Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 8 No. 2 September 2026
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
61
Peningkatan daya saing UMKM melalui pemahaman Harga Pokok
Produksi & Strategi Harga jual
Siti Choiriah
a,1
, Puji Rahayu
b,2
, Sari Puspitarini
c,3
a,b,c
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mercu Buana, Jakarta
1
choiriahsc@mercubuana.ac.id;
2
puji_rahayu@mercubuana.ac.id;
3
sari.puspita@mercubuana.ac.id
*Email koresponden: choiriahsc@mercubuana.ac.id
Naskah diterima: 27 Juni 2026, direvisi: 22 Juli 2026, disetujui: 24 Agustus 2026, Tersedia Daring: 1 September 2026
Abstrak
Kecamatan Pondok Melati Kota Bekasi memiliki potensi UMKM yang cukup besar,
khususnya pada sektor makanan, minuman, dan industri rumahan. Namun, sebagian
besar pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam menentukan Harga Pokok
Produksi (HPP) dan strategi harga jual yang tepat. Penentuan harga masih didasarkan
pada perkiraan tanpa perhitungan biaya yang akurat, sehingga berdampak pada
rendahnya daya saing dan profitabilitas usaha. Program Pengabdian kepada
Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam
memahami perhitungan HPP secara sistematis serta merancang strategi harga jual yang
kompetitif. Kegiatan dilakukan melalui pelatihan, pendampingan, praktik langsung,
dan evaluasi berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi konsep biaya
produksi, pelatihan perhitungan HPP, penyusunan laporan sederhana, serta
pendampingan penerapan strategi harga berbasis biaya dan pasar. Mitra juga dibekali
modul praktis dan template pencatatan keuangan. Luaran yang ditargetkan meliputi
peningkatan kemampuan UMKM dalam menghitung HPP secara mandiri, tersusunnya
dokumen perhitungan biaya produksi, penerapan harga jual yang lebih rasional,
peningkatan efisiensi usaha, serta publikasi kegiatan pada media institusi. Program ini
diharapkan mampu mendorong kemandirian UMKM, meningkatkan daya saing, dan
berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal.
Kata-kata kunci: UMKM; Harga Pokok Produksi; Strategi Harga Jual
Abstract
Pondok Melati District, Bekasi City, has significant potential for MSMEs, particularly
in the food, beverage, and home industry sectors. However, most MSMEs still face
challenges in determining the Cost of Goods Sold (COGS) and appropriate selling
pricing strategies. Pricing is still based on estimates without accurate cost
calculations, resulting in low competitiveness and business profitability. This
Community Service Program aims to improve the capacity of MSMEs to systematically
understand COGS calculations and design competitive selling pricing strategies.
Activities are carried out through training, mentoring, hands-on practice, and ongoing
evaluation. Implementation methods include socialization of production cost concepts,
training in COGS calculations, preparation of simple reports, and assistance in
implementing cost- and market-based pricing strategies. Partners are also provided
with practical modules and financial record templates. Targeted outcomes include
improving MSMEs' ability to independently calculate COGS, developing production
cost calculation documents, implementing more rational selling prices, improving
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 8 No. 2 September 2026
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
62
business efficiency, and publishing activities in institutional media. This program is
expected to encourage MSME independence, enhance competitiveness, and contribute
to strengthening the local economy.
.
Keywords: MSMEs; Cost of goods sold; Strategi Harga Jual
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 8 No. 2 September 2026
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
63
PENDAHULUAN
Mitra kegiatan adalah Komunitas
UMKM Pondok Melati Kota Bekasi yang
beranggotakan ±35 pelaku UMKM aktif
berdasarkan pendataan awal pengurus komunitas
tahun 2026. Sektor usaha didominasi oleh usaha
kuliner dan makanan-minuman rumahan sebesar
60%, disusul usaha fashion dan kerajinan sebesar
20%, jasa sebesar 10%, serta usaha lain sebesar
10%.
Sebagian besar anggota merupakan
usaha mikro dan kecil dengan omzet rata-rata
Rp3.000.000Rp15.000.000 per bulan.
