Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 7 No. 1 Maret 2025
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
40
Pendampingan Penguatan Profil Pelajar Pancasila Melalui Program
Pengelolaan Sampah dengan Prinsip 5R berbasis Edukasi dan
Sedekah Sampah
Ani Apriani
a,1
, Paramitha Tedja Trisnaning
b,2
, Fatimah
c,3
, Insren Loisa Marsyom
d,4
, Angel Ribka
Chalista
e,5
, Rizky Eka Putri
f,6
, Gilang Ramadhan Dwi Cahyo
g,7
a-g
Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional
Yogyakarta
1*
aniapriani@itny.ac.id;
2
mitha@itny.ac.id;
3
fatimah@itny.ac.id;
4
4100230044@students.itny.ac.id;
5
4100230004@students.itny.ac.id;
6
4100230039@students.itny.ac.id;
7
4100230077@students.itny.ac.id
Naskah diterima: 7 Januari 2025, direvisi: 17 Februari 2025, disetujui: 28 Februari 2025
Abstrak
Masalah pengelolaan sampah di lingkungan sekolah sering kali disebabkan oleh
kurangnya kesadaran dan pemahaman siswa tentang pentingnya memilah dan
mengelola sampah dengan benar. Program Pendampingan Projek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila (P5) di SDIT Salsabila Baiturahman bertujuan untuk meningkatkan
kesadaran dan pemahaman siswa mengenai pengelolaan sampah berbasis prinsip 5R
(Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Repair) serta mengimplementasikan program
Sedekah Sampah. Metode pelaksanaan program ini meliputi edukasi melalui
penyuluhan dan workshop, serta implementasi program Sedekah Sampah. Hasil
kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terkait
pengelolaan sampah berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test (p-value =
0,000). Implementasi program juga berhasil mendukung program sekolah dengan
memanfaatkan hasil penjualan sampah untuk keperluan sekolah. Kegiatan ini
memberikan kontribusi nyata dalam penguatan karakter siswa, khususnya dalam aspek
peduli lingkungan dan gotong royong, sesuai dengan tujuan P5.
Kata-kata Kunci: P5; Edukasi; Sedekah Sampah
Abstract
Waste management issues in schools are often caused by a lack of awareness and
understanding among students regarding the importance of sorting and managing
waste properly. The mentoring program for the Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila (P5) at SDIT Salsabila Baiturahman aims to improve students’ awareness
and understanding of waste management based on the 5R principles (Refuse, Reduce,
Reuse, Recycle, Repair) and implement the Sedekah Sampah program. The program
was conducted through educational activities, including counseling and workshops, as
well as the implementation of the Sedekah Sampah program. Results indicated a
significant improvement in students’ understanding of waste management, as
evidenced by the Wilcoxon Signed Ranks Test (p-value = 0.000). The implementation
also successfully supported school activities using funds generated from waste sales.
This program contributes to character building in students, particularly in
environmental awareness and collaboration, aligning with P5 goals.
Keywords: P5, Education, Sedekah Sampah
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 7 No. 1 Maret 2025
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
41
PENDAHULUAN
Sampah masih menjadi permasalahan
serius di berbagai wilayah, termasuk di
lingkungan sekolah. Pengelolaan sampah
yang tidak memadai dapat memicu
pencemaran lingkungan, seperti polusi tanah,
air, dan udara, serta berdampak negatif pada
kesehatan masyarakat (Agustina et al.,
2017)(Sari, Amrina and Rahmah,
2021)(Widjaja and Gunawan, 2022). Di
Kabupaten Klaten, pengelolaan sampah
belum merata, dengan delapan kecamatan
dari total 26 kecamatan belum memiliki
tempat pengelolaan sampah (Mustaghfiroh et
al., 2020). Situasi ini mengindikasikan
perlunya pendekatan yang lebih inklusif
untuk meningkatkan kesadaran dan
keterampilan pengelolaan sampah, terutama
di lingkungan pendidikan sebagai tempat
pembentukan karakter sejak dini (Marsyom
et al., 2024)(Intan Paradita, 2018).
