Analisis Yuridis Terhadap Implementasi Kebijakan Restorative Justice dalam Sistem Peradilan Pidana di Indonesia
Abstract
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi kebijakan restorative justice dalam sistem peradilan pidana di Indonesia dari perspektif yuridis. Restorative justice adalah pendekatan alternatif dalam penyelesaian perkara pidana yang mengutamakan proses perbaikan dan rekonsiliasi antara pelaku kejahatan, korban, dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan melakukan pengumpulan data melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi restorative justice dalam sistem peradilan pidana di Indonesia masih belum optimal. Masih terdapat kendala-kendala dalam pelaksanaannya, seperti kurangnya sosialisasi dan pengetahuan mengenai restorative justice, keterbatasan sumber daya, serta kurangnya dukungan dari pihak penegak hukum. Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan implementasi restorative justice dalam sistem peradilan pidana di Indonesia.
Keyword : Yuridis, Justice, Sistem Peradilan Pidana
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Fakultas Hukum Universitas Pamulang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang artikelnya diterbitkan pada Jurnal Pena Hukum (JPH) ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (mis., Dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan. Lihat (The Effect of Open Access).