Analisis Struktur Modal Pada Perusahaan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) 2022-2024

Authors

  • Hasbi Reza Apriana Universitas Sebelas April
  • Sherlin Maitsa Haya Tsabhira Universitas Sebelas April
  • Yudi Permana Putra Universitas Sebelas April
  • Tita Kartika Universitas Sebelas April

DOI:

https://doi.org/10.32493/jiim.v4i2.55236

Keywords:

ekuitas negatif, industri tekstil, leverage, struktur modal

Abstract

Penelitian ini menganalisis struktur modal PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) pada periode 2022–2024 untuk mengidentifikasi penyebab, dampak, dan risiko keuangan yang mendorong perusahaan menuju kondisi pailit. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan data sekunder laporan keuangan, penelitian menelaah indikator utama seperti Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt Ratio (DR), serta membandingkannya dengan perusahaan sejenis di industri tekstil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sritex mengalami insolvensi teknis kronis yang ditandai oleh ekuitas negatif sejak 2022 dan beban utang yang meningkat hingga melampaui 1,6 miliar USD. Ketergantungan tinggi pada utang jangka panjang, terutama utang valuta asing, tidak diimbangi dengan kinerja operasional yang memadai, sehingga ekuitas terus tergerus dan struktur modal menjadi tidak sehat. Kombinasi utang yang membengkak, aset menurun, dan risiko distress yang tinggi menunjukkan runtuhnya struktur permodalan dan hilangnya kemampuan perusahaan mempertahankan kelangsungan usaha. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketidakseimbangan struktur modal dan eksposur utang berlebih menjadi faktor utama kegagalan Sritex, sekaligus menekankan pentingnya kebijakan pendanaan yang lebih konservatif di industri tekstil.

References

Bisnis.com. (2025). Akhir kejayaan Sritex, aset dilelang untuk bayar utang.

Brigham, E. F., & Houston, J. F. (2019). Fundamentals of financial management. Cengage Learning.

Dewi, A., & Purnamasari, R. (2021). Pengaruh tekanan keuangan terhadap perubahan struktur modal pada perusahaan manufaktur. Jurnal Akuntansi dan Bisnis, 11(2):145–156.

FinancialReview.id. (2023). Sritex laporkan akumulasi rugi capai USD 1,16 miliar.

Fortune Indonesia. (2024). Sritex punya setumpuk utang perbankan.

GoodStats. (2024). Ditetapkan pailit oleh PN, berikut defisiensi modal sampai hutang ke 28 bank.

Kasmir. (2018). Analisis laporan keuangan. RajaGrafindo Persada.

KBAnews. (2025, April 23). Di balik kebangkrutan pabrik tekstil: Penyebab dan harapan untuk bangkit.

Kompas.com. (2025). Akhir riwayat Sritex resmi tutup 1 Maret 2025.

Kompas. (2025, Mei 17). OJK ungkap tantangan struktural industri tekstil nasional.

Kompas.com. (2025). 1300 eks buruh Sritex kembali bekerja sejak 5 Mei 2025.

Liputan6.com. (2024). Sritex catat utang setara Rp 25,14 triliun, intip rinciannya.

Liputan6.com. (2024). Utang Sritex tembus Rp 26,35 triliun hingga September 2024.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Myers, S. C., & Majluf, N. S. (1984). Corporate financing and investment decisions when firms have information that investors do not have. Journal of Financial Economics, 13(2):187–221.

Prasetyo, D. (2021). Dampak leverage terhadap kerentanan finansial industri tekstil Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 9(3):201–215.

Sari, M., & Yuliani, F. (2024). Leverage dan financial distress pada perusahaan tekstil di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Keuangan, 15(1):55–67.

Sartono, A. (2016). Manajemen keuangan teori dan aplikasi. BPFE.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Weston, J. F., & Brigham, E. F. (2014). Essentials of managerial finance. Dryden Press.

Weston, J. F., & Copeland, T. E. (2010). Managerial finance. Dryden Press.

Downloads

Published

2025-12-05