Edukasi Hukum Dan Sosial Untuk Mencegah Pergaulan Seks Bebas Di Kalangan Remaja
Abstract
Seks bebas di kalangan remaja merupakan isu yang kompleks dengan implikasi luas bagi individu, keluarga, dan masyarakat. Seks bebas pada remaja mengacu pada aktivitas seksual yang dilakukan oleh individu muda di luar hubungan jangka panjang atau komitmen pernikahan. Fenomena ini sering melibatkan hubungan seksual dengan berbagai pasangan tanpa adanya ikatan emosional atau tanggung jawab jangka Panjang. Remaja sering kali mencari pengakuan, cinta, dan perhatian, yang bisa mendorong mereka terlibat dalam hubungan seksual untuk mendapatkan validasi atau rasa diterima. Pendidikan seks yang tidak memadai membuat remaja kurang memahami risiko dan konsekuensi dari seks bebas, seperti penyakit menular seksual (PMS) dan kehamilan tidak diinginkan. Media dan internet seringkali menyajikan seks dalam konteks glamor atau tanpa dampak negatif, mempengaruhi pandangan remaja terhadap seks bebas. Risiko kesehatan yang terkait dengan seks bebas termasuk kehamilan tidak diinginkan dan penyakit menular seksual (PMS). Selain itu, kesehatan mental remaja juga dapat terpengaruh, dengan munculnya stres, kecemasan, dan rasa bersalah. Remaja yang terlibat dalam seks bebas sering mengalami stigma sosial dan penilaian negatif, serta ketegangan dalam hubungan keluarga. Kehamilan atau masalah kesehatan yang terkait dengan seks bebas dapat mempengaruhi prestasi akademik dan masa depan karier remaja. Dalam menangani seks bebas pada remaja memerlukan pendekatan multidimensional yang melibatkan edukasi, dukungan emosional, dan kebijakan yang tepat untuk mengurangi risiko dan dampak negatif yang mungkin timbul. Tujuan dari Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah membantu meningkatkan kesadaran hukum kalangan remaja atau pelajar SMK Pondok Petir agar mengetahui batasan hukum yang mengatur seks bebas, agar paham mengenai apa yang perlu dilakukan dan hal apa yang perlu dihindari salah dalam kehidupan sosial