Di SDIT Salsabila Baiturahman
Prambanan, permasalahan sampah juga
menjadi perhatian. Banyak warga sekolah,
baik siswa maupun guru, belum memiliki
kebiasaan tertib dalam membuang sampah
pada tempatnya. Selain itu, pengetahuan
mengenai pemilahan sampah sesuai jenisnya
dan pengelolaannya agar menjadi sesuatu
yang bermanfaat masih terbatas. Padahal,
sampah yang dikelola dengan baik tidak
hanya berdampak positif pada kesehatan
lingkungan, tetapi juga dapat memberikan
nilai ekonomi yang signifikan (Asep Risman
& Eka Saputra, 2023) dan (Hartono, 2023).
Sebagai sekolah penggerak, SD IT Salsabila
Baiturahman memiliki tanggung jawab besar
dalam mendukung tercapainya Profil Pelajar
Pancasila melalui program yang relevan dan
bermakna. Salah satu program unggulan
yang dijalankan adalah Projek Penguatan
Profil Pelajar Pancasila (P5), yang
bertujuan memberikan pengalaman belajar
kontekstual kepada siswa.
Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk
melakukan pendampingan program P5 yang
dilaksanakan dengan melaksanakan edukasi
pengelolaan sampah dan menerapkan
program sedekah sampah. Dalam konteks
ini, program pengelolaan sampah berbasis
prinsip 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle,
Repair) menjadi pilihan strategis yang
selaras dengan visi sekolah untuk mencetak
generasi Qurani yang cakap, cendekia, dan
berakhlak mulia. Konsep 5R mengajarkan
siswa berbagai kebiasaan positif terkait
pengelolaan sampah (Dewi et al., 2022) dan
(Budi Setianingrum, 2018). Refuse
mengajarkan siswa untuk menolak barang
sekali pakai, seperti plastik dan sedotan,
guna mengurangi produksi sampah. Reduce
mendorong siswa untuk mengurangi
penggunaan barang yang tidak diperlukan,
seperti membawa botol minum sendiri untuk
menghindari kemasan plastik. Reuse
mengajarkan siswa memanfaatkan kembali
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 7 No. 1 Maret 2025
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
42
barang yang masih layak, misalnya
menggunakan kembali wadah bekas untuk
keperluan lain. Recycle membantu siswa
memahami cara mendaur ulang sampah
menjadi produk baru, seperti membuat
kerajinan dari botol bekas. Sementara itu,
Repair mengajarkan siswa untuk
memperbaiki barang yang rusak agar tidak
langsung dibuang (Dewi et al., 2022)dan
(Ulfah et al., 2016).
Sebagai bagian dari edukasi
lingkungan, program ini juga dilengkapi
dengan inisiatif "Sedekah Sampah," di mana
siswa dan warga sekolah diajak untuk
mengumpulkan sampah yang dapat didaur
ulang, seperti botol plastik dan kertas bekas,
untuk dijual kepengepul dan hasil
penjualannya digunakan untuk mendukung
program sekolah. Melalui penerapan prinsip
5R berbasis edukasi dan Sedekah Sampah,
program ini diharapkan dapat meningkatkan
kesadaran dan keterampilan siswa dalam
pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Selain itu, program ini juga menjadi sarana
pembentukan karakter siswa yang sejalan
dengan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila,
seperti gotong royong, peduli lingkungan,
dan berpikir kritis dalam menghadapi
permasalahan di sekitar mereka. Dengan
demikian, SD IT Salsabila Baiturahman
dapat menjadi model sekolah yang berhasil
mengintegrasikan pendidikan karakter,
keberlanjutan lingkungan, dan pengelolaan
sampah melalui pendekatan yang praktis dan
aplikatif.
METODE
Metode dalam pelaksanaan program
pengabdian ini diselaraskan dengan outcome
kegiatan P5. Secara umum kegiatan tersebur
dilakukan dalam tiga tahapan yaitu edukasi,
implementasi (program sedekah sampah) dan
evaluasi. Pelaksanaan kegiatan edukasi
dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 dan
kegiatan sedekah sampah dilaksanakanan
pada bulan Oktober dan Desember 2024.
Sasaran kegiatan pengabdian adalah seluruh
warga sekolah khususnya siswa untuk
peningkatan pemahaman pengelolaan
sampah yang baik dan benar.
