FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN ASET BIOLOGIS PADA PERUSAHAAN AGRIKULTUR

Authors

  • Thariq Muhammad Naser Universitas Pamulang
  • Desy Purwasih Universitas Pamulang

Abstract

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji serta menjelaskan hubungan antara intensitas aset biologis dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan aset biologis pada perusahaan sektor agrikultur. Analisis dilakukan melalui kajian komparatif terhadap tiga jurnal ilmiah terakreditasi yang didukung oleh beberapa referensi penelitian lain yang relevan. Ketiga penelitian yang menjadi objek kajian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda, serta memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan perusahaan agrikultur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini berlandaskan teori stakeholder yang menjelaskan bahwa perusahaan memiliki kewajiban untuk menyediakan informasi yang memadai kepada para pemangku kepentingan melalui penyajian laporan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui metode analisis deskriptif komparatif, hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan intensitas aset biologis mendorong perusahaan untuk melakukan pengungkapan informasi yang lebih luas. Hal tersebut disebabkan oleh karakteristik aset biologis yang bersifat dinamis, mengalami proses transformasi biologis, serta memiliki tingkat ketidakpastian nilai yang relatif tinggi. Kebutuhan akan pengungkapan yang lebih komprehensif semakin meningkat setelah diberlakukannya PSAK 69 yang menekankan penggunaan nilai wajar dalam pengukuran aset biologis. Standar ini menuntut perusahaan untuk menyajikan informasi yang lebih transparan, relevan, dan andal bagi para pemangku kepentingan. Selain itu, ukuran perusahaan juga mencerminkan kapasitas serta tanggung jawab perusahaan dalam menyampaikan informasi secara terbuka. Perusahaan dengan skala yang lebih besar umumnya memiliki sistem pelaporan yang lebih terstruktur serta menghadapi tingkat tuntutan akuntabilitas yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang berukuran lebih kecil.

 

Kata Kunci: Pengungkapan aset biologis, Intensitas aset biologis, Ukuran perusahaan, PSAK 69, Perusahaan Agrikultur.

ABSTRACT

This study aims to examine and