Penilaian Kualitas Layanan Aplikasi E-Sambat Pasuruan Dengan Pendekatan Dimensi E-Govqual
DOI:
https://doi.org/10.32493/jitmi.v8i1.y2025.p32-38Keywords:
Kualitas Layanan, E-Sambat, E-GovqualAbstract
Pelayanan publik merupakan mediator pemerintah dalam memberikan layanan kebutuhan masyarakat. Perkembangan teknologi mempermudah aparatur negara dan daerah dalam memberikan pelayanan publik melalui sebuah aplikasi disebut E-Government. Seperti halnya Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pasuruan telah mencoba menyelenggarakan aplikasi E-Sambat. Penelitian ini bertujuan untuk memberi pemahaman terkait kualitas layanan E-Sambat berdasarkan pendekatan dimensi E-GovQual, gap antara kinerja E-Sambat dengan harapan masyarakat untuk aplikasi E-Sambat, serta mengetahui item mana saja yang akan dijadikan prioritas untuk segera diperbaiki pada aplikasi E-Sambat. Untuk menganalisis kelayakan aplikasi menggunakan GAP dan metode Important Performance Analysis (IPA) digunakan untuk menganalisa item yang dijadikan prioritas pembenahan. Responden pada penelitian ini sebanyak 445 responden. Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan, kualitas layanan aplikasi E-Sambat sudah sangat layak dengan nilai persentase kelayakan sebesar 100%, GAP kinerja aplikasi dan harapan masyarakat untuk variabel Kemudahan Penggunaan (Ease of Use) sebesar 0,08, variabel Kepercayaan sebesar -0,04, variabel Functionality of the Interaction Environment sebesar 0,02, variabel Kehandalan sebesar -0,03, variabel Isi dan Tampilan Informasi sebesar 0,01, dan variabel Dukungan Masyarakat sebesar 0,00. Rata-rata gap secara keseluruhan sebesar 0,01 yang berarti bahwa masyarakat puas terhadap layanan aplikasi E-Sambat. Ada enam item yang dijadikan prioritas perbaikan yaitu TR 1 (keamanan data pribadi pengguna E-Sambat), TR 6 (akses kontrol pengguna E-Sambat), RLB 1 (kecepatan dalam mengunduh formulir E-Sambat), CAI 7 (penggunaan warna di aplikasi E-Sambat), CAI 8 (grafis pada aplikasi E-Sambat), dan CS 5 (Pertanyaan pengguna dijawab dengan cepat).References
Fuad, A. (2013). Penilaian Kualitas Layanan E-Government Dengan Menggunakan Dimensi E-Govqual ( Studi Kasus Pemerintah Provinsi Jawa Timur ). Jurnal Teknik Pomits, 1(1).
Kotler, P. (2012). Manajemen Pemasaran edisi 13 jilid 1 dan 2. In Jakarta: Erlangga.
Napitupulu, D. B. (2016). KUALITAS LAYANAN E-GOVERNMENT (SEBUAH ANALISA DI PEMKOT X DENGAN PENDEKATAN E-GOVQUAL DAN IPA). Jurnal Penelitian Pos Dan Informatika, 6(2). https://doi.org/10.17933/jppi.2016.060203
Nautami, D. T., & Wahid, F. (2019). Penerapan Metode E-Govqual Untuk Mengevaluasi Kualitas Layanan Aplikasi E-Filling Oleh Wajib Pajak. Prosiding Seminar Nasional Geotik.
Nugraha, M. (2018). MANAJEMEN KELAS DALAM MENINGKATKAN PROSES PEMBELAJARAN. Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan, 4(01). https://doi.org/10.32678/tarbawi.v4i01.1769
Parasuraman. (2001). The Behaviorial Consequenses of Service Quality. Jurnal of Marketing, 60.
Sahri, N. (2022). PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT PADA KANTOR DESA ALAM PANJANG KECAMATAN RUMBIO JAYA KABUPATEN KAMPAR [UIN SUSKA RIAU]. https://repository.uin-suska.ac.id/63068/1/GABUNGAN SKRIPSI KECUALI BAB V.pdf
Saputra, R. A., Suprapto, & Rachmadi, A. (2018). Penilaian Kualitas Layanan E-Government Dengan Pendekatan Dimensi EGovqual dan Importance Performance Analysis (IPA) (Studi Kasus Pada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat). In Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (Vol. 2, Issue 5).
Seruji. (2021). E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan. https://seruji.co.id/peristiwa/e-sambat-cara-gus-ipul-manfaatkanhttps://seruji.co.id/peristiwa/E-Sambat-cara-gus-ipul-manfaatkan- teknologi-digital-untuk-layani-warga-kota-pasuruan/
Suryantoro, B., & Kusdyana, Y. (2020). ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA. Jurnal Baruna Horizon, 3(2). https://doi.org/10.52310/jbhorizon.v3i2.42
Tan, S. Y., & Taeihagh, A. (2020). Smart city governance in developing countries: A systematic literature review. Sustainability (Switzerland), 12(3). https://doi.org/10.3390/su12030899
Wahono, R. A. (2018). Penerapan E-Govqual dalam Sistem Evaluasi Penilaian Kualitas Layanan E- goverment Pemerintah Kabupaten Malang. Universitas Jember.
Wilujeng, F. R., Rembulan, G. D., Andreas, D., & Tannady, H. (2019). Meningkatkan Kepuasan Pelanggan pada Dua Bisnis E-Commerce Terbesar di Indonesia dengan Menggunakan Analisis Servqual dan IPA. Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Program Studi Teknik Industri Universitas Pamulang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
JITMI : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri have CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly work.
In developing strategy and setting priorities, JITMI : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri recognize that free access is better than priced access, libre access is better than free access, and libre under CC-BY-SA or the equivalent is better than libre under more restrictive open licenses. We should achieve what we can when we can. We should not delay achieving free in order to achieve libre, and we should not stop with free when we can achieve libre.





