Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 8 No. 1 Maret 2026
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
1
Optimalisasi Sosialisasi Digital Marketing Pada UMKM Kreatif dan
Inovatif Guna Meningkatkan Daya Saing Produk
Hamida Syari Harahap
a,1
, Berliana Puspita Sari
b,2
, Oktaviana Anggali Nadeak
c,3
, Shabrina
Rizkiyani
d,4
a,b,c,d
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya; Fakultas Ilmu Komunikasi, Bekasi*
1
hamida.syari@dsn.ubharajaya.ac.id;
2
berlianapuspitasari.17@gmail.com;
3
sabrinarizkiyani4@gmail.com;
4
oktavianaanggali528@gmail.com
*hamida.syari@dsn.ubharajaya.ac.id
Naskah diterima: 15 Januari 2026, direvisi: 12 Februari 2026, disetujui: 28 Februari 2026
Abstrak
UMKM menjadi terobosan dalam mendukung perekonomian rakyat. Akan tetapi masih
banyak masyarakat menggantungkan pendapatannya pada sektor pemerintah atau
swasta. Hal lain yang membuat UMKM kurang diminati karena kemampuan dalam
pengelolaan dan pemanfaatan media digital sebagai sarana pemasaran produk. UMKM
di wilayah Harapan Mulya Bekasi masih kurang dikenal oleh masyarakat luas dan belum
banyak memanfaatkan media digital sebagai alat pemasaran. Program MBKM skema
kewirausahaan yang dilaksanakan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya diharapkan dapat
membantu pelaku usaha untuk mengoptimalkan pemasaran digital serta meningkatkan daya
saing produk. Metode pelaksanaan dilakukan 3 tahap yaitu: 1. pra pelaksanaan kegiatan,
seperti adanya rapat internal kelompok, rapat dengan DPL, terjun langsung ke lapangan
untuk survey dan pembuatan proposal; 2 . pelaksanaan, keseluruhan kegiatan di lapangan
yang berhubungan dengan program kerja, penyusunan laporan akhir, dan ; 3. pasca
pelaksanaan, finalisasi laporan akhir, mengunggah video dokumentasi pelaksanaan
kewirausahaan ke media sosial. Hasil kegiatan MBKM skema kewirausahaan memberikan
peningkatan pada pemahaman, keterampilan penggunaan sosial media, inovasi produk,
pengalaman langsung bagi pelaku UMKM melalui kegiatan pendampingan yang berdampak
pada adopsi teknologi dan inovasi produk. Saran optimalisasi penggunaan media,
pengembangan variasi produk, partisipasi dalam kegiatan komunitas dan event lokal.
Kata-kata kunci: Digital Marketing; UMKM; Inovatif; Kreatif; Daya saing Produk
Abstract
MSMEs are a breakthrough in supporting the people's economy. However, many people
still rely on the government or private sector for their income. Another factor that makes
MSMEs less attractive is their ability to manage and utilize digital media as a marketing
tool. MSMEs in the Harapan Mulya Bekasi area are still less well-known to the wider
public and have not yet widely utilized digital media as a marketing tool. The MBKM
program, an entrepreneurship scheme implemented by Bhayangkara University,
Jakarta Raya, is expected to help business actors optimize digital marketing and
increase product competitiveness. The implementation method is carried out in three
stages: 1. pre-implementation activities, such as internal group meetings, meetings with
DPLs, direct field visits for surveys and proposal development; 2. implementation, all
field activities related to the work program, preparation of the final report; and 3. post-
implementation, finalizing the final report, and uploading video documentation of the
entrepreneurship implementation to social media. The results of the MBKM program,
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 8 No. 1 Maret 2026
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
2
an entrepreneurship scheme, provide MSMEs with increased understanding and skills
in using social media, product innovation, and hands-on experience through mentoring
activities that impact technology adoption and product innovation. Suggestions include
optimizing media use, developing product variations, and participating in community
activities and local events.