Berdasarkan hasil observasi awal terhadap 20
UMKM sampel, ditemukan bahwa:
- 75% UMKM belum menghitung Harga
Pokok Produksi (HPP) secara sistematis
- 80% masih mencampurkan keuangan pribadi
dan usaha
- 70% menentukan harga jual berdasarkan
harga pesaing
- Hanya 25% yang memiliki pencatatan
keuangan sederhana.
Kriteria peserta program ditentukan
secara purposive, yaitu:
1. Memiliki usaha aktif minimal 1 tahun
2. Bergerak pada sektor makanan, minuman,
atau usaha rumahan
3. Bersedia mengikuti seluruh rangkaian
pelatihan dan pendampingan
4. Bersedia memberikan data usaha secara
terbatas untuk kepentingan edukasi dan
evaluasi program.
Bentuk komitmen tertulis mitra
diwujudkan melalui:
- surat kesediaan menjadi mitra
- Daftar hadir kegiatan
- Penandatanganan informed consent
- Dan kesediaan mengikuti monitoring pasca-
pelatihan.
Pada aspek hulu, UMKM menghadapi
ketidakstabilan harga bahan baku seperti minyak
goreng, tepung, gula, dan kemasan yang
mengalami perubahan harga setiap bulan.
Sebagian besar mitra masih membeli bahan baku
dalam skala kecil sehingga tidak memperoleh
harga grosir. Selain itu, belum terdapat sistem
pencatatan persediaan yang baik sehingga sering
terjadi pemborosan bahan baku dan
ketidaksesuaian stok.
Pada aspek produksi, proses produksi
masih dilakukan secara manual dengan peralatan
sederhana. Sebagian besar UMKM belum
menghitung biaya tenaga kerja keluarga, biaya
listrik, gas, dan penyusutan alat ke dalam HPP
sehingga biaya produksi riil menjadi lebih
rendah dari kondisi sebenarnya.
Pada aspek hilir, pemasaran masih
didominasi penjualan langsung dan media sosial
sederhana seperti WhatsApp dan Facebook.
Sebagian besar pelaku usaha belum memahami
strategi penetapan harga berbasis biaya dan
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 8 No. 2 September 2026
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
64
belum melakukan evaluasi margin keuntungan
secara berkala.
Tujuan kegiatan ini adalah:
Meningkatkan pemahaman UMKM tentang
perhitungan HPP.
Meningkatkan kemampuan UMKM dalam
menyusun strategi harga jual.
Mendorong efisiensi dan keberlanjutan usaha.
Meningkatkan daya saing produk local.
Kegiatan ini mendukung:
SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan
Ekonomi
SDGs 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
SDGs 12: Konsumsi dan Produksi
Berkelanjutan
Serta selaras dengan Asta Cita dalam
penguatan ekonomi kerakyatan dan
pemberdayaan UMKM.
Permasalahan utama mitra meliputi:
1. Bidang Produksi
- Tidak adanya pencatatan biaya
produksi terstruktur.
- Tidak teridentifikasinya biaya
overhead secara jelas.
2. Bidang Manajemen Usaha
- Pencampuran keuangan pribadi dan
usaha.
- Tidak tersedianya laporan HPP dan
laba rugi sederhana.
3. Bidang Pemasaran
- Penetapan harga tidak berbasis biaya.
- Harga jual kurang kompetitif.
- Margin keuntungan tidak stabil.
Dari ketiga bidang permasalahan
tersebut, prioritas utama program ini adalah
permasalahan pada aspek manajemen biaya
dan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP).
Permasalahan HPP dipilih sebagai akar
masalah utama karena kesalahan dalam
menghitung biaya produksi menyebabkan
ketidaktepatan harga jual, rendahnya margin
keuntungan, serta lemahnya pengambilan
keputusan usaha. Oleh sebab itu, solusi utama
difokuskan pada peningkatan kemampuan
UMKM dalam menghitung HPP secara
sistematis sebagai dasar penguatan manajemen
usaha dan strategi pemasaran.
Solusi yang Ditawarkan
1. Pelatihan perhitungan HPP berbasis full
costing.
2. Pendampingan pencatatan keuangan
sederhana.
