Penerapan Model Problem Based Learning dan Pendekatan Culturally Responsive Teaching untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Authors

  • Maya Mashita Universitas Cenderawasih

DOI:

https://doi.org/10.32493/jurnalpkn.v12i2.53048

Keywords:

problem based learning, culturally responsive teaching, Hasil Belajar

Abstract

Ketertarikan generasi muda terhadap budaya daerah yang ada di Malang mengalami penurun yang signifikan, terbukti dari beberapa temuan hasil penelitian yang didapatkan bahwa keterlibatan  generasi muda dalam proses pewarisan terhadap budaya daerah Topeng Malangan sangatlah minim. Berdasarkan data yang diperoleh, partisipasi generasi muda asli malang 30% sedangkan generasi muda dari luar Malang justru lebih tinggi, yakni sekitar 70%. Tujuan penelitian ini melalui penggunaan model Problem Based Learning dan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT), siswa dapat mengimplementasikan hasil belajar budaya daerah di sekolah dalam kehidupannya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari beberapa tahap, diantaranya perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pratindakan, siklus pertama, dan siklus kedua mengalami adanya peningkatan yang signifikan atas pencapaian hasil belajar siswa, ditunjukkan dengan adanya presentase siklus pertama diperoleh hasil presentase ketuntasan siswa sebesar 68%, sedangkan pada siklus kedua hasil presentase ketuntasan siswa mencapai 93%. Diharapkan dengan adanya pembiasaan pendekatan Culturally Responsive Teaching dapat menambah ketertarikan generasi muda terhadap budaya daerah.

References

Arikunto, Suharsimi. 2007. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research-CAR), Jakarta:Bumi Aksara.

Gay, Geneva. 2000. Culturally Responsive Teaching: Theory, Research, and Practice. New York: Teachers College Press.

Gunawan, Restu. (2021, Desember). Cultural Discussion. Materi disajikan dalam Webinar Nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V.

Karmadi, A. D. (2007). Budaya Lokal Sebagai Warisan Budaya dan Upaya Pelestariannya. Makalah Disampaikan pada Dialog Budaya Daerah Jawa Tengah yang Diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, hlm. 1-6.

Sari, dkk. (2022). Proses Pewarisan Budaya Topeng Malangan melalui Learning by Doing dalam Setting Pembelajaran Informal. Jurnal Pendidikan untuk Semua, 5 (2), hlm. 9.

Sari, dkk. (2024). Penerapan Pendekatan CRT untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV pada Mata Pelajaran Matematika. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8 (2), hlm. 33143.

SIMPKB. (2023). Pendekatan Culturally Responsive Teaching. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen):PPG Prajabatan.

Wahab dan Sapriya. (2011). Teori dan Landasan Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung: Alfabeta.

Wahidin. (2021). Pendidikan berbasis Kearifan Lokal di Abad 21. Garuda.kemdikbud.go.id, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Downloads

Published

2025-10-01

How to Cite

Mashita, M. (2025). Penerapan Model Problem Based Learning dan Pendekatan Culturally Responsive Teaching untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 12(2), 98–109. https://doi.org/10.32493/jurnalpkn.v12i2.53048