Keywords: Digital Marketing; MSMEs; Innovative; Creative; Product Competitiveness
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 8 No. 1 Maret 2026
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
3
PENDAHULUAN
Kesadaran wirausaha di Indonesia
masih rendah, kebanyakan penduduk di
Indonesia bekerja di sektor pemerintah dan
swasta. Hal ini ditunjukkan dengan hanya
1,95 juta orang atau sebesar 1, 65% dari
angkatan kerja (Ardiansyah, 2018).
Melihat kondisi di atas pentingnya
kontribusi dari berbagai pihak termasuk di
dalamnya dunia pendidikan. Program MBKM
(Merdeka Belajar Kampus Merdeka) dengan
skema UMKM Kewirausahaan. Sesuai
dengan peraturan Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020,
kegiatan kewirausahaan ini merupakan salah
satu program MBKM yang saat ini sedang
digencarkan oleh pemerintah. Pengembangan
minat kewirausahaan ini juga didorong
melalui program pembelajaran yang
terstruktur dan konsisten dalam program
MBKM.
Inovasi dan kreativitas menjadi pilar
utama dalam kewirausahaan (Tinggi et al.,
2025). Hal ini menjadi dasar, kiat dan sumber
daya untuk mencari peluang kesuksesan
dengan menciptakan sesuatu yang baru dan
berbeda sehingga mencapai pengembangan
yang lebih baik. Terlebih di Indonesia sendiri
belum begitu banyak masyarakat yang
berwirausaha, karena sebagian besar
masyarakatnya lebih banyak yang menjadi
karyawan atau buruh di negeri sendiri.
Dampaknya, tidak ada pertumbuhan karena di
negara maju secara keseluruhan
kewirausahaan sekarang mendekati tingkat
optimal, sedangkan di negara berkembang
yang terjadi sebaliknya (Prieger et al., 2016).
Kewirausahaan menjadi faktor
pendorong perekonomian dan mempunyai
hubungan dengan pertumbuhan ekonomi.
Konsep ekosistem kewirausahaan sebagai
sekumpulan faktor yang saling bergantung
sehingga memungkinkan kewirausahaan
yang produktif (Martina; Naim, 2025).
Kewirausahaan produktif dipahami sebagai
aktivitas kewirausahaan dalam ekosistem
kewirausahaan yang memungkinkan
kontribusi positif terhadap pertumbuhan
ekonomi. Hal ini menandakan bahwa tingkat
dan jenis aktivitas kewirausahaan dan
hubungannya dengan pertumbuhan ekonomi
harus bervariasi secara sistematis di berbagai
ekosistem kewirausahaan yang berbeda. Dari
permasalahan tersebut pada program
kewirausahaan ini Mahasiswa Fakultas Ilmu
Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta
Raya bukan memperoleh teori dalam MBKM
Kewirausahaan, tetapi juga dapat
berkontribusi menyumbangkan
pengetahuannya kepada UMKM guna
meningkatkan visibilitas bisnis mereka di
dunia digital, mengoptimalkan pemasaran
produk, serta meningkatkan omset melalui
platform digital.
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 8 No. 1 Maret 2026
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
4
Program kewirausahaan yang akan
dilakukan oleh mahasiswa pada MBKM
Kewirausahaan diikuti oleh 9 mahasiswa dan
1 Dosen Pendamping Lapangan (DPL).
Kegiatan pada MBKM skema kewirausahaan
terdiri dari tiga tahapan : pra pelaksanaan
kegiatan, seperti adanya rapat internal
kelompok, rapat dengan DPL, terjun langsung
ke lapangan untuk survey dan pembuatan
proposal. Tahap kedua : pelaksanaan,
keseluruhan kegiatan di lapangan yang
berhubungan dengan program kerja,
penyusunan laporan akhir. Tahap ketiga :
pasca pelaksanaan, finalisasi laporan akhir,
mengunggah video dokumentasi pelaksanaan
kewirausahaan ke media sosial. Berada pada
tiga titik lokasi berbeda kelompok dipecah
sesuai dengan UMKM yang dituju.