Kegiatan edukasi dilakukan melalui
penyuluhan dan workshop yang bertujuan
untuk memberikan pemahaman kepada siswa
mengenai cara pemilahan sampah dan
pengelolaan sampah yang benar. Dalam
kegiatan ini, materi yang disampaikan
berfokus pada konsep 5R (Refuse, Reduce,
Reuse, Recycle, Repair), yang merupakan
prinsip dasar dalam pengelolaan sampah
ramah lingkungan. Melalui edukasi ini,
siswa diharapkan dapat memahami
pentingnya memilah sampah sesuai jenisnya
dan mengimplementasikan prinsip 5R dalam
kehidupan sehari-hari.
Untuk meningkatkan pemahaman
siswa, kegiatan edukasi juga mencakup
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 7 No. 1 Maret 2025
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
43
pelatihan praktis mengenai cara memilah
sampah. Pelatihan ini dilakukan dengan cara
langsung melibatkan siswa dalam
mempraktikkan pemilahan sampah sesuai
dengan kategori seperti sampah organik,
anorganik, dan sampah yang bisa didaur
ulang. Selain itu, guru turut dilibatkan dalam
setiap sesi sebagai pendamping yang
memfasilitasi dan mendampingi siswa dalam
setiap aktivitas. Hal ini bertujuan agar proses
pembelajaran berjalan secara interaktif dan
siswa dapat lebih mudah menyerap materi
yang diberikan.
Setelah tahap edukasi, tahapan
berikutnya adalah implementasi yang
berfokus pada program Sedekah Sampah.
Program ini bertujuan untuk
mengintegrasikan prinsip-prinsip
pengelolaan sampah yang telah diajarkan
dalam kegiatan edukasi ke dalam praktik
sehari-hari di lingkungan sekolah. Sedekah
Sampah menjadi kegiatan rutin yang
dilaksanakan secara berkesinambungan, di
mana siswa diajak untuk mengumpulkan
sampah yang bernilai ekonomi, seperti botol
plastik, kardus, atau bahan daur ulang
lainnya.
Selain itu, dalam tahap implementasi,
sekolah turut difasilitasi proses pengumpulan
sampah dengan menyediakan tempat sampah
yang sesuai dengan jenis sampah yang ada.
Tempat sampah ini dirancang untuk
memudahkan siswa dalam membuang
sampah berdasarkan kategori seperti sampah
organik, anorganik, dan sampah yang bisa
didaur ulang. Fasilitas ini merupakan bagian
dari upaya kegiatan pengabdian untuk
memperkenalkan sistem pengelolaan sampah
yang terorganisir dengan baik kepada siswa.
Hasil dari program Sedekah Sampah
ini adalah tidak hanya tercapainya tujuan
pengelolaan sampah yang lebih baik, tetapi
juga meningkatnya kesadaran siswa untuk
memilah sampah dengan benar dan
memanfaatkan sampah untuk tujuan yang
lebih bermanfaat, seperti daur ulang atau
program sosial. Secara keseluruhan, program
ini diharapkan dapat memberikan dampak
positif bagi lingkungan sekolah dan
membentuk kebiasaan ramah lingkungan
yang berkelanjutan bagi siswa.
Evaluasi kegiatan dilakukan melalui
dua metode: penyebaran kuesioner kepada
siswa dan guru, serta diskusi evaluasi bersama
pihak sekolah. Tahap ini bertujuan untuk
mengukur efektivitas kegiatan dan
mendapatkan masukan untuk perbaikan
program kedepannya. Untuk menilai dampak
kegiatan terhadap pemahaman siswa mengenai
pengelolaan sampah, digunakan kuesioner pre
dan post. Kuesioner pre disebarkan sebelum
kegiatan edukasi dimulai, dengan tujuan untuk
mengukur pengetahuan dasar siswa tentang
pengelolaan sampah dan prinsip 5R (Refuse,
Reduce, Reuse, Recycle, Repair). Setelah
kegiatan edukasi dan implementasi selesai,
kuesioner post disebarkan untuk mengetahui
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 7 No. 1 Maret 2025
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
44
perubahan dalam pengetahuan siswa terkait
pengelolaan sampah. Perbandingan hasil dari
kuesioner pre dan post ini diharapkan dapat
memberikan gambaran yang jelas mengenai
efektivitas program dalam meningkatkan
kesadaran lingkungan di kalangan siswa dan
guru.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila (P5) bertujuan untuk
mengedepankan penguatan karakter siswa
melalui pengalaman belajar yang
berhubungan langsung dengan kehidupan
nyata, yang meliputi aspek-aspek seperti
peduli lingkungan, gotong royong, dan
tanggung jawab sosial (Susilawati et al.,
2021) dan (Asiati & Hasanah, 2022). Dalam
hal ini, P5 tidak hanya mengutamakan
pengetahuan akademik, tetapi juga
mengembangkan keterampilan sosial,
kerjasama, serta kesadaran akan pentingnya
melestarikan lingkungan hidup. Program ini
mengintegrasikan kegiatan yang dapat
membantu siswa memahami nilai-nilai
Pancasila melalui praktik nyata dalam
kehidupan sehari-hari, termasuk dalam
pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan
berwawasan lingkungan (Rusnaini et al.,
2021) dan (Nuril Lubaba and Alfiansyah,
2022). Tema kegiatan P5 yang dirancang
sekolah adalah pengelolaan sampah.