3. Workshop strategi harga jual.
4. Penyusunan modul dan template HPP.
5. Monitoring dan evaluasi berkala.
Untuk mendukung implementasi solusi
berbasis IPTEKS, program ini mengalokasikan
komponen Teknologi dan Inovasi sebesar
Rp2.000.000 yang digunakan untuk:
1. Pengembangan template digital HPP
berbasis spreadsheet
2. Penyediaan aplikasi pencatatan keuangan
sederhana berbasis smartphone
3. Pembuatan modul digital pelatihan HPP
dan strategi harga jual
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 8 No. 2 September 2026
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
4. Desain materi pelatihan interaktif
5. Pendampingan implementasi digitalisasi
pencatatan usaha UMKM.
Pemanfaatan teknologi sederhana
tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi
pencatatan biaya produksi, mempermudah
penyusunan laporan usaha, dan mendukung
transformasi digital UMKM secara bertahap
METODE
Metode pelaksanaan kegiatan
Pengabdian kepada Masyarakat ini dirancang
secara sistematis untuk meningkatkan
kapasitas UMKM di Kecamatan Pondok
Melati Kota Bekasi dalam memahami Harga
Pokok Produksi (HPP) dan strategi
penetapan harga jual. Pendekatan yang
digunakan bersifat partisipatif, aplikatif, dan
berkelanjutan melalui pelatihan,
pendampingan, praktik langsung, serta
evaluasi berkala.
1. Tahapan Pelaksanaan pada Mitra Ekonomi
Produktif
a. Bidang Produksi
Tahapan pada bidang produksi
meliputi:
1) Identifikasi Biaya Produksi
2) Klasifikasi Biaya.
3) Pelatihan Perhitungan HPP
4) Praktik Perhitungan Mandiri
5) Standarisasi Biaya Produksi
b. Bidang Manajemen Usaha
Tahapan pada bidang manajemen
meliputi:
1) Pengenalan Pencatatan Keuangan
Sederhana
2) Pemisahan Keuangan Usaha dan
Pribadi
3) Penyusunan Administrasi Usaha
4) Pendampingan Penyusunan
Laporan
5) Digitalisasi Sederhana
c. Bidang Pemasaran
Tahapan pada bidang pemasaran
meliputi:
1) Analisis Harga Pasar
2) Penentuan Margin Keuntungan.
3) Penyusunan Strategi Harga Jual
4) Pelatihan Branding Produk
5) Pemasaran Digital
2. Tahapan Pelaksanaan pada Mitra Non-
Produktif (Jika Ada)
Bagi mitra non-produktif atau masyarakat
umum, kegiatan dilaksanakan pada dua
bidang utama, yaitu pendidikan ekonomi
dan literasi keuangan.
a. Bidang Pendidikan Ekonomi
1) Sosialisasi kewirausahaan dasar.
2) Edukasi perencanaan usaha kecil.
3) Pelatihan pengelolaan keuangan
rumah tangga produktif.
b. Bidang Literasi Keuangan
1) Pengenalan konsep menabung dan
investasi mikro.
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 8 No. 2 September 2026
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
66
2) Edukasi akses pembiayaan formal.
3) Pendampingan pembentukan
kelompok usaha.
3. Partisipasi Mitra
Partisipasi mitra diwujudkan dalam
bentuk:
a. Menyediakan data usaha dan laporan
produksi.
b. Mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
c. Menyediakan lokasi kegiatan.
d. Menjadi narasumber pengalaman
usaha.
e. Menerapkan hasil pelatihan.
f. Menjadi mentor bagi UMKM lain.
Pendekatan partisipatif dilakukan
agar mitra merasa memiliki program dan
berkomitmen terhadap keberlanjutan
kegiatan.
4. Evaluasi dan Keberlanjutan Program
a. Evaluasi Program
Evaluasi dilakukan menggunakan
beberapa instrumen pengukuran, yaitu:
1) Instrumen pre-test dan post-test
untuk mengukur peningkatan
pemahaman peserta mengenai
HPP dan strategi harga jual
2) Lembar observasi penerapan
pencatatan biaya produksi
3) Checklist implementasi pencatatan
keuangan sederhana
4) Format evaluasi hasil praktik
perhitungan HPP
5) Kuesioner kepuasan peserta
menggunakan skala Likert 15
6) Wawancara semi terstruktur untuk
mengetahui kendala implementasi
pasca-pelatihan.
