Penguatan Civic Literacy melalui Literasi Aplikasi Cek Bansos Mandiri untuk Meningkatkan Kepercayaan Publik

Authors

  • Setiawati Universitas Pamulang
  • Susi Universitas Pamulang

Keywords:

Cek Bansos, civic literacy, literasi digital, bantuan sosial, kepercayaan publik

Abstract

Program bantuan sosial (bansos) merupakan instrumen kebijakan pemerintah untuk mengurangi kemiskinan, namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh tingkat pemahaman masyarakat terhadap mekanisme dan transparansi penyalurannya. Mitra pengabdian, jamaah Majlis Ta'lim Daarul Ulum di Desa Tegal Kemang, Kabupaten Bogor, menghadapi keterbatasan literasi digital sehingga belum mampu memanfaatkan aplikasi “Cek Bansos” milik Kementerian Sosial secara mandiri, yang berimplikasi pada rendahnya kepercayaan terhadap program pemerintah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan digital, dan civic literacy masyarakat melalui sosialisasi dan literasi penggunaan aplikasi Cek Bansos. Metode yang digunakan bersifat partisipatif, meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan, yang dilaksanakan pada 10–11 Mei 2026 terhadap 20–30 peserta di Kp. Sasak, Desa Tegal Kemang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai jenis dan mekanisme bantuan sosial, peningkatan kemampuan mengoperasikan aplikasi Cek Bansos secara mandiri mulai dari registrasi hingga pemanfaatan fitur usul dan sanggah, serta tumbuhnya kesadaran akan hak dan tanggung jawab sebagai warga negara. Kegiatan ini disimpulkan efektif memperkuat civic literacy dan berkontribusi pada peningkatan kepercayaan publik terhadap transparansi program bantuan sosial. Kegiatan serupa disarankan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan sasaran yang lebih luas.

References

Blind, P. K. (2007). Building trust in government in the twenty-first century: Review of literature and emerging issues. United Nations Department of Economic and Social Affairs.

Branson, M. S. (1998). The role of civic education. Center for Civic Education.

Gilster, P. (1997). Digital literacy. Wiley Computer Publishing.

Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2023). Pedoman pemanfaatan aplikasi Cek Bansos. Kementerian Sosial RI.

Mietzner, M. (2020). Populist anti-scientism, religious polarization, and institutionalized corruption: How Indonesia's democratic decline shaped its COVID-19 response. Journal of Current Southeast Asian Affairs, 39(2), 227–249.

Milner, H. (2010). The internet generation: Engaged citizens or political dropouts. Tufts University Press.

OECD. (2022). Building trust to reinforce democracy: Main findings from the 2021 OECD survey on drivers of trust in public institutions. OECD Publishing.

Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.

UNESCO. (2021). Media and information literacy: Curriculum for educators and learners. UNESCO Publishing.

United Nations. (2022). United Nations e-government survey 2022: The future of digital government. United Nations.

Published

2026-09-01

How to Cite

Setiawati, & Susi. (2026). Penguatan Civic Literacy melalui Literasi Aplikasi Cek Bansos Mandiri untuk Meningkatkan Kepercayaan Publik. Jurnal Loyalitas Sosial: Journal of Community Service in Humanities and Social Sciences, 8(2), 72–85. Retrieved from https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/JLS/article/view/65512