Sehingga untuk mendukung terlaksananya
outcome kegiatan tersebut dilakukan
kegiatan yang komprehensif melalui edukasi
dan program sedekah sampah.
1. Edukasi Pengelolaan Sampah dengan
Prinsip 5R
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk
memberikan edukasi mengenai pengelolaan
sampah yang benar melalui penerapan
prinsip 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle,
Repair). Kegiatan ini bertujuan untuk
meningkatkan kesadaran siswa dan guru
tentang pentingnya memilah sampah,
mengelola sampah dengan tepat, dan
memanfaatkan sampah untuk tujuan yang
lebih bermanfaat, seperti daur ulang atau
kegiatan sosial. Kegiatan ini selaras dengan
tujuan P5, karena tidak hanya mengajarkan
pengelolaan sampah yang ramah lingkungan,
tetapi juga memperkenalkan siswa pada
pentingnya sikap gotong royong dan
kepedulian sosial dalam menjaga kelestarian
lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
Pada tahap edukasi, kegiatan berhasil
dilaksanakan dengan baik. Edukasi
mengenai prinsip 5R dan cara pengelolaan
sampah yang benar dilakukan melalui
penyuluhan dan workshop yang melibatkan
siswa dan guru. Kegiatan ini dilaksanakan di
dua lokasi, yaitu Kampus 1 untuk siswa
kelas 5 dan 6, serta Kampus 2 untuk siswa
kelas 1 hingga 4.
Kegiatan edukasi selain dilaksanakan
dengan metode ceramah juga dilengkapi
dengan praktik langsung untuk mengenali
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 7 No. 1 Maret 2025
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
45
jenis-jenis sampah yang memiliki nilai
ekonomi. Dalam praktik ini, siswa didampingi
oleh guru untuk memilah sampah berdasarkan
jenisnya, seperti plastik, kertas, dan logam,
serta menentukan potensi nilai jual dari
masing-masing jenis sampah. Selain itu, siswa
juga diajarkan cara merapikan sampah agar
lebih mudah disimpan dan dikelola, seperti
melipat kardus, membersihkan botol plastik,
dan mengikat kertas bekas. Pendampingan ini
bertujuan memberikan pengalaman langsung
kepada siswa, sehingga mereka memahami
pentingnya pengelolaan sampah yang benar
dan efisien serta manfaat ekonominya. Setelah
kegiatan ini, siswa dapat memahami dengan
jelas tentang cara memilah sampah sesuai
dengan jenisnya serta prinsip-prinsip dalam
pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
Gambar 1. Edukasi Pengelolaan Sampah
untuk Kelas 5 dan 6
Gambar 2. Edukasi Pengelolaan Sampah
untuk Kelas 1 4.
Gambar 3. Praktik Langsung Cara Memilah
Sampah yang Didampingi oleh Guru
Pengelolaan sampah berbasis prinsip
5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Repair)
merupakan strategi yang efektif dalam
mengurangi jumlah sampah yang berakhir di
tempat pembuangan akhir (TPA). Prinsip ini
tidak hanya mendorong individu untuk
mengurangi konsumsi produk yang
menghasilkan limbah, tetapi juga
mengajarkan keterampilan pemanfaatan
ulang dan pengelolaan sampah menjadi
barang yang bermanfaat (Iqbal et al., 2024).
Edukasi tentang prinsip 5R telah terbukti
mampu meningkatkan literasi lingkungan
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 7 No. 1 Maret 2025
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
46
dan membangun sikap peduli lingkungan di
kalangan siswa (Muhshanati et al., 2023).
