31
menunjang pembelajaran yang semakin
berkembang di era digital. Penggunaan
internet tidak bisa lepas dari kehidupan
sehari-hari, khususnya remaja. Hal tersebut
dikarenakan hampir sebagian besar kegiatan
remaja membutuhkan internet, baik untuk
kebutuhan akademik maupun non-akademik
(Raharjo & Sumardjijati, 2024).
Oleh karena itu, sangat penting untuk
menjalin komunikasi keluarga menjadi peran
sentral dalam menghindari anak dari efek
negatif internet yang merugikan anak dan
orang tua, seperti kecanduan (Raharjo &
Sumardjijati, 2024). Keluarga merupakan
sekumpulan orang yang terikat oleh sebuah
sistem perkawinan, darah dan adopsi (Syukur,
2023). Keluarga memiliki sebuah sistem
komunikasi tersendiri, dan biasanya
komunikasi di sebuah keluarga memiliki
tujuan untuk mempererat keharmonisan
dalam keluarga, atau bahkan komunikasi
dalam keluarga bisa memecahkan masalah
yang ada di dalam keluarga tersebut.
Keluarga sendiri menjadi tempat di mana
mereka mendapatkan pendidikan dari orang
tua. Interaksi ini secara tidak langsung
mempengaruhi perilaku sosial anak-anak,
selain juga berfungsi sebagai sumber
perawatan dan pengasuhan. Peran keluarga
dalam membentuk karakter dan kepribadian
anak-anak sangatlah penting (Sitanggang et
al., 2021).
Komunikasi keluarga melibatkan
penggunaan kata-kata, bahasa tubuh, intonasi
suara, serta tindakan untuk membangun
harapan, mengekspresikan perasaan, dan
berbagi pemahaman. Berdasarkan definisi
tersebut, elemen-elemen seperti kata-kata,
bahasa tubuh, intonasi, dan tindakan memiliki
tujuan untuk mengajarkan, mempengaruhi,
serta memberikan pemahaman. Sementara
itu, tujuan utama komunikasi keluarga adalah
menciptakan dan menjaga interaksi antar
anggota keluarga sehingga terwujud
komunikasi yang efektif (Aziz Safrudin
dalam Sabarua & Mornene, 2020).
Pada dasarnya, komunikasi dalam
keluarga, terutama antara orang tua dan anak,
memiliki peran yang sangat penting bagi
keduanya. Melalui komunikasi yang efektif
dan konsisten, hubungan keakraban,
keterbukaan, serta perhatian satu sama lain
dapat terjalin dengan baik. Selain itu, orang
tua juga dapat lebih memahami
perkembangan anak, baik dari segi fisik
maupun psikologis (Sabarua & Mornene,
2020). Sosialisasi ini bertujuan untuk
meningkatkan kesadaran orang tua dalam
mengawasi anak berinternet.
METODE
Kegiatan ini dilaksanakan menggunakan
pendekatan diskusi interaktif dalam bentuk
sosialisasi. Kegiatan ini melibatkan