PUTUSAN HAKIM DALAM PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA JUDGES' DECISION IN LAW ENFORCEMENT IN INDONESIA
Abstract
The power of an independent judiciary institutionally and in the judicial process has been justified by legal provisions both national and international. With this judicial power, it is expected to produce quality judges' decisions so that they become an important reference in determining community law compliance. In essence, the judge in handing down a decision is influenced by 2 (two) streams, namely: (a) Conservative School, which is a judge's decision based solely on written legal provisions (laws and regulations), (b) Progressive School, which is a judge's decision that is not solely based on written legal provisions but the judge must also base on empirical knowledge and experience he has experienced. The purpose of this study is to analyze and examine how judges hand down a decision in law enforcement in Indonesia. This research uses qualitative writing methods normatively-juridically. This research identifies legal
principles and doctrines as a reference in responding to problems.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Fakultas Hukum Universitas Pamulang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang artikelnya diterbitkan pada Jurnal Pena Hukum (JPH) ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (mis., Dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan. Lihat (The Effect of Open Access).