Evaluasi dilakukan melalui:
1) Pre-test dan Post-test
2) Evaluasi Praktik
3) Monitoring Berkala
4) Umpan Balik Mitra
b. Keberlanjutan Program
Keberlanjutan dijaga melalui:
1) Pembentukan komunitas UMKM
binaan.
2) Grup komunikasi daring
(WhatsApp/Telegram).
3) Pendampingan pasca-program.
4) Integrasi dengan program kampus.
5) Replikasi program ke wilayah lain.
5. Peran dan Tugas Tim Pelaksana
Pelaksanaan kegiatan Pengabdian
kepada Masyarakat ini melibatkan satu ketua
tim, dua anggota dosen, serta mahasiswa
sebagai bagian dari tim pendukung lapangan.
Ketua tim bertanggung jawab atas koordinasi
keseluruhan program, mulai dari
perencanaan, pelaksanaan, monitoring,
hingga penyusunan laporan akhir kegiatan.
Ketua tim juga memastikan bahwa seluruh
tahapan kegiatan berjalan sesuai dengan
jadwal, target luaran tercapai, serta menjalin
komunikasi intensif dengan mitra dan pihak
terkait.
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 8 No. 2 September 2026
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
67
Anggota tim pertama bertugas
menyusun dan menyampaikan materi terkait
Harga Pokok Produksi (HPP) serta aspek
produksi. Tanggung jawabnya meliputi
identifikasi komponen biaya produksi,
pendampingan perhitungan HPP, serta
membantu mitra dalam menyusun standar
biaya produksi yang lebih efisien dan
sistematis.
Anggota tim kedua bertanggung
jawab dalam bidang pemasaran digital.
Perannya mencakup penyusunan strategi
harga jual berbasis biaya dan pasar, pelatihan
pemanfaatan media sosial dan marketplace,
serta pendampingan dalam penguatan
branding dan promosi produk UMKM.
Mahasiswa dilibatkan secara aktif
sebagai bagian dari proses pembelajaran
berbasis pengalaman (experiential learning).
Dalam pelaksanaan program, mahasiswa
membantu melakukan survei awal untuk
mengidentifikasi kondisi eksisting mitra,
termasuk pencatatan biaya dan strategi harga
yang selama ini diterapkan. Mahasiswa juga
mendampingi praktik perhitungan HPP
secara langsung di lapangan, membantu
mitra dalam mengolah dan merekap data
biaya produksi, serta memastikan pencatatan
keuangan dilakukan dengan benar.
Selain itu, mahasiswa bertanggung
jawab dalam dokumentasi seluruh rangkaian
kegiatan, baik dalam bentuk foto, video,
maupun laporan kegiatan harian. Mahasiswa
juga membantu menyusun laporan hasil
pendampingan, termasuk analisis
perkembangan pemahaman mitra sebelum
dan sesudah pelatihan. Keterlibatan ini tidak
hanya mendukung kelancaran program,
tetapi juga memberikan pengalaman nyata
kepada mahasiswa dalam pemberdayaan
UMKM dan penerapan ilmu akuntansi serta
manajemen secara praktis.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kegiatan Pengabdian kepada
Masyarakat (PkM) dengan judul
"Peningkatan Daya Saing UMKM melalui
Pemahaman Harga Pokok Produksi (HPP)
dan Strategi Harga Jual" dilaksanakan secara
tatap muka di Aula Kantor Kecamatan
Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Jumat, 24
April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 30
pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
(UMKM) yang berasal dari berbagai jenis
usaha, seperti kuliner, fesyen, kerajinan, dan
perdagangan.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan
penyampaian materi mengenai pentingnya
mengetahui dan menghitung Harga Pokok
Produksi (HPP) secara tepat sebagai dasar
dalam menentukan harga jual produk.
