PENGARUH BEBAN PAJAK TANGGUHAN, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR
Abstract
Abstract
This study aims to analyse the extent to which deferred tax expense, institutional ownership, and dividend policy influence earnings management practices in manufacturing companies in the food and beverage sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2021–2024 period. The background of this study is based on the widespread earnings manipulation practices by companies to present stable financial performance, making it important to identify factors that encourage or restrain such actions. Using purposive sampling, this study collects 9 companies that meet the criteria. All data are analysed using a panel data regression approach through the EViews software, making the results more robust and able to capture dynamics across companies and over time. The findings indicate that deferred tax expense does not have a significant effect on earnings management practices, suggesting that fluctuations in deferred tax accounts are not the main consideration for companies when manipulating financial reports. On the other hand, institutional ownership shows a positive and significant influence, indicating that the greater the institutional ownership, the stronger the potential for management to manipulate earnings. Meanwhile, dividend policy does not show any meaningful impact on earnings management. This study contributes by enriching financial accounting literature concerning monitoring mechanisms and financial reporting behaviour in the manufacturing sector, and it provides considerations for investors, regulators, and management in evaluating corporate governance.
Keywords: Earnings Management, Deferred Tax Expense, Institutional Ownership, Dividend Policy, Food and Beverage Companies
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban pajak tangguhan, kepemilikan institusional, dan kebijakan dividen terhadap praktik manajemen laba pada perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2024. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada maraknya praktik manipulasi laba yang dilakukan perusahaan untuk menampilkan hasil keuangan yang stabil, sehingga penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memotivasi atau menghambat perilaku tersebut. Dengan metode purposive sampling, penelitian ini memilih 9 perusahaan yang memenuhi kriteria. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak EViews, sehingga hasilnya lebih andal dan mampu menggambarkan dinamika antar perusahaan dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban pajak tangguhan tidak berpengaruh signifikan terhadap praktik manajemen laba, yang berarti bahwa perubahan pada akun pajak tangguhan bukan faktor utama yang dipertimbangkan perusahaan dalam melakukan manipulasi laporan keuangan. Sebaliknya, kepemilikan institusional memiliki pengaruh positif dan signifikan, yang menunjukkan bahwa semakin besar kepemilikan institusional, semakin tinggi kemungkinan manajemen melakukan pengaturan laba. Sementara itu, kebijakan dividen tidak memiliki pengaruh yang berarti terhadap praktik manajemen laba. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan literatur akuntansi keuangan terkait mekanisme pengawasan dan perilaku pelaporan keuangan di sektor manufaktur, serta menjadi bahan pertimbangan bagi para investor, regulator, dan manajemen dalam menilai tata kelola perusahaan.
Kata kunci: Manajemen Laba, Beban Pajak Tangguhan, Kepemilikan Institusional, Kebijakan Dividen, Perusahaan Makanan dan Minuman