Usaha Mikro, Kecil, Menengah
(UMKM) merupakan salah satu cara untuk
membangun perekonomian nasional, dimana
perekonomian nasional diawali dengan
membangun perekonomian di tingkat
keluarga (UU No. 20 Tahun 2008 Tentang
UMKM). Kebijakan pemberdayaan UMKM
dalam secara umum diarahkan untuk
mendukung upaya-upaya penanggulangan
kemiskinan dan kesenjangan, penciptaan
kesempatan kerja dan peningkatan ekspor,
serta revitalisasi pertanian dan pedesaan, yang
menjadi prioritas pembangunan nasional
dalam tahun 2006. Dalam kerangka itu,
pengembangan usaha kecil dan menengah
(UMKM) diarahkan agar memberikan
kontribusi yang signifikan terhadap
penciptaan kesempatan kerja, peningkatan
ekspor dan peningkatan daya saing,
sementara itu pengembangan usaha skala
mikro diarahkan untuk memberikan
kontribusi dalam peningkatan pendapatan
masyarakat berpendapatan rendah. Kinerja
nyata yang dihadapi oleh sebagian besar
usaha terutama mikro, kecil, dan menengah
(UMKM) di Indonesia yang paling menonjol
adalah rendahnya tingkat produktivitas,
rendahnya nilai tambah, dan rendahnya
kualitas produk.
Wirausaha merupakan individu yang
memiliki kemampuan dalam pengenalan
produk baru, menentukan produk baru,
menyusun proses produksi baru,
memasarkan, serta me-manage modal
operasinya (Ramadhan et al., 2025). Lebih
lanjut dikatakan bawa wirausaha ialah mereka
yang melakukan upaya kreatif dan inovatif,
dan meramu sumber daya buat menemukan
peluang (opportunity) serta perbaikan
(preparation) hidup Kewirausahaan
(entrepreneurship) timbul apabila seseorang
individu berani mengembangkan usaha-usaha
serta pandangan barunya (Isrososiawan
Safroni, 2013). Termasuknya di dalamnya
pemanfaatan digital marketing (Harahap et
al., 2021).
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 8 No. 1 Maret 2026
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
5
Pada program MBKM skema
Kewirausahaan ini lokasi kegiatan di
Kelurahan Harapan Mulya Kota Bekasi.
Kelurahan Harapan Mulya adalah kelurahan
yang berada di kecamatan Medan Satria, Kota
Bekasi, Jawa Barat.
Lokasi kegiatan sosialisasi ditentukan
berdasarkan hasil observasi ditemukan
permasalahan bahwa pertumbuhan UMKM
masih kurang dikenal oleh masyarakat luas,
pelaku UMKM di daerah ini yang belum
sepenuhnya memanfaatkan digital marketing
sebagai alat pemasaran utama. Dengan
demikian, program ini diharapkan dapat
membantu pelaku UMKM di Kelurahan
Harapan Mulya untuk mengoptimalkan
pemasaran digital serta meningkatkan daya
saing produk mereka di pasar yang lebih luas.
Kontribusi lain yang diharapkan dapat
membangun strategi komunikasi yang efektif
untuk meningkatkan branding UMKM.
teknik pembuatan konten visual dan video
yang menarik akan digunakan untuk
memperkenalkan produk UMKM secara
lebih menarik di media sosial serta
pemanfaatan teknologi digital dalam
pemasaran akan diimplementasikan guna
meningkatkan keterjangkauan pasar dan
engagement pelanggan melalui berbagai
platform digital. Sehingga para pelaku
UMKM mendapatkan pengetahuan baru
dalam mencapai pemasaran yang lebih
kreatif dan inovatif .
METODE
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini
adalah Participatory Action Research (PAR).
Participatory Action Research (PAR) adalah
metode penelitian yang melibatkan aktif
partisipan dalam seluruh proses penelitian.
Dalam hal ini metode PAR melibatkan
beberapa UMKM yang dibina untuk
menemukan dan menerapkan solusi yang ada
untuk menghadapi tantangan yang dialami.
