Penguatan Kecakapan Bahasa Inggris Karyawan Frontliner Hotel melalui Communicative Approach dan Role-Play
DOI:
https://doi.org/10.32493/noslltl.v3i3.65570Keywords:
Communicative Approach, English for Occupational Purposes, Hotel Ayaka Suites, Ragam Informal, Role-PlayAbstract
Komunikasi merupakan salah satu kunci utama dalam indutri perhotelan. Demikian pula bagi Hotel Ayaka Suite, di mana karyawan berinteraksi langsung dengan para tamu baik domestic maupun mancanegara. Dalam interaksi inilah, Bahasa Inggris seringkali bertindak sebagai lingua franca utama. Namun, observasi awal dan analisis kebutuhan menunjukkan adanya kesenjangan antara pendidikan formal yang pernah diterima karyawan dengan realitas komunikasi di lapangan. Hal ini mengakibatkan karyawan mengalami kelambatan memproses pesan lisan serta hambatan psikolinguistik berupa rasa cemas (language anxiety) dan kurang percaya diri. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ragam bahasa Inggris informal, mengasah keterampilan berbicara dan mendengarkan, serta menyediakan media pembelajaran mandiri bagi para karyawan. Khalayak sasaran program ini berjumlah 20 orang staf garda depan (frontliner). Program dilaksanakan secara daring menggunakan media Zoom meeting melalui pendekatan pembelajaran komunikatif (communicative approach) yang memadukan teknik ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan metode simulasi pelayanan (role-play) berbasis skenario kerja riil perhotelan. Evaluasi program diukur menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang setara, kemudian divalidasi secara ilmiah menggunakan teknik analisis statistik inferensial uji-T sampel berpasangan (paired sample t-test) pada taraf signifikansi alpha = 0,05. Hasil pelaksanaan program menunjukkan lonjakan kompetensi yang sangat nyata, di mana nilai rata-rata (mean) peserta melesat tajam dari 48,50 pada pre-test menjadi 92,50 pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 44,00 poin.
References
Blue, G. M., & Harun, M. (2003). Hospitality language as a professional skill. English for Specific Purposes, 22(1), 73-91.
Crystal, D. (2003). English as a Global Language (2nd ed.). Cambridge University Press.
Field, J. (2008). Listening in the Language Classroom. Cambridge University Press.
Hutchinson, T., & Waters, A. (1987). English for Specific Purposes: A learning-centred approach. Cambridge University Press.
Jenkins, J. (2007). English as a Lingua Franca: Attitude and identity. Oxford University Press.
Kirkpatrick, A. (2010). The Routledge Handbook of World Englishes. Routledge.
Nurdiana, N. (2024). Analisis Kebutuhan Pelatihan Bahasa Inggris Berbasis Kebutuhan Kerja pada Industri Perhotelan. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 8(1), 45-52.
Palangan, S., Susanto, F., Febrianto, A., Talenta, R., & Wahyanti, S. (2025). Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Mitra Industri Jasa Perhotelan dalam Program Pemberdayaan Sumber Daya Manusia. Jurnal Pengabdian Masyarakat Terapan, 3(1), 112-120.
Prachanant, N. (2012). Needs analysis on English language use in tourism industry. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 34, 117-125.
Prima, A., Putra, R., & Sari, D. N. (2022). Keterampilan Berbicara dan Mendengarkan: Kebutuhan Utama Komunikasi Bahasa Inggris dalam Sektor Komunikasi Bisnis dan Perhotelan. Jurnal Bahasa dan Sastra Terapan, 4(2), 89-98.
Rahmawati, I. N. (2015). Evaluating the use of L1 in the English language classroom. English Education: Jurnal Tadris Bahasa Inggris IAIN Raden Intan, 1–38. http://www.bhamlive3.bham.ac.uk/Documents/college-artslaw/cels/essays/matefltesldissertations/Milesdiss.pdf
Richards, J. C. (2008). Teaching Listening and Speaking: From theory to practice. Cambridge University Press.
Santoso, B., & Prasetyo, E. (2024). Pengaruh Ceramah Interaktif dan Role-Play Konten Lokal dalam Meningkatkan Komparasi Kinerja Komunikasi Resepsionis Hotel. Jurnal Ilmiah Pariwisata Terapan, 11(2), 201-215.
Seidlhofer, B. (2011). Understanding English as a Lingua Franca. Oxford University Press.



