PENGARUH INTENSITAS PERSEDIAAN DAN TINGKAT HUTANG TERHADAP MANAJEMEN PAJAK
Abstract
Abstract
This study aims to determine how inventory intensity and debt levels affect tax management in non-cyclical consumer companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2021–2024 period. Tax management is measured using the Effective Tax Rate (ETR) indicator. The study employed a quantitative approach with panel data regression, while the sample was selected using a purposive sampling technique, resulting in 53 companies with a total of 212 observations. The analysis results indicate that inventory intensity has no significant effect on tax management, thus differences in inventory levels are unrelated to a company's tax effectiveness. In contrast, debt levels have a negative and significant effect, with higher debt usage leading to lower ETR values due to the tax reduction benefit of interest expense. Together, these two variables significantly influence tax management, with an adjusted R-squared of 41.15 percent, indicating that the model is able to explain some of the variation in tax management. These findings suggest that a company's funding structure, particularly through the use of debt, plays a more important role in tax management strategies than inventory intensity.
Keywords: Inventory Intensity, Debt Level, Tax Management
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana intensitas dan tingkat utang memengaruhi manajemen pajak pada perusahaan consumer non-cyclicals yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2024. Manajemen pajak diukur menggunakan indikator Effective Tax Rate (ETR). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel, sedangkan pemilihan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling hingga diperoleh 53 perusahaan dengan total 212 observasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa intensitas persediaan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap manajemen pajak, sehingga perbedaan tidak berkaitan dengan tingkat efektivitas pajak perusahaan. Berbeda dengan itu, tingkat utang terbukti berpengaruh negatif dan signifikan, dimana semakin tinggi penggunaan utang maka semakin rendah nilai ETR akibat manfaat pengurang pajak dari beban bunga. Secara bersama-sama, kedua variabel tersebut berpengaruh signifkan terhadap manajemen pajak, dengan adjusted R-Squared sebesar 41,15% yang menandakan bahwa model mampu menjelaskan sebagian variasi manajemen pajak. Temuan ini menunjukkan bahwa struktur pendanaan perusahaan, khususnya melalui penggunaan utang, memiliki peran lebih penting dalam strategi pengelolaan pajak dibandingkan intensitas persediaan.
Kata Kunci: Intensitas Persediaan, Tingkat Utang, Manajemen Pajak