Pelaksanaan kegiatan edukasi dalam
program ini bertujuan memberikan
pengetahuan dasar tentang pentingnya
memilah sampah serta dampak negatif
pengelolaan sampah yang tidak tepat.
Sebagaimana dikemukakan oleh Ardiansyah
dan Wahidah (2021), pembelajaran berbasis
praktik langsung, seperti memilah sampah,
lebih efektif dalam membangun pemahaman
dan kesadaran siswa daripada pendekatan
teori semata. Dalam kegiatan ini, siswa
diajarkan untuk mengenali jenis sampah
bernilai ekonomi, seperti plastik, kertas, dan
logam, yang sesuai dengan temuan Larasati
Nisa dan Fitria Laila (2020) bahwa
pemahaman jenis sampah dapat memotivasi
pengelolaan berbasis nilai ekonomi.
2. Implementasi Kegiatan (Program
Sedekah Sampah)
Implementasi kegiatan Sedekah
Sampah dimulai dengan pemberian unit
kotak sampah jaring kepada SDIT Salsabila
Baiturahman. Kotak sampah ini dirancang
khusus untuk menampung sampah botol dan
gelas plastik, yang menjadi salah satu jenis
sampah paling banyak di lingkungan
sekolah. Fasilitas ini diberikan sebagai
bentuk dukungan terhadap program
pengelolaan sampah dan untuk
mempermudah proses pemilahan sampah
oleh siswa dan guru.
Gambar 4. Serah Terima 2 Unit Kotak
Sampah Jaring
Setelah pemberian fasilitas, program
Sedekah Sampah mulai diimplementasikan
sebagai kegiatan rutin di sekolah. Siswa
didorong untuk membawa sampah anorganik
dari rumah, seperti botol plastik, gelas
plastik, dan kertas bekas, Sampah-sampah
yang terkumpul kemudian dijual langsung
kepada pengepul. Hasil dari penjualan
sampah ini digunakan untuk mendukung
berbagai program sekolah, seperti pengadaan
fasilitas belajar untuk siswa.
Gambar 5. Siswa Membawa Sampah
Bernilai Ekonomis
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 7 No. 1 Maret 2025
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
47
Gambar 6. Proses Pemilahan Sampah Sesuai
Jenisnya yang Melibatkan Guru dan Siswa
Gambar 7. Penjualan Hasil Sedekah Sampah
ke Pengepul
Gambar 8. Hasil Sedekah Sampah yang
diPublikasikan ke Wali Murid
Melalui program ini, siswa tidak
hanya diajarkan pentingnya memilah dan
mengelola sampah, tetapi juga diajak untuk
berkontribusi secara langsung dalam
mendukung kebutuhan sekolah. Selain itu,
program ini mengajarkan nilai gotong
royong, tanggung jawab, dan kepedulian
terhadap lingkungan, sejalan dengan nilai-
nilai yang terkandung dalam Projek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)(Rizal
& Nur, 2024).
3. Hasil Evaluasi
Sebelum mengevaluasi hasil program
secara keseluruhan, penting untuk
memahami sejauh mana peserta menyerap
materi yang telah disampaikan selama
kegiatan edukasi. Pemahaman peserta
mengenai pengelolaan sampah berdasarkan
prinsip 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle,
Repair) menjadi salah satu indikator utama
keberhasilan tahap edukasi. Untuk mengukur
pemahaman ini, dilakukan evaluasi
menggunakan kuesioner pre-test dan post-
test kepada siswa yang mengikuti kegiatan
edukasi. Kuesioner tersebut dirancang untuk
mengevaluasi tingkat pengetahuan siswa
tentang konsep 5R, cara pemilahan sampah
yang benar, serta kesadaran mereka terhadap
pentingnya pengelolaan sampah.