Kegiatan ini melalui empat tiahapan yaitu,
perencanaan, tindakan, pengamatan, dan
refleksi. Metode ini digunakan untuk
mengetahui kebiasaan masyarakat tersebut
tanpa mengetahui apa yang terjadi serta tanpa
memperbaiki tatanan sosial dalam subyek
penelitian tersebut. Dalam kegiatan PAR ini,
peneliti tidak memisahkan diri melainkan
melebur bersama masyarakat.
Metode ini akan dilakukan melalui
beberapa tahapan yang ada untuk mencapai
keberhasilan kegiatan ini. Pertama
identifikasi masalah, kami akan melakukan
observasi untuk mengetahui tantangan apa
yang UMKM tersebut hadapi saat ini. Kedua
analisis dan perencanaan, kami akan
melakukan analisis penyebab masalah yang
terjadi dan melakukan perencanaan solusi
yang sesuai untuk UMKM tersebut. Ketiga
Aksi, setelah melalui tahap observasi dan
analisis serta perencanaan, kami menerapkan
solusi yang sudah dirancang. Terakhir
evaluasi dan refleksi, pada tahap ini kami
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 8 No. 1 Maret 2026
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
6
akan menilai efektivitas dari solusi yang
sudah kami terapkan dan menggunakan data-
data yang ada dari sebelum dan sesudah
kegiatan sebagai perbandingan tercapainya
kegiatan ini. Tahapan-tahapan tersebut dilalui
oleh proses diskusi dengan pelaku UMKM
sebagai subyek. Diharapkan setelah diskusi dan
sampai dengan refleksi mendapatkan hasil yang
sesuai. Dengan demikian, melalui metode PAR,
kami berharap dapat meningkatkan pemahaman
dan keterlibatan masyarakat dalam
memanfaatkan media sosial untuk memajukan
produk UMKM mereka dengan dampak positif
pada ekonomi masyarakat
Pra Pelaksanaan Program
Waktu
Tempat
Penanggung
Jawab
28 Februari
2025
Zoom
Syahrul
Hidayanto,
S.Sos., M.Si.
10-14Maret
2025
Zoom
Syahrul
Hidayanto,
S.Sos., M.Si.
05Maret
2025
Universitas
Bhayangkara
Jakarta Raya
Dr.Dra.Hami
da Syari H,
M.Si.
11-18 Maret
2025
Harapan
Mulya
Dr.Dra.Hami
da Syari H,
M.Si.
17Maret
2025
Kantor
Kelurahan
Harapan
Mulya
Dr.Dra.Hami
da Syari H,
M.Si.
26 Maret
2025
Universitas
Bhayangkara
Jakarta Raya
Dr.Dra.Hami
da Syari H,
M.Si.
Kegiatan dilaksanakan bulan 2025
Maret-Juli. Diawali dengan pembekalan
kewirausahaan, survei lapangan,
pembimbingan proposal kegiatan dengan
DPL dilanjutkan dengan kegiatan Koordinasi
dengan DPL mengenai mekanisme kegiatan,
koordinasi kegiatan dengan pihak Mitra
mengenai pelaksanaan kegiatan, kunjungan
ke lokasi untuk pelaksanaan kegiatan.
Gambar 1. Sosialisasi UMKM
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pelaksanaan Kegiatan
Harapan Mulya adalah kelurahan
yang berada di kecamatan Medan Satria, Kota
Bekasi, Jawa Barat, Indonesia. Dahulu
merupakan wilayah dari kecamatan Bekasi
Selatan. Kelurahan Harapan Mulya Dipimpin
oleh seorang Lurah, Kelurahan Harapan
mulya terdiri dari 16 RW dan 85 RT. Lurah
Harapan Mulya saat ini adalah Agung Adi
Putera, S.IP, M.Si, yang memiliki jargon
"HARAPAN MULYA SATU GENG" yang
merupakan akronim dan sekaligus harapan
untuk mewujudkan kelurahan Harapan Mulya
yang warganya saling bantu, dan saling
gandeng. Berikut denah lokasi:
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 8 No. 1 Maret 2026
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
7
Gambar 2. Peta Lokasi Harapan Mulya
Lokasi Pembinaan UMKM yang saat ini kami
lakukan, salah satunya yaitu UMKM di Jl.
