DAMPAK PSIKOLOGIS ANAK TERHADAP PERCERAIAN ORANG TUA
Abstract
Abstrak
Perceraian memiliki pengaruh terhadap psikologis anak. Anak-anak mengalami kondisi
dimana, mereka tidak menerima keberadaan ayahnya jika sang a ah membawa
perempuan lain yang bukan ibunya sendiri. Dengan demikian, anak mengalami
ketidaknyamanan di dalam berkomunikasi dengan ayahnya. Sehingganya, sang Ibu dari anak-anak tersebut, harus bisa mengatur waktu dalam berkomunikasi dengan ayahnya agar anak-anak tidak kekurangan kasih sayang dari kedua orangtuanya meskipun sudah bercerai. Perceraian memberikan dampak pada perkembangan anak. Perceraian berpengaruh pada psikologis anak yang membuat mereka kehilangan cinta dari kedua orang tuanya sehingga membuat salahsatu sebab aspek perkembangan anak akan terhambat. Orangtua yang bercerai, akan berpengaruh pada psikologis anak diantaranya yaitu anak kurang mendapat perhatian, perlindungan dari rasa aman, cinta kasih sayang dari ayah dan ibunya.
Kata Kunci: Perceraian, Psikologis, Anak, Orang Tua
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Fakultas Hukum Universitas Pamulang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang artikelnya diterbitkan pada Jurnal Pena Hukum (JPH) ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (mis., Dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan. Lihat (The Effect of Open Access).