Selanjutnya, peserta diberikan pemahaman
mengenai strategi penetapan harga jual yang
tidak hanya mempertimbangkan biaya
produksi, tetapi juga memperhatikan kondisi
pasar, nilai produk, tingkat persaingan, serta
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 8 No. 2 September 2026
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
68
target keuntungan yang ingin dicapai. Untuk
meningkatkan pemahaman peserta, kegiatan
juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan
latihan sederhana mengenai perhitungan
HPP berdasarkan contoh kasus usaha
peserta.
Gambar 1. Narasumber dan Mahasiswa
Selama kegiatan berlangsung, peserta
menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal
tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan
yang diajukan terkait penghitungan biaya
produksi, penentuan margin keuntungan,
hingga strategi menghadapi persaingan harga
di pasar. Interaksi yang aktif antara peserta
dan narasumber menunjukkan bahwa materi
yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan
para pelaku UMKM.
Sebagai bentuk evaluasi, pada akhir
kegiatan peserta diminta mengisi kuesioner
menggunakan skala Likert 14 untuk
mengukur tingkat manfaat dan kepuasan
terhadap pelaksanaan program. Hasil
evaluasi menunjukkan bahwa tingkat
manfaat program memperoleh rata-rata skor
3,203,80, sedangkan tingkat kepuasan
peserta berada pada kisaran 3,103,70.
Seluruh indikator berada pada kategori tinggi
hingga sangat tinggi, yang menunjukkan
bahwa kegiatan PkM telah memberikan
manfaat nyata bagi peserta. Selain itu,
sebagian besar peserta juga menyatakan
harapan agar kegiatan serupa dapat
dilaksanakan secara berkelanjutan melalui
program pendampingan usaha.
Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan
PkM telah berhasil meningkatkan
pemahaman peserta mengenai pentingnya
perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP)
dalam pengelolaan usaha. Sebelum
mengikuti pelatihan, sebagian besar peserta
masih menentukan harga jual berdasarkan
perkiraan atau mengikuti harga pesaing tanpa
melakukan perhitungan biaya produksi
secara menyeluruh. Kondisi tersebut
berpotensi menyebabkan harga jual yang
terlalu rendah sehingga keuntungan usaha
menjadi tidak optimal, atau sebaliknya
terlalu tinggi sehingga sulit bersaing di
pasar.
Melalui pelatihan ini, peserta
memperoleh pemahaman bahwa penentuan
harga jual harus diawali dengan perhitungan
seluruh komponen biaya produksi, baik
biaya bahan baku, tenaga kerja, maupun
biaya operasional lainnya. Dengan
mengetahui HPP secara akurat, pelaku
UMKM dapat menentukan harga jual yang
mampu menutup seluruh biaya produksi
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 8 No. 2 September 2026
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
69
sekaligus menghasilkan keuntungan yang
sesuai dengan target usaha.
Tingginya nilai manfaat dan
kepuasan yang diperoleh dari hasil kuesioner
menunjukkan bahwa materi yang diberikan
relevan dengan kebutuhan peserta. Selain
memperoleh tambahan pengetahuan, peserta
juga mendapatkan wawasan mengenai
pentingnya strategi harga sebagai salah satu
faktor dalam meningkatkan daya saing
UMKM. Penetapan harga yang tepat tidak
hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi
juga harus mempertimbangkan kemampuan
daya beli konsumen, kualitas produk, serta
kondisi persaingan di pasar.
Meskipun demikian, hasil evaluasi
juga menunjukkan bahwa pelaku UMKM
masih memerlukan pendampingan lanjutan,
khususnya dalam penerapan pencatatan
biaya produksi, penyusunan laporan
keuangan sederhana, dan evaluasi harga jual
secara berkala. Oleh karena itu, kegiatan
PkM selanjutnya diharapkan tidak hanya
berbentuk pelatihan, tetapi juga
pendampingan yang berkelanjutan sehingga
ilmu yang telah diperoleh dapat
diimplementasikan secara konsisten dalam
pengelolaan usaha.
Secara keseluruhan, hasil kegiatan
menunjukkan bahwa program Pengabdian
kepada Masyarakat ini berjalan dengan baik
dan mampu mencapai tujuan yang telah
ditetapkan, yaitu meningkatkan pengetahuan
dan keterampilan pelaku UMKM dalam
menghitung Harga Pokok Produksi (HPP)
serta menentukan strategi harga jual yang
tepat. Hasil evaluasi yang menunjukkan
kategori tinggi hingga sangat tinggi menjadi
indikator bahwa kegiatan ini memberikan
manfaat nyata bagi peserta dan layak untuk
dilanjutkan sebagai program pemberdayaan
UMKM di masa mendatang.