Pangeran Jayakarta No.9, RT.007/RW.004,
Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria,
Kota Bks, Jawa Barat 17143. Keadaan Umum
pada lokasi UMKM Yang sudah kami lihat dari
Lokasi kegiatan, Fasilitas dan aksebilitas,
Kondisi lingkungan sekitar dan keunggu;an
lokasi.
Pelaksanaan Program dan Evaluasi
Pelaksanaan program di awali dengan
kegiatan sosialisasi yang disampaikan oleh para
dosen Fakultas Ilmu Komunikasi kepada 24
peserta UMKM dengan tema: Strategi
Komunikasi Dan Promosi Digital Untuk
Meningkatkan Daya Saing UMKM, Konten
Digital Untuk Meningkatkan Daya Saing
UMKM Di Era Digital, Kebersihan Tempat
Usaha Sebagai Strategi Komunikasi
Pemasaran.
Hasil Sosialisasi dari kegiatan sosialisasi yang
dilakukan terhadap 24 pelaku UMKM yang
hadir yaitu:
Pemahaman Terhadap Materi
Dari hasil kegiatan sosialisasi sebesar
96% pelaku UMKM memahami materi yang
disampaikan oleh 4 narasumber. Hal ini terlihat
pada gambar 3 di bawah ini:
Gambar 3. Data Pelaku UMKM Yang Paham
Terhadap Materi Yang Disampaikan
Nasumber.
Sumber : Hasil Data Kuisioner Peserta Sosialisasi 2025
Penggunaan Media Sosial
Pada Gambar 4, terlihat pelaku UMKM
menggunakan media sosial dalam memasarkan
produk menjadi sebesar 63%.
Gambar 4. Data Peserta UMKM Yang
Menggunakan Sosial Media
Sumber : Hasil Data Kuisioner Peserta Sosialisasi 2025
Sangat
Paham
48%
Paham
48%
Tidak
Paham
4%
Sangat
Tidak
Paham
0%
Sangat Paham Paham
Tidak Paham Sangat Tidak Paham
63%
25%
8%
4%
Menggunakan Kadang-kadang
Jarang Tidak Pernah
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 8 No. 1 Maret 2026
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
8
Keterampilan Menggunakan Media Sosial
Hasil data menunjukkan pelaku
UMKM sebanyak 52% terampil dalam
menggunakan media sosial. Adapun hasilnya
sebagai berikut:
Gambar 5. Data peserta UMKM Yang
Terampil Menggunakan Sosial Media
Sumber : Hasil Data Kuisioner Peserta Sosialisasi 2025
Inovasi Produk
Hasil data menunjukkan sebanyak
pelaku UMKM 49% Tidak Inovatif dalam
variasi produk yang mereka jual. Adapun hasil
data menunjukkan:
Gambar 6. Data Peserta UMKM Inovatif
Dengan Produk Yang Mereka Jual
Sumber : Hasil Data Kuisioner Peserta Sosialisasi 2025
Kreativitas Penggunaan Media Sosial
Hasil data menunjukkan sebanyak 35%
pelaku UMKM tidak kreatif dalam penggunaan
media sosial, seperti membuat konten di media
sosial. Adapun hasil data menunjukkan:
Gambar 7. Data Peserta UMKM Yang
Kreatifitas Dalam Penggunaan Media Sosial
Sumber : Hasil Data Kuisioner Peserta Sosialisasi 2025
Selain sosialisasi juga dilakukan
pendampingan langsung di lapangan oleh
Mahasiswa peserta MBKM pada tiga UMKM
di antaranya Mie Ayam ”Pak Min”, Seblak
Ambu Sastra, Pancong Gembira dengan kriteria
lokasi terpencil, pelanggan sedikit,
menggunakan media sosial tapi belum
berkembang, variasi makanan kurang lengkap.
Namun pada pembahasan ini difokuskan pada
UMKM Mie Ayam ”Pa Min” karena dikelola
oleh keluarga yang sudah berusia, kemampuan
penggunaan teknologi yang masih rendah,
menu yang kurang variatif.