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 7 No. 1 Maret 2025
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
48
Gambar 9. Proses Pengisian Kuesioner
Evaluasi Pemahaman Pengelolaan Sampah
oleh Siswa
Gambar 10. Evaluasi Kegiatan dan Potensi
Keberlanjutan Program dengan Kepala
Sekolah
Hasil dari evaluasi pre-test dan post-
test kemudian dianalisis untuk mengetahui
peningkatan pemahaman siswa setelah
kegiatan edukasi. Data yang diperoleh
dirangkum dan disajikan pada Tabel 4
berikut:
Tabel 4. Pemahaman Peserta Terkait Pemahaman Materi Pengelolaan Sampah
Sebelum dan Sesudah Kegiatan
Pemahaman
Materi
Sebelum (Pre Test)
Setelah (Post Test)
Persentase
Frekuensi
Persentase
Kurang
21,2
0
0,0
Cukup
42,4
0
0,0
Baik
36,4
66
100,0
Total
100,0
66
100,0
Sumber : Data Primer Diolah (2025)
Hasil pre-test menunjukkan bahwa
sebelum kegiatan dilaksanakan, sebagian
besar siswa memiliki tingkat pemahaman
yang masih rendah hingga cukup. Sebanyak
21,2% siswa memiliki pemahaman yang
kurang, dan 42,4% siswa memiliki
pemahaman cukup. Hanya 36,4% siswa yang
menunjukkan pemahaman baik terhadap
pengelolaan sampah sebelum mengikuti
kegiatan edukasi.
Setelah pelaksanaan kegiatan
edukasi, hasil post-test menunjukkan
peningkatan yang signifikan pada
pemahaman siswa. Seluruh siswa (100%)
berhasil mencapai kategori pemahaman baik
setelah kegiatan berlangsung. Peningkatan
ini mengindikasikan keberhasilan kegiatan
edukasi dalam memberikan pemahaman
yang mendalam mengenai pengelolaan
sampah sesuai prinsip 5R.
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 7 No. 1 Maret 2025
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
49
Untuk menganalisis pengaruh
edukasi terhadap perubahan pemahaman
siswa dalam mengelola sampah, dilakukan
uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Uji ini
digunakan untuk mengevaluasi perbedaan
yang signifikan antara skor pre-test dan post-
test pada pemahaman siswa terkait
pengelolaan sampah berbasis prinsip 5R.
Hasil uji Wilcoxon Signed Ranks
Test disajikan pada Tabel 5 berikut:
Tabel 5. Hasil Uji Wilcoxon Signed Ranks
Test
Post Test - Pre Test
Z
-5.887
b
Asymp. Sig. (2-tailed)
.000
Sumber : Data Primer Diolah (2025)
Hasil analisis menunjukkan nilai Z
sebesar -5.887 dengan nilai Asymp. Sig. (2-
tailed) sebesar 0.000. Karena nilai p-value
(0.000) lebih kecil dari tingkat signifikansi
0.05, maka dapat disimpulkan bahwa
terdapat perbedaan yang signifikan antara
skor pre-test dan post-test.
Hasil ini menunjukkan bahwa
kegiatan edukasi yang diberikan berhasil
meningkatkan pemahaman siswa secara
signifikan mengenai pengelolaan sampah
berdasarkan prinsip 5R. Edukasi yang
melibatkan penyuluhan dan workshop
tentang pemilahan sampah, cara pengelolaan
yang benar, serta pentingnya daur ulang,
efektif dalam meningkatkan kesadaran dan
pengetahuan siswa.
Temuan ini juga relevan dengan
tujuan Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila (P5), khususnya dalam aspek
peduli lingkungan(Mavela & Satria, 2023).
Peningkatan pemahaman ini diharapkan
dapat mendorong siswa untuk menerapkan
konsep 5R dalam kehidupan sehari-hari, baik
di lingkungan sekolah maupun di rumah,
sehingga menciptakan dampak positif yang
berkelanjutan.
KESIMPULAN
Program pendampingan Projek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)
melalui pengelolaan sampah berbasis
edukasi dan program Sedekah Sampah di
SDIT Salsabila Baiturahman telah berhasil
meningkatkan pemahaman siswa mengenai
pengelolaan sampah yang benar sesuai
prinsip 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle,
Repair). Hal ini terbukti dari hasil uji
Wilcoxon Signed Ranks Test yang
menunjukkan peningkatan signifikan dalam
pemahaman siswa setelah mengikuti
kegiatan edukasi. Selain itu, implementasi
program Sedekah Sampah melalui
pemberian kotak sampah jaring untuk
memfasilitasi pengumpulan sampah botol
dan gelas plastik, diikuti dengan kegiatan
rutin menjual sampah ke pengepul, berhasil
memberikan manfaat nyata bagi lingkungan
sekolah dan mendukung program sekolah.
