Strategi Menanamkan Nilai Qur’an dalam Masyarakat Digital
Abstract
Era digital menghadirkan perubahan signifikan dalam pola komunikasi, perilaku sosial, dan cara masyarakat memperoleh informasi. Di tengah derasnya arus konten digital yang sering kali tidak terverifikasi, nilai-nilai Qur’ani berpotensi mengalami reduksi makna jika tidak ditanamkan melalui strategi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi efektif dalam menanamkan nilai-nilai Qur’an pada masyarakat digital yang ditandai oleh keterhubungan cepat, budaya instan, dan dominasi media sosial. Metode yang digunakan ialah studi kepustakaan yang dianalisis secara kualitatif melalui pendekatan tematik terhadap literatur terkait pendidikan nilai, dakwah digital, dan etika Qur’ani. Temuan menunjukkan bahwa internalisasi nilai Qur’an dapat dilakukan melalui tiga strategi utama: pertama, penguatan literasi digital Qur’ani yang mendorong kemampuan kritis dalam menyaring informasi; kedua, pemanfaatan platform digital untuk menyebarkan konten edukatif berbasis akhlak Qur’ani; dan ketiga, pembentukan komunitas virtual yang mendukung praktik nilai seperti kejujuran, empati, dan tanggung jawab. Hasil penelitian menegaskan bahwa kombinasi antara literasi digital dan pendekatan spiritual mampu meningkatkan pemahaman nilai serta mendorong perilaku positif pengguna media digital. Kesimpulannya, penanaman nilai-nilai Qur’an dalam masyarakat digital memerlukan strategi adaptif yang mengintegrasikan teknologi, pendidikan nilai, serta keteladanan dalam ruang virtual.