Pelaksanaan Program pada UMKM
Mie Ayam ”Pak Min” antara lain mengelola
akun Instagram, membuat banner dan slogan,
membuat logo pada Instagram, membuat poster
stand banner, membuat daftar menu, membuat
stiker pada paper bowl, membuat stiker cash
26%
52%
17%
5%
Sangat Terampil Terampil
TidakTerampil Sangat Tidak Terampil
8%
33%
49%
10%
Sangat Inovatif Inovatif
Tidak Inovatif Sangat Tidak Inovatif
Sangat
Kreatif
12%
Kreatif
24%
Tidak
Kreatif
35%
Sangat
Tidak
Kreatif
29%
Sangat Kreatif Kreatif
Tidak Kreatif Sangat Tidak Kreatif
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 8 No. 1 Maret 2026
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
9
only, membuat inovasi menu topping baru yaitu
ceker, membuat stiker logo paperbowl dengan
mencantumkan nomor telepon dan instagram,
mendokumentasikan kegiatan usaha,
mengajarkan pelaku UMKM bagaimana cara
strategi pemasaran pada media sosial
Instagram, membantu proses produksi, menjaga
kebersihan tempat usaha, membuat konten
promosi untuk dipublikasikan di media sosial
Instagram, serta memasarkan produk secara
online.
Membuat dan Mengelola Akun Instagram
UMKM @mieayampakminn
Gambar 8. Akun IG Mie Ayam “Pa Min”
UMKM @mieayampakminn berhasil
dengan baik meskipun Pak Min sebelumnya
belum pernah menggunakan Instagram, Kami
mengajarkan dan membantu bagaimana cara
strategi pemasaran melalui media sosial
Instagram. Tujuan membuat akun Instagram
untuk meningkatkan penjualan dan brand
awareness, Dengan adanya akun Instagram
@mieayampakminn menjadi lebih dikenal oleh
banyak orang, meningkatkan kepercayaan,
Followers Instagram meningkat dari nol
menjadi sekitar 200 followers dalam waktu
singkat, menandakan adanya peningkatan
interaksi dan minat dari pelanggan baru.
Dengan memposting foto menarik dan konten
rutin, orang lain akan lebih mengenal merek ini,
termasuk logo, rasa khas, dan keunikan mie
ayam yang ditawarkan.
Membuat Banner dan Slogan “Mie Ayam
Pak Min”
Gambar 9. Banner Mie Ayam “Pa Min”
Pembuatan banner UMKM Mie Ayam
Pak Min berhasil meningkatkan daya tarik
warung serta memperkuat branding usaha Mie
Ayam Pak Min” melalui media visual berupa
banner promosi yang menarik dan informatif.
Banner yang dirancang dengan desain menarik
dan informatif ini mampu menarik perhatian
calon pelanggan yang lewat dan mempermudah
mereka mengenali lokasi usaha.
Banner ini tidak hanya menjadi media
informasi, tetapi juga menjadi wajah usaha
yang mampu mencerminkan kualitas dan
karakter dari “Mie Ayam Pak Min”. Salah satu
elemen penting yang memperkuat identitas
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 8 No. 1 Maret 2026
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
10
usaha adalah penggunaan slogan “Mie Ayam
Pak Min Monggo Mampir”. Slogan ini
memberikan kesan ramah, membumi, dan
mengundang, sangat sesuai dengan karakter
usaha kuliner lokal yang mengutamakan
keramahan dan kelezatan rasa. Respon dari
pelanggan juga menunjukkan apresiasi terhadap
tampilan banner yang segar dan profesional.
Banyak yang merasa lebih mudah mengenali
tempat usaha dan lebih tertarik untuk mencoba
karena visual banner yang menggoda selera.
Dengan hasil yang dicapai, banner ini terbukti
menjadi media promosi yang efektif dan layak
untuk dikembangkan lebih lanjut, seperti
penambahan banner cabang, media sosial, dan
branding lainnya.
