Penguatan Penggunaan Strategi Kesopanan Berbahasa Inggris dalam Interaksi Anak-Pengasuh di Panti Asuhan Wisma Karya Bakti Depok
DOI:
https://doi.org/10.32493/noslltl.v3i2.62405Keywords:
communication, pola kesantunan, vocabularyAbstract
Penggunaan ungkapan kesopanan berbahasa Inggris dalam interaksi sosial berperan sangat penting agar terwujudnya komunikasi yang efektif dan harmonis. Di samping itu, strategi kesopanan merupakan salah satu ruang lingkup ilmu pragmatik yang fokus terhadap penggunaan konteks dalam interaksi sosial. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan anak dalam menggunakan ungkapan sopan, seperti please, thank you, sorry, dan excuse me, serta membentuk karakter santun. Penggunaan ungkapan kesopanan perlu diterapkan oleh anak didik di panti asuhan karena bahasa sopan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbahasa, tetapi juga dengan perkembangan sosial, emosional, dan karakter anak. Maka dari itu, sangat diperlukan untuk melaksanakan kegiatan Penguatan Strategi Kesopanan Berbahasa Inggris dalam Interaksi antara Anak dan Pengasuh di Panti Asuhan Wisma Karya Bakti Yayasan Oto Iskandar Dinata Depok. Sasaran kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini ditargetkan kepada anak didik di panti asuhan (tingkat remaja) yang memiliki keanekaragaman latar belakang dan kemampuan bahasa Inggris yang berbeda, dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang. Metode yang digunakan meliputi pengenalan ungkapan sopan, modeling, latihan terbimbing, role play, dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, dilengkapi dengan kegiatan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil post-test menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 25% dibandingkan pre-test. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan ini efektif membantu anak memahami konteks penggunaan bahasa sopan secara tepat serta membentuk kebiasaan berbahasa yang santun.
References
Afriani, O., Salam, M., & Usmanto, H. (2021). Peran panti asuhan dalam menanamkan pendidikan karakter anak asuh. Jurnal Kewarganegaraan, 5(2), 539–551.
Austin, J. L. (1962). How to do things with words. Oxford University Press.
Bardovi-Harlig, K. (2001). Evaluating the empirical evidence: Grounds for instruction in pragmatics? In K. R. Rose & G. Kasper (Eds.), Pragmatics in language teaching (pp. 13–32). Cambridge University Press.
Brown, P., & Levinson, S. C. (1987). Politeness: Some universals in language usage (2nd ed.). Cambridge University Press.
Elvina, D. S., & S., D. (2025). Peran Panti Asuhan Yayasan Gerakan Bunda Berbagi dalam membentuk karakter anak panti di Pasaman Barat. Jurnal Studi Tindakan Edukatif (JSTE), 1(6), 2941–2954.
Firdaus, A. Y., & Novitasari, N. F. (2023). Menanamkan integritas pada anak-anak panti asuhan melalui pengintegrasian pembelajaran bahasa Inggris. INTEGRITAS: Jurnal Pengabdian, 7(2), 538–556.
Goffman, E. (1967). Interaction ritual: Essays on face-to-face behavior. Anchor Books.
Grice, H. P. (1975). Logic and conversation. In P. Cole & J. Morgan (Eds.), Syntax and semantics, Vol. 3: Speech acts (pp. 41–58). Academic Press.
Hafshah, M., Supitayanti, S., Intansari, E., & Nasrullah, M. F. (2024). Implementation of educational care model for orphans: Case study in Kertomulyo Village. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan dan Agama (Vol. 5, No. 1, pp. 173–184).
Halizah, S., & Baiquni, M. M. (2025). Analisis keterampilan berbicara anak panti asuhan dalam pemerolehan bahasa kedua: Kajian sosiolinguistik. Suluk Aksara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(2), 150–180.
Hidayat, L. H. L. (2017). Pola pembinaan budi pekerti anak di panti asuhan. Untirta Civic Education Journal, 2(2).
Holmes, J. (2013). An introduction to sociolinguistics (4th ed.). Routledge.
Jaya, A., Hermayawati, H., & Suryani, S. (2019). The implementation of project-based learning in increasing speaking achievement and self-confidence. Indonesian Educational Administration and Leadership Journal, 1(1), 4–14.
Kokotsaki, D., Menzies, V., & Wiggins, A. (2016). Project-based learning: A review of the literature. Improving Schools, 19(3), 267–277.
Krashen, S. D. (1982). Principles and practice in second language acquisition. Pergamon Press.
Leech, G. N. (1983). Principles of pragmatics. Longman.
Lutfiah, A. (2024). Pola asuh pengurus panti dalam membentuk moral anak di Panti Asuhan Budi Utomo Metro Barat [Disertasi doktoral, IAIN Metro].
Mustiawati, S., Khaeroni, C., & Widayat, P. A. (2025). Pola asuh anak perspektif Diana Baumrind di Panti Asuhan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Muhammadiyah Bentang Hati Putra Bandar Jaya. Profetik: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam, 5(2), 221–230.
Muttaqin, K. U., & Hanif, M. (2026). Implementasi pendidikan akhlak dalam pembinaan anak asuh di Panti Asuhan Aisyiyah Dukuhturi. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP), 7(1), 37–44.
Plass, J. L., Mayer, R. E., & Homer, B. D. (Eds.). (2020). The handbook of game-based learning. MIT Press.
Pujimahanani, C., & Putut, H. (2021). Pelatihan percakapan bahasa Inggris anak-anak tingkat SMP panti asuhan yatim Muhammadiyah Jombang [Laporan PPM]. Universitas DR. Soetomo Surabaya.
Searle, J. R. (1969). Speech acts: An essay in the philosophy of language. Cambridge University Press.
Taguchi, N. (2015). Instructed pragmatics at a glance: Where instructional studies were, are, and should be going. Language Teaching, 48(1), 1–50.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. (1979). Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Wang, Y. (2021). The price of being polite: Politeness, social status, and their joint impacts on community Q&A efficiency. Journal of Computational Social Science, 4(1), 101–122.
Watri, L. N. (2025). Integrated educational practices for building character and motivation among orphans in institutional care at Ummu Aiman Makassar Islamic orphanage. Tamaddun, 24(1), 204–215.
Zulhijah, E. (2023). Strategi orangtua asuh dalam menanamkan kesantunan berbahasa anak usia dini di panti asuhan kasih sayang Bengkulu [Disertasi doktoral, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu].



