Membangun Semangat dan Komunikasi Efektif Bersama Masyarakat Desa Sukajadi Kecamatan Carita Banten
DOI:
https://doi.org/10.32493/pbs.v6i1.57113Keywords:
Komunikasi efektif, motivasi, kebersamaan, dan partisipasi sosialAbstract
Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan oleh civitas akademika dengan tema “Membangun Semangat dan Komunikasi Efektif Bersama Masyarakat Desa Sukajadi Kecamatan Carita – Banten.” Kegiatan dilaksanakan di Desa Sukajadi sebagai upaya penguatan kapasitas sosial masyarakat melalui peningkatan pemahaman dan keterampilan komunikasi dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan desa. Tujuan pelaksanaan PkM ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat Desa Sukajadi dalam menerapkan komunikasi yang efektif, baik dalam komunikasi antarpribadi maupun komunikasi organisasi, guna menumbuhkan semangat kebersamaan, meningkatkan partisipasi sosial, serta memperkuat koordinasi dalam kegiatan pembangunan desa. PKM ini dilaksanakan berdasarkan kebutuhan masyarakat Desa Sukajadi akan penguatan kapasitas komunikasi sosial. Meskipun desa memiliki potensi sosial, budaya, dan ekonomi yang besar, masih ditemukan tantangan berupa kurang optimalnya komunikasi antarwarga dan dalam organisasi desa. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, rendahnya partisipasi, serta lemahnya sinergi dalam pembangunan, sehingga diperlukan intervensi edukatif dan partisipatif dari perguruan tinggi. Metode pelaksanaan PKM menggunakan pendekatan partisipatif. Kegiatan meliputi: [1] Penyuluhan tentang prinsip-prinsip komunikasi efektif; [2] Pelatihan keterampilan komunikasi berbasis kelompok; [3] Diskusi interaktif untuk menggali potensi lokal dan permasalahan sosial; dan [4] Simulasi komunikasi organisasi dan praktik komunikasi motivasional. Pendekatan kolaboratif diterapkan agar masyarakat terlibat aktif dalam seluruh proses kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya komunikasi efektif dalam kehidupan keluarga, komunitas, dan organisasi desa. Selain itu, tumbuh semangat kebersamaan yang ditandai dengan meningkatnya nilai gotong royong, solidaritas, dan rasa saling percaya antarwarga. Masyarakat juga menjadi lebih siap dalam mengelola potensi desa, menghadapi dinamika sosial, serta menjalin hubungan yang harmonis dengan pihak eksternal.
References
Agustina, R., & Eka, D. (2019). Komunikasi efektif dalam organisasi. Prenadamedia Group.
Bintarto, R. (2010). Desa-kota dan permasalahannya. Ghalia Indonesia.
Cangara, H. (2012). Pengantar ilmu komunikasi. Rajawali Pers.
Daryanto. (2014). Ilmu komunikasi. Satu Nusa.
Haryanto. (2016). Kerja sama antar daerah dan pembangunan wilayah. Pustaka Pelajar.
Koentjaraningrat. (2013). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Kurniawati, D., & Suryani, I. (2021). Literasi digital masyarakat dalam menghadapi era transformasi digital. Jurnal Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat, 5(2), 101–112.
Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2011). Theories of human communication (10th ed.). Waveland Press.
Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2017). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Alfabeta.
Muhith, A., & Siyoto, S. (2018). Komunikasi keperawatan. Andi Offset.
Putra, A., & Aziz, A. (2019). Efektivitas komunikasi dalam organisasi. Jurnal Komunikasi, 11(2), 145–154.
Santosa, S. (2004). Dinamika kelompok. Bumi Aksara.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Zuwirna. (2016). Psikologi komunikasi. Kencana.
