Dilema Pluralisme Hukum: Mencari Titik Temu Aturan dalam Masyarakat Majemuk

Authors

  • Hadi Susanto Universitas Borobudur

DOI:

https://doi.org/10.32493/jurnalpkn.v13i1.58713

Keywords:

pluralisme hukum; , titik temu aturan; , harmonisasi normatif;

Abstract

Pluralisme hukum di Indonesia menampilkan koeksistensi hukum nasional, hukum adat, dan hukum agama yang kerap menimbulkan dilema normatif dan konflik, terutama pada isu pewarisan, pertanahan, pernikahan, dan hak komunitas adat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dilema pluralisme hukum dalam masyarakat majemuk dan menelusuri kemungkinan titik temu aturan antara berbagai sistem hukum. Metode penelitian menggunakan pendekatan kajian pustaka normatif, dengan analisis literatur dari jurnal, buku, dan sumber ilmiah terkini yang relevan dengan hukum nasional, hukum adat, dan hukum agama. Hasil kajian menunjukkan bahwa pluralisme hukum bukan sekadar koeksistensi pasif, tetapi merupakan proses dinamis yang melibatkan kompromi normatif, sinkretisme hukum, mediasi komunitas, dan partisipasi masyarakat. Mekanisme ini memungkinkan harmonisasi norma, penyelesaian sengketa lebih efektif, dan peningkatan legitimasi hukum. Kesimpulannya, strategi titik temu aturan diperlukan untuk menyeimbangkan kepentingan hukum nasional, adat, dan agama, sehingga pluralisme hukum dapat berfungsi sebagai kerangka hukum inklusif, adaptif, dan kontekstual. Disarankan agar pembuat kebijakan merancang regulasi konsisten yang mengakomodasi pluralisme hukum, mendorong partisipasi masyarakat, serta mengoptimalkan mekanisme mediasi dan kompromi normatif.

References

Adi, B. P. (2025). Creating Synergy between Restorative Customary Law Values and the Retributive National Legal System. SHS Web of Conferences, 221, 03002. https://doi.org/10.1051/shsconf/202522103002

Ahmed, F. (2022). Deconstructing the Alternative Modalities of Law in the context of Legal Pluralism. RESEARCH REVIEW International Journal of Multidisciplinary, 7(9), 137–144. https://doi.org/10.31305/rrijm.2022.v07.i09.023

Aini, M. (2025). Hubungan Hukum dan Masyarakat. Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi, 2(8), 145–152. https://doi.org/10.71282/jurmie.v2i8.802

Al-Hakim, A. (2023). Navigating Legal Pluralism: A Socio-Anthropological Analysis of Governance and Law in Multicultural Societies. Journal of Judikaltura, 1(2), 23–27. https://doi.org/10.61963/jkt.v1i2.35

Anggraeni, R. D. (2023). Islamic Law and Customary Law in Contemporary Legal Pluralism in Indonesia: Tension and Constraints. AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah, 23(1). https://doi.org/10.15408/ajis.v23i1.32549

Bakri, M. (2024). Customary Law and Indigenous Peoples’ Rights: Challenges in the Age of Globalisation. Journal of Indonesian Scholars for Social Research, 4(2), 144–150. https://doi.org/10.59065/jissr.v4i2.165

Disantara, F. P. (2021). Konsep Pluralisme Hukum Khas Indonesia sebagai Strategi Menghadapi Era Modernisasi Hukum. Al-Adalah: Jurnal Hukum Dan Politik Islam, 6(1), 1–36. https://doi.org/10.35673/ajmpi.v6i1.1129

Febrianto, R. D., & Meta, E. (2025). Dinamika Penalaran Hukum Dalam Sistem Peradilan Plural. Law and Humanity, 3(2), 123–138. https://doi.org/10.37504/lh.v3i2.738

Hakim, L., Melati, Q. H., & Negara, D. (2025). Integrating Adat Law in Indonesia: Challenges and Opportunities in a Centralized Legal Framework. Indonesian State Law Review, 8(1), 58–82. https://doi.org/10.15294/islrev.v8i1.19628

Hakim, M. H. (2017). Pergeseran orientasi penelitian hukum: Dari doktrinal ke sosio-legal. Syariah Jurnal Hukum Dan Pemikiran, 16(2), 105. https://doi.org/10.18592/sy.v16i2.1031

