Pemanfaatan Fabel dalam Literasi dan Pendidikan Karakter di TPQ
DOI:
https://doi.org/10.32493/noslltl.v2i1.48361Keywords:
Pendidikan karakter, literasi, fabel, storytelling, media pembelajaran, TPQAbstract
Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam pembelajaran yang bertujuan membentuk individu bermoral, bertanggung jawab, dan berempati. Salah satu cara efektif untuk mendukung pembentukan karakter siswa adalah melalui pengayaan literasi. Namun, tantangan dalam lembaga pendidikan nonformal, seperti TPQ As-Sauqi Ciater, adalah keterbatasan metode pembelajaran yang menarik dan efektif dalam menyampaikan nilai-nilai moral. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penggunaan fabel sebagai media pembelajaran literasi sekaligus penanaman karakter. Melalui metode storytelling berbasis PowerPoint, Hand Puppets, dan Picture Book, siswa diajak memahami nilai-nilai moral dengan cara yang interaktif dan menyenangkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu meningkatkan pemahaman literasi dan membentuk karakter siswa secara efektif. Penggunaan media interaktif dalam penyampaian fabel membuat siswa lebih antusias dalam pembelajaran, meningkatkan daya serap mereka terhadap isi cerita, serta memudahkan internalisasi nilai-nilai moral seperti kejujuran, empati, dan tanggung jawab. Dengan demikian, integrasi fabel dalam pendidikan karakter menjadi alternatif strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan TPQ.
References
Berkowitz, M. W., & Bier, M. C. (2005). What works in character education: A research-driven guide for educators. Character Education Partnership.
Danandjaja, J. (2002). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Ellis, G., & Brewster, J. (2014). Tell It Again! The Storytelling Handbook for Primary English Language Teachers. British Council.
Gunning, T. G. (2016). Creating Literacy Instruction for All Students. Pearson.
Halla, M. (2020). Moral values in children's literature: The role of fables in character education. Journal of Children's Literature Studies, 17(2), 45-60.
Kiefer, B. (2018). Children’s Literature in the Reading Program: Engaging Young Readers in the 21st Century. International Reading Association.
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Mainake, R. (2019). Implementasi pendidikan karakter melalui cerita fabel di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(1), 22-34.
Marinak, B., & Gambrell, L. (2016). Motivating Reading Comprehension: Concept-Oriented Reading Instruction. Guilford Press.
Nikolajeva, M. (2014). Reading for Learning: Cognitive Approaches to Children’s Literature. John Benjamins.
Nucci, L. (2016). Moral education for a society in moral transition. Cambridge University Press.
Pelligrini, A. (2012). The Role of Play in Human Development. Oxford University Press.
Ryan, K., & Bohlin, K. E. (1999). Building Character in Schools: Practical Ways to Bring Moral Instruction to Life. Jossey-Bass.
Ryan, K., & Bohlin, K. E. (1999). Building character in schools: Practical ways to bring moral instruction to life. Jossey-Bass.
Tomlinson, C. A. (2014). The differentiated classroom: Responding to the needs of all learners. ASCD.
Tomlinson, C. A. (2019). How to Differentiate Instruction in Academically Diverse Classrooms. ASCD.
UNESCO. (2006). Education for all global monitoring report: Literacy for life. Paris: UNESCO Publishing.
Zipes, J. (2009). The Enchanted Screen: The Unknown History of Fairy Tales and Their Cinematic Transformations. Routledge.



