PENGARUH CAPITAL INTENSITY, PERTUMBUHAN PENJUALAN DAN KEBIJAKAN HUTANG TERHADAP TAX AVOIDANCE
Abstract
Abstract
This study aims to analyze the effect of Capital Intensity, Sales Growth, and Debt Policy on Tax Avoidance in Consumer Non-Cyclicals companies, including the Food and Beverage sub-sector, listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2020–2024 period. The study sample consisted of eight Food and Beverage sub-sector companies selected through purposive sampling, resulting in 32 observational data sets. This study employed a quantitative approach with panel data regression analysis and was processed using EViews 10. The results indicate that simultaneously, Capital Intensity, Sales Growth, and Debt Policy have no significant effect on Tax Avoidance. Partially, Capital Intensity has no significant effect on Tax Avoidance, Sales Growth has a significant positive effect on Tax Avoidance, while Debt Policy has no significant effect on Tax Avoidance. These findings suggest that in Food and Beverage companies, sales growth plays a role in increasing tax avoidance practices, while asset structure and financing policies have not significantly influenced the level of Tax Avoidance.
Keywords: Capital Intensity, Sales Growth, Debt Policy, Tax Avoidance, Food and Beverage.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Intensitas Modal (Capital Intensity), Pertumbuhan Penjualan, dan Kebijakan Hutang terhadap Tax Avoidance pada perusahaan sektor Consumer Non-Cyclicals sub-sektor Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2024. Sampel penelitian terdiri dari 8 perusahaan sub-sektor Food and Beverage yang dipilih melalui metode purposive sampling sehingga diperoleh 32 data observasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel dan diolah menggunakan program EViews 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan Intensitas Modal, Pertumbuhan Penjualan, dan Kebijakan Hutang tidak berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance. Secara parsial, Intensitas Modal tidak berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance, Pertumbuhan Penjualan berpengaruh signifikan positif terhadap Tax Avoidance, sedangkan Kebijakan Hutang tidak berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam perusahaan Food and Beverage, pertumbuhan penjualan memiliki peran dalam meningkatkan praktik penghindaran pajak, sedangkan struktur aset dan kebijakan pendanaan belum memberikan pengaruh yang berarti terhadap tingkat Tax Avoidance.
Kata kunci: Capital Intensity, Pertumbuhan Penjualan, Kebijakan Hutang, Tax Avoidance, Food and Beverage.