Kegiatan ini tidak hanya mendorong
penerapan nilai peduli lingkungan, tetapi
juga mengembangkan sikap gotong royong
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 7 No. 1 Maret 2025
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
50
dan tanggung jawab sosial siswa sebagai
bagian dari tujuan P5. Secara keseluruhan,
kegiatan ini memberikan kontribusi positif
dalam mewujudkan penguatan karakter
siswa yang selaras dengan nilai-nilai Pelajar
Pancasila, sekaligus menjawab permasalahan
pengelolaan sampah di lingkungan sekolah
dengan pendekatan yang aplikatif dan
berkelanjutan. Sehingga saran dari
pengabdian ini yaitu ada keberlanjutan
program dan meluaskan ide serupa di lokasi
sekolah lainnya.
UCAPAN TERIMAKASIH
Kegiatan pengabdian ini telaksana
atas program pendanaan Institut Teknologi
Nasional Yogyakarta melalui skema
Kolaboratif-Tematik dengan no kontrak
21/ITNY/LPPMI/Abdimas.Int/KTematik/XI/
2024
REFERENSI
Agustina, N., Irianty, H., & Wahyudi, N. T.
(2017). Hubungan Karakteristik Petugas
Kebersihan Dengan Pengelolaan
Sampah Di Puskesmas Kota
Banjarbaru. Jurnal Publikasi Kesehatan
Masyarakat Indonesia, 4(2), 6674.
https://doi.org/10.20527/jpkmi.v4i2.384
3
Ardiansyah, M., & Wahidah, I. (2021).
Pemberdayaan Masyarakat Melalui
Pengelolaan Sampah dan Pembuatan
Ecobric di Kampung Pongporang Desa
Srirahayu Kecamatan Cikancung.
Proceedings Uin Sunan Gunung Djati
Bandung, 1(60), 19.
Asep Risman, & Eka Saputra, B. L. (2023).
Literasi Keuangan Bank Sampah: Emas
Digital Untuk Mengatasi Penurunan
Nilai Poin DTBM dan Saldo Kas.
Jurnal Abdimas Perbanas, 4(2), 5966.
https://doi.org/10.56174/jap.v4i2.533
Asiati, S., & Hasanah, U. (2022).
Implementasi Projek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila Di Sekolah
Penggerak. Jurnal Lingkar Mutu
Pendidikan, 19(2), 6172.
https://doi.org/10.54124/jlmp.v19i2.78
Budi Setianingrum, R. (2018). Pengelolaan
Sampah Dengan Pola 3 R Untuk
Memperoleh Manfaat Ekonomi Bagi
Masyarakat. BERDIKARI: Jurnal
Inovasi Dan Penerapan Ipteks, 6(2),
173183.
https://doi.org/10.18196/bdr.6244
Dewi, R. E., Setiyaningrum, N., Hapsari, A.
S., & Pradana, F. G. (2022). Pemilahan
Sampah dengan Cara Paksa Pilah
Sampah dari Rumah. Berdikari: Jurnal
Inovasi Dan Penerapan Ipteks, 10(2),
225235.
https://doi.org/10.18196/berdikari.v10i2
.15729
Hartono, A. (2023). Pengaruh Sikap Ramah
Lingkungan, Kepedulian Lingkungan
dan Afeksi Lingkungan Terhadap
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 7 No. 1 Maret 2025
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
51
Pembelian Produk Hijau. EKOMBIS
REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan
, 11(2), 11951206.
https://jurnal.unived.ac.id/index.php/er/
article/view/3735%0Ahttps://jurnal.uni
ved.ac.id/index.php/er/article/download
/3735/3515
Intan Paradita, L. (2018). Pemilahan
Sampah: Satu Tahap Menuju
Masyarakat Mandiri Dalam
Pengelolaan Sampah. BERDIKARI:
Jurnal Inovasi Dan Penerapan Ipteks,
6(2), 184194.
https://doi.org/10.18196/bdr.6245
Iqbal, M., Yudha Irianto, R., Kamaludin, A.,
Jurusan Kesehatan Lingkungan, F., &
Kesehatan Bandung, P. (2024).
