Optimalisasi Media Sosial Sebagai Sarana Penguatan Literasi Bela Negara Bagi Generasi Muda
Abstract
Era digitalisasi membawa tantangan baru terhadap wawasan kebangsaan, di mana generasi muda rentan
terpapar disinformasi dan ideologi kontra-produktif. Literasi bela negara di ruang digital menjadi
krusial, tidak hanya sekadar memahami nilai patriotisme, tetapi juga kemampuan kritis menyaring
informasi dan berpartisipasi positif dalam menjaga kedaulatan negara. Kegiatan Pengabdian kepada
Masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan media sosial sebagai wadah menanamkan
dan menyebarluaskan nilai-nilai bela negara (cinta tanah air, kesadaran berbangsa, setia pada Pancasila,
rela berkorban, dan kemampuan awal bela negara) bagi generasi muda. Oleh sebab itu, tim Pengabdian
kepada Masyarakat memutuskan terjun dan menawarkan solusi permasalahan dengan memberikan
sosialisasi terhadap para siswa dan guru di Yayasan Pendidikan Islam "Jame Pekojan", Jakarta
Barat. Metode pengabdian yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan kreatif, meliputi: (1)
Sosialisasi literasi digital dan kesadaran bela negara; (2) Workshop pembuatan konten kreatif bertema
patriotisme dan wawasan kebangsaan; (3) Kampanye bersama di platform media sosial seperti
Instagram dan TikTok. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman partisipan mengenai
peran bela negara non-fisik di era digital. Selain itu, kegiatan ini berhasil memproduksi konten-konten
edukatif yang menarik, meningkatkan rasa cinta tanah air, serta mendorong partisipasi aktif generasi
muda dalam menangkal hoaks dan menyebarkan nilai positif kebangsaan. Optimalisasi media sosial
terbukti menjadi strategi efektif untuk memperkuat literasi bela negara yang relevan dengan
karakteristik generasi Z. Pada akhirnya, hasil kegiatan PkM ini akan diterbitkan di prosiding.