Hariri, A., & Babussalam, B. (2024). Legal Pluralism: Concept, Theoretical Dialectics, and Its Existence in Indonesia. Walisongo Law Review (Walrev), 6(2), 146–170. https://doi.org/10.21580/walrev.2024.6.2.25566

Irawan, Zayadi, Saihu, M., Darwis Hude, & Nasaruddin Umar. (2025). Negotiating Legal Pluralism: Syncretism of Islamic Law and Balinese Adat in Pegayaman Village. El-Mashlahah, 15(1), 149–164. https://doi.org/10.23971/el-mashlahah.v15i1.9072

Lestari, S. D., & Kit, A. Y. S. (2024). The Integration of Customary Law within the Framework of Indonesia’s Constitutional Law in a Plural Society. Indonesian Journal of Administrative Law and Local Government, 1(01). https://doi.org/10.26740/ijalgov.v1i01.35852

Nasution, S., Sa, S., Asmaret, D., Kamal, T., & Julhadi, J. (2025). The Existence of Islamic Law and Customary Law in the Indonesian National Legal System. Islamic Circle, 5(2), 48–68. https://doi.org/10.56874/islamiccircle.v5i2.2188

Negara, T. A. S. (2023). Normative Legal Research in Indonesia: Its Originis and Approaches. Audito Comparative Law Journal (ACLJ), 4(1), 1–9. https://doi.org/10.22219/aclj.v4i1.24855

Rohman, Moh. M., Mu’minin, N., Masuwd, M., & Elihami, E. (2024). Methodological Reasoning Finds Law Using Normative Studies (Theory, Approach and Analysis of Legal Materials). MAQASIDI: Jurnal Syariah Dan Hukum, 204–221. https://doi.org/10.47498/maqasidi.v4i2.3379

S, D. Y. (2022). Pluralisme Hukum dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Wakaf di Indonesia. Jurnal Paradigma Hukum Pembangunan, 7(1), 87–113. https://doi.org/10.25170/paradigma.v7i1.3019

Sinaga, I., Nurhayati, & Affendi Mohmad Razali, H. (2022). Legal Pluralism in the Context of the Distribution of Women’s Inheritance: Constellation of State, Islamic and Customary Laws. Mazahibuna, 4(1), 107–131. https://doi.org/10.24252/mh.vi.29786

Sugitanata, A., & Nisa’, I. S. (2023). Analisis Maslahah dalam Membangun Harmonisasi Pluralisme Hukum pada Masyarakat Majemuk. Al-Muqaronah: Jurnal Perbandingan Mazhab Dan Hukum, 2(2), 69–77. https://doi.org/10.59259/am.v2i2.115

Tanjung, M. A. (2023). Legal Pluralism and Indigenous Justice Systems: An Anthropological Analysis. Jurnal Ar Ro’is Mandalika (Armada), 3(2), 84–91. https://doi.org/10.59613/armada.v3i2.2838

Turnip, I. R. S., Ningsih, S., Nurhayati, N., & Lubis, R. F. (2024). Kinship System and Its Influence on Islamic Inheritance Law in Indonesia. JURNAL AKTA, 11(1), 26. https://doi.org/10.30659/akta.v11i1.33673

Wardi, U., Yaswirman, Y., Ismail, I., & Gafnel, G. (2024). Comparative Analysis of Islamic Family Law and Customary Law in the Settlement of Inheritance Disputes in Indonesia. Hakamain: Journal of Sharia and Law Studies, 3(1), 13–25. https://doi.org/10.57255/hakamain.v3i1.330

Widjajanto, A., Astawa, I. G. P., & Rulyandi, M. (2025). Decolonising restorative justice in Indonesia: A comparative study across Customary Law traditions. Legality : Jurnal Ilmiah Hukum, 33(2), 470–492. https://doi.org/10.22219/ljih.v33i2.40481

Wiraguna, S. A. (2025). Eksplorasi Metode Penelitian dengan Pendekatan Normatif dan Empiris dalam Penelitian Hukum di Indonesia. Lex Jurnalica, 22(1), 66–72. https://doi.org/10.47007/lj.v22i1.8801

Downloads

Published

2026-03-31

How to Cite

Susanto, H. (2026). Dilema Pluralisme Hukum: Mencari Titik Temu Aturan dalam Masyarakat Majemuk . Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 13(1), 40–51. https://doi.org/10.32493/jurnalpkn.v13i1.58713