Gambar 2. Peserta dan Narasumber
KESIMPULAN
1. Kesimpulan
Kegiatan Pengabdian kepada
Masyarakat (PkM) dengan tema
"Peningkatan Daya Saing UMKM melalui
Pemahaman Harga Pokok Produksi (HPP)
dan Strategi Harga Jual" telah terlaksana
dengan baik dan mencapai tujuan yang
diharapkan. Kegiatan ini mampu
meningkatkan pemahaman pelaku UMKM
mengenai pentingnya perhitungan HPP
sebagai dasar dalam menentukan harga jual
yang tepat. Berdasarkan hasil evaluasi,
program memperoleh tingkat manfaat dan
kepuasan yang tinggi, sehingga dinilai
memberikan manfaat nyata bagi peserta
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 8 No. 2 September 2026
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
70
dalam meningkatkan kemampuan
pengelolaan usahanya.
2. Saran
Kegiatan PkM perlu dilanjutkan
melalui program pendampingan agar peserta
dapat menerapkan perhitungan HPP dan
strategi harga jual secara berkelanjutan.
Materi pelatihan selanjutnya dapat
dikembangkan dengan menambahkan
pembahasan mengenai pencatatan keuangan
sederhana dan pemasaran digital.
Pelaku UMKM diharapkan menerapkan
pengetahuan yang diperoleh dalam
pengelolaan usaha agar mampu
meningkatkan daya saing dan keberlanjutan
usahanya.
REFERENSI
Badan Pusat Statistik. (2023). Profil usaha
mikro dan kecil di Indonesia 2023.
Badan Pusat Statistik.
Bank Indonesia. (2023). Penguatan UMKM
dalam rantai nilai nasional. Bank
Indonesia.
Kontan. (2018). Jumlah pelaku UMKM di
2018 diprediksi mencapai 58,97 juta
orang.
https://keuangan.kontan.co.id/news/ju
mlah-pelaku-umkm-di-2018-
diprediksi-mencapai-5897-juta-orang
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan
Menengah Republik Indonesia. (2024).
Roadmap transformasi UMKM digital
20242027. Kementerian Koperasi dan
UKM RI.
Sugis, S. R., & Kartika, L. (2014). Model
peningkatan kinerja usaha kecil
menengah melalui pengembangan
modal insani dan modal sosial (Studi
kasus UKM makanan dan minuman di
Kota Depok). Fakultas Ekonomi dan
Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
https://repository.ipb.ac.id/handle/1234
56789/68848
Pratama, D., & Lestari, S. (2023). Strategi
penetapan harga berbasis biaya pada
UMKM sektor pangan. Jurnal
Manajemen dan Kewirausahaan, 25(1),
3547.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 17 Tahun 2013 tentang
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor
20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah. (2013).
Utomo, H. (2014). Menumbuhkan minat
kewirausahaan sosial. Among Makarti,
7(14), 116.
Wahyuni, T., & Ramadhan, F. (2024).
Digitalisasi pencatatan keuangan
UMKM untuk meningkatkan
profitabilitas. Jurnal Ekonomi Kreatif
Indonesia, 6(1), 2133..
Wirausaha News. (2011, October 20).
Kendala UKM membuat laporan
keuangan.
http://keuangan.wirausahanews.com/20
Jurnal Loyalitas Sosial
Vol. 8 No. 2 September 2026
Journal of Community Services in Humanities and Social Sciences
p-ISSN 2655-9072 | e-ISSN 2686-1380
71
111020/109-kendala-ukm-membuat-
laporan-keuangan.html
Kontan. Jumlah pelaku UMKM di 2018
diprediksi mencapai 58,97 juta orang
[Internet]. 2018 [cited 2018 Nov 14].
Available from:
https://keuangan.kontan.co.id/news/ju
mlah-pelaku-umkm-di-2018-
diprediksi-mencapai-5897-juta-orang.