Membuat Logo Instagram Mie Ayam
Pak Min
Gambar 10. Logo IG Mie Ayam “Pa Min”
Pembuatan logo Instagram “Mie Ayam
Pak Min” berhasil menciptakan identitas visual
yang kuat, mudah dikenali, dan sesuai dengan
karakter usaha kuliner lokal. Logo ini tidak
hanya mempercantik tampilan usaha, tetapi
juga meningkatkan profesionalisme dan daya
tarik merek di mata pelanggan.
Membuat Poster Mie Ayam Pak Min
Gambar 11. Poster Mie Ayam “Pa Min”
Pembuatan poster Mie Ayam Pak
Min dengan ditempelkan di gerobak berhasil
karena mampu menarik perhatian sekitar,
meningkatkan penjualan, menjangkau
pelanggan baru, dan memperkuat merek di
lingkungan sekitar. Poster dengan gambar mie
ayam yang menggugah selera membuat orang
tertarik untuk membeli dan banyak orang yang
melihat poster menjadi tertarik untuk mencoba
mie ayamnya.
Membuat Daftar Menu Mie Ayam Pak
Min
Pembuatan daftar menu Mie Ayam
Pak Min berhasil karena tidak hanya
meningkatkan penjualan, tetapi juga
membuat pelanggan lebih puas dan
memperkuat posisi usaha. Desain daftar menu
yang dibuat menggunakan grafis menarik dan
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 8 No. 1 Maret 2026
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
11
tata letak yang rapi memudahkan pelanggan
dalam memilih makanan, Tampilan yang
profesional juga meningkatkan citra usaha
dan membuat warung terlihat lebih
terpercaya.
Membuat Stand Banner Mie Ayam “Pak
Min”
Gambar 12. Stand Banner Mie Ayam “Pak
Min”
Pembuatan stand banner yang sudah
berhasil karena dapat menarik perhatian
pelanggan melalui tampilan visual yang
informatif dan representatif. Selain itu, stand
banner berfungsi sebagai media untuk
menyampaikan informasi penting terkait
produk, promosi, maupun identitas usaha
secara lebih jelas dan terstruktur. Dengan
adanya stand banner, diharapkan citra usaha
Mie Ayam “Pak Min” dapat terlihat lebih
profesional, sehingga mampu meningkatkan
daya tarik dan kepercayaan pelanggan. Stand
banner dapat digunakan kembali pada
berbagai kegiatan promosi, seperti pameran
atau bazar, sehingga dapat menjangkau
audiens yang lebih luas. serta mendukung
branding Mie Ayam “Pak Min” agar lebih
dikenal oleh masyarakat.
Membuat Stiker “Cash Only”
Gambar 13. Stiker cash only Mie Ayam
“Pak Min”
Pembuatan stiker “cash only” berhasil
dengan baik karena stiker ini mampu
memberikan informasi yang jelas kepada
pelanggan mengenai kebijakan pembayaran
yang hanya menerima pembayaran tunai.
Dengan adanya stiker ini di tempat usaha Mie
Ayam “Pak Min”, pelanggan dapat dengan
mudah memahami bahwa metode
pembayaran non-tunai seperti QRIS tidak
diterima. Hal ini membantu mengurangi
kebingungan dan mempercepat proses
transaksi.
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 8 No. 1 Maret 2026
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
12
Membeli Paperbowl Sebagai Kemasan
Baru dan Stiker “Mie Ayam Pak Min”
Gambar 14. Stiker Paper bowl Mie
Ayam “Pak Min”
Penggunaan paperbowl sebagai
kemasan baru mie ayam Pak Min terbukti
menjadi langkah yang sukses dan strategis.
Selain meningkatkan kepuasan pelanggan
dan memperkuat citra brand, perubahan ini
juga memberikan dampak positif terhadap
penjualan. Meskipun biaya kemasan sedikit
lebih tinggi dibanding plastik, manfaat jangka
panjang dalam hal kepercayaan konsumen,
kualitas penyajian, dan dukungan terhadap
lingkungan jauh lebih bernilai. Sebelum
proyek ini dijalankan, Mie Ayam “Pak Min”
hanya menggunakan kemasan plastik biasa.
