PENGARUH CAPITAL INTENSITY DAN INVENTORY INTENSITY TERHADAP TAX AVOIDANCE
Abstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh capital intensity dan inventory intensity terhadap tax avoidance pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Sektor energi merupakan sektor dengan ketergantungan besar terhadap aset tetap dan persediaan. Aset tetap seperti mesin produksi, jaringan distribusi, peralatan pengeboran, hingga instalasi pembangkit menjadikan sektor ini memiliki tingkat penyusutan yang sangat tinggi. Di sisi lain, persediaan berupa minyak mentah, gas, batubara, hingga bahan bakar olahan juga memiliki peran penting dalam struktur keuangan perusahaan. Kedua komponen ini membuka peluang bagi manajemen untuk melakukan pengaturan waktu pengakuan beban sehingga dapat memengaruhi jumlah laba kena pajak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik regresi panel menggunakan model Fixed Effect, setelah melalui serangkaian uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capital intensity berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance, sedangkan inventory intensity tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Secara simultan, keduanya berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman mengenai bagaimana struktur aset dapat memengaruhi pola perencanaan pajak perusahaan, khususnya pada sektor yang bersifat padat modal seperti energi.
Kata Kunci: capital intensity; inventory intensity; tax avoidance; sektor energi
Abstract
This research examines how capital intensity and inventory intensity influence tax avoidance practices among energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2022–2024. The energy sector is characterized by a heavy dependence on fixed assets such as production machinery, drilling equipment, transmission infrastructure, and other long-term operational facilities, making it inherently asset-intensive. In addition, the sector often manages substantial inventory values, including crude oil, natural gas, and processed fuels. These characteristics provide managerial discretion in recognizing depreciation expenses and inventory-related costs, which may subsequently affect taxable income. This study adopts a quantitative approach by analyzing secondary financial data obtained from annual reports, employing panel data regression with the Fixed Effect Model after passing classical assumption tests. The findings reveal that capital intensity has a statistically significant effect on tax avoidance, while inventory intensity does not show a significant relationship. Simultaneously, both variables significantly contribute to tax avoidance behavior. The study enriches academic discourse on asset structure and tax planning behavior, particularly within asset-heavy energies, and offers practical implications for regulators overseeing the tax practices of energy sector companies.
Keywords:capital intensity; inventory intensity; tax avoidance; energy sector; asset structure