Tantangan Penanganan Sampah di
Kawasan Perkotaan (Studi Kualitatif)
Waste Handling Challenges in Urban
Area (Qualitative Study). Jurnal
Promotif Preventif, 7(2), 290.
http://journal.unpacti.ac.id/index.php/JP
P
Larasati Nisa, & Fitria Laila. (2020).
Analisis Sistem Pengelolaan Sampah
Organik di Universitas Indonesia (Studi
Kasus Efektivitas Unit Pengolahan
Sampah UI Depok). Jurnal Nasional
Kesehatan Lingkungan Global, 1(2),
8592.
https://doi.org/10.7454/jnklg.v1i2.1032
Marsyom, I. L., Chalista, A. R., Desvinta,
V., & Nur, A. (2024). Implementasi
Program Sedekah Sampah Sebagai
Model Pengelolaan Sampah di Sekolah.
2024(November), 7682.
Mavela, M., & Satria, A. P. (2023). Nilai
Karakter Kreatif Peserta Didik Dalam
P5 Pada Peserta Didik Kelas IV Tema
Kewirausahaan SDN 2 Pandean.
JUPEIS: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu
Sosial, 2(3), 152158.
https://doi.org/10.57218/jupeis.vol2.iss3
.776
Muhshanati, N., Azizah, C., & Abbas, R.
(2023). Willingness To Pay Sampah di
Kota Berkembang: Studi Kasus Kota
Meureudu Provinsi Aceh, Indonesia.
Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan,
9(2), 248259.
https://doi.org/10.29303/jstl.v9i2.440
Mustaghfiroh, U., Nimah, L. K.,
Sundusiyah, A., Addahlawi, H. A., &
Hidayatullah, A. F. (2020).
Implementasi Prinsip Good
Environmental Governance Dalam
Pengelolaan Sampah Di Indonesia. Bina
Hukum Lingkungan, 4(2), 279.
https://doi.org/10.24970/bhl.v4i2.106
Nuril Lubaba, M., & Alfiansyah, I. (2022).
Analisis Penerapan Profil Pelajar
Pancasila Dalam Pembentukan Karakter
Peserta Didik Di Sekolah Dasar.
EDUSAINTEK: Jurnal Pendidikan,
Sains Dan Teknologi, 9(3), 687706.
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 7 No. 1 Maret 2025
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
52
https://doi.org/10.47668/edusaintek.v9i
3.576
Rizal, Y. K., & Nur, L. (2024). Implementasi
Program P5 dalam Menumbuhkan
Nilai-Nilai Kearifan Lokal. Jurnal
Penelitian Pendidikan, 24(20), 227
237.
Rusnaini, R., Raharjo, R., Suryaningsih, A.,
& Noventari, W. (2021). Intensifikasi
Profil Pelajar Pancasila dan
Implikasinya Terhadap Ketahanan
Pribadi Siswa. Jurnal Ketahanan
Nasional, 27(2), 230.
https://doi.org/10.22146/jkn.67613
Sari, N., Amrina, D. H., & Rahmah, N. A.
(2021). Kajian Dampak Sampah Rumah
Tangga Terhadap Lingkungan Dan
Perekonomian Bagi Masyarakat
Kecamatan Sukarame Kota Bandar
Lampung Berdasarkan Perspektif Islam.
Holistic Journal of Management
Research, 6(2), 4259.
https://doi.org/10.33019/hjmr.v6i2.2734
Susilawati, E., Sarifudin, S., & Muslim, S.
(2021). Internalisasi Nilai Pancasila
Dalam Pembelajaran Melalui Penerapan
Profil Pelajar Pancasila Berbantuan
Platform Merdeka Mengajar. Jurnal
Teknodik, 25, 155167.
https://doi.org/10.32550/teknodik.v25i2
.897
Ulfah, N. A., Normelani, E., & Arisanty, D.
(2016). Studi Efektifitas Bank Sampah
Sebagai Salah Satu Pendekatan dalam
Pengelolaan Sampah Tingkat Sekolah
Atas (SMA) di Banjarmasin. Jurnal
Pendidikan Geografi, 3(5), 2237.
Widjaja, G., & Gunawan, S. L. (2022).
Dampak Sampah Limbah Rumah
Tangga Terhadap Kesehatan
Lingkungan. Journal of Health and
Medical Research, 2(4), 266275.
https://adisampublisher.org/index.php/ai
sha/article/view/208