Penempelan stiker logo Mie Ayam “Pak Min”
pada paper bowl bertujuan untuk memberikan
identitas yang jelas pada kemasan, sehingga
memudahkan pelanggan mengenali produk
Mie Ayam “Pak Min”. Selain itu, stiker logo
Mie Ayam “Pak Min”
juga berfungsi untuk memperkuat citra
profesional, meningkatkan kepercayaan
pelanggan, serta mendukung strategi
pemasaran melalui kemasan yang menarik
dan mudah dikenali. Pembuatan stiker logo
berhasil karena kombinasi desain yang
menarik, bahan stiker yang berkualitas tahan
air dan panas, teknologi cetak yang
menghasilkan warna tajam, ukuran stiker
yang pas, serta proses pemasangan yang rapi
dan konsisten. Pencantuman nomor telepon
dan Instagram pada stiker logo Mie Ayam
“Pak Min” bertujuan memudahkan pelanggan
untuk menghubungi dan memesan, sekaligus
membangun komunikasi dan kedekatan
melalui media sosial yang kurang menarik,
berisiko bocor, dan tidak ramah lingkungan.
Membuat Inovasi Menu Topping Baru
Penambahan inovasi menu topping
ceker pada mie ayam berhasil meningkatkan
variasi menu dan menarik minat pelanggan
baru. Topping ceker memberikan nilai
tambah dari segi rasa dan tekstur yang disukai
pelanggan. Hal ini berdampak positif pada
peningkatan penjualan hingga 20% dan
mendapatkan feedback yang sangat baik.
Dengan pengolahan yang konsisten dan
promosi yang tepat, topping ceker menjadi
salah satu favorit yang memperkuat daya
saing produk mie ayam di Pasar.
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 8 No. 1 Maret 2026
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
13
Gambar 15. Topping ceker Mie Ayam “Pak
Min”
Membuat Konten Seperti Reels, Postingan,
di Instagram
Gambar 16. Konten IG Mie Ayam “Pa Min”
KESIMPULAN
UMKM saat ini masih belum banyak
diminati masyarakat. Inovasi dan kreatifitas
pada UMKM sangat diperlukan dalam
menghadapi persaingan. Universitas
Bhayangkara Jakarta Raya memberikan
dukungan pada UMKM di Kelurahan harapan
Mulya melalui program MBKM dengan
skema kewirausahaan. Dari kegiatan tersebut
pelaku UMKM memperoleh pengetahuan
dalam strategi pemasaran melalui media
digital seperti media sosial Instagram dimulai
dari kreativitas pembuatan logo, konten,
desain kemasan. Inovasi yang diperoleh
pengembangan produk, variasi menu perlu
memperhatikan tren dengan
mengembangkan varian produk dan selera
konsumen.
REFERENSI
Ardiansyah, T. (2018). Perspektif Tingkat
Kemampuan dan Transformasi
Berwirausaha. 10(2), 165178.
Harahap, H. S., Dewi, N. K., Ningrum, E. P.,
Komunikasi, F. I., Bhayangkara, U.,
Raya, J., Bhayangkara, U., & Raya, J.
(2021). Pemanfaatan Digital Marketing
Bagi UMKM. Sosial, Jurnal Loyalitas,
3(2).
Isrososiawan Safroni. (2013). Peran
kewirausahaan dalam pendidikan.
Society, Jurnal Jurusan Pendidikan
Ekonomi, 9.
Martina; Naim. (2025). Peran Kewirausahaan
dalam Pembangunan Ekonomi. Jurnal
Manejemen, Akuntansi Dan
Pendidikan, 2(2), 7179.
https://doi.org/10.59971/jamapedik.v2i
2.30
Prieger, J. E., Bampoky, C., & Blanco, L. R.
(2016). Economic Growth and the
Optimal Level of Entrepreneurship. 95
109.
Ramadhan, F. S., Hafid, A., & Nurjaman, U.
(2025). Pengertian Wirausaha dan
Karakteristik Wirausaha. 2(3).
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 8 No. 1 Maret 2026
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
14
Tinggi, S., Injili, T., & Setia, A. (2025).
Inovasi dan Kreativitas : Pilar Utama
dalam Kewirausahaan.