYOD) in Higher Education: Opportunities and Challenges. International Journal of Emerging Trends & Technology in Computer Science, 3(1), 233-236.

Ali Yazmi, Nerisma Eka Putri, & Willy Azwendra. (2025). Transformasi Digital dalam Efektivitas Pembelajaran di Pondok Pesantren. Proceeding of International Conference on Islamic Boarding School , 2(1). https://doi.org/10.61159/icop.v2i1.607

Crowther, G. A. (2018). National Defense and the Cyber Domain. 2018 Index of US Military Strength, 83-97.

Fatkhurrohman, A. A. (2025, November). Gerakan Sosial Komunitas Santri Menghadapi Radikalisme di Media. In Proceeding of Conference on Strengthening Islamic Studies in The Digital Era, [S.l.], v. 4, n. 1, p. 124-137, nov. 2025. ISSN 2808-4675. Available at: https://prosiding.iainponorogo.ac.id/index.php/ficosis/article/view/1559

Helsper, E., & Eynon, R. (2013). Pathways to digital literacy and engagement Article (Accepted version) (Refereed).

Illiyyun, N. N., Anshori, A. A., & Suyanto, H. (2020). Aisnusantara: Kontribusi Santri Membangun Narasi Damai di Era Digitalisasi Media. JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo), 4(2), 165–186. https://doi.org/10.21580/jsw.2020.4.2.5738

Ja’far, A. (2019). Literasi Digital Pesantren: Perubahan Dan Kontestasi. Islamic Review: Jurnal Riset Dan Kajian Keislaman, 8(1), 17-35. https://doi.org/https://doi.org/10.35878/islamicreview.v8i1.156

Jones, L. M., & Mitchell, K. J. (2016). Defining and measuring youth digital citizenship. New Media and Society, 18(9), 2063–2079. https://doi.org/10.1177/1461444815577797

Kindon, S., Pain, R., & Kesby, M. (2007). Participatory Action Research Approaches and Methods. Connecting People, Participation and Place. Abingdon: Routledge, 260.

Kurnain, N. D., Bintang, A. K., Fuadah, S. T., & Shofiyah, S. (2025, October). Edukasi Bijak Bermedia Sosial Sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Etika Digital Siswa. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ. Retrieved http://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnaskat

Kurniawan, M. A., & Hartati, S. (2025). Manajemen Risiko Dalam Pengembangan Program Pendidikan Inovatif Berbasis Teknologi Digital Di Sekolah Islam Swasta. Jurnal Dinamika Pendidikan Islam, 1(1), 1-8.

Knowles, M. S., Holton III, E. F., & Swanson, R. A. (2014). The Adult Learner: The Definitive Classic in Adult Education and Human Resource Development. Routledge.

Iswanto, A. (2020). Kiai Sebagai Patron Dan Sponsor Praktik Multiliterasi Di Pesantren Pada Era Media Digital. Edukasi, 18(3), 287-301. Retrieved http://jurnaledukasikemenag.org

Livingstone, S. (2014). Developing social media literacy: How children learn to interpret risky opportunities on social network sites. Communications, 39(3), 283–303. https://doi.org/10.1515/commun-2014-0113

Lumintang, D. R. (2023). Optimalisasi Gerakan Nasional Literasi Digital Guna Peningkatan Ketahanan Siber Nasional. Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia.

Mäkinen, M. (2006). Digital Empowerment as a Process for Enhancing Citizens’ Participation (Vol. 3, Number 3).

Moeller, A. Kramer., Creswell, J. W., & Saville, Nick. (2016). Second Language Assessment and Mixed Methods Research. Cambridge University Press.

Pratama, R. A. (2021). Analisis Peran Virtual Police Dalam Upaya Pencegahan Tindak Pidana ITE (Studi Pada Kepolisian Daerah Lampung) (Skripsi). http://digilib.unila.ac.id/62041/3/SKRIPSI%20TANPA%20BAB%20PEMBAHASAN%20-%20Redho%20Ananta%20Pratama.pdf

Supyan, A. A., & Harmonika, S. (2025). Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Pesantren: Konstruksi Akhlakul Karimah di Era Disrupsi Digital. Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Amin, 4(1), 368-386.

Ubaidillah, M., Hazizi, S., Warahmah, M., Azwira, A., & Birata, H. D. (2025). Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Desa Labuhan Kertasari Sumbawa Barat. https://jurnal.staim-probolinggo.ac.id/index.php/DJCE/issue/view/175

Westerman, D., Spence, P. R., & Van Der Heide, B. (2014). Social Media as Information Source: Recency of Updates and Credibility of Information. Journal of Computer-Mediated Communication, 19(2), 171–183. https://doi.org/10.1111/jcc4.12041

Zuhdi, M. H. (2021). Moderasi Maqashidi Sebagai Model Kontra Narasi Ekstremisme Beragama. Istinbath, 19(2), 442–469. Retrieved from https://www.istinbath.or.id/index.php/ijhi/article/view/482

Additional Files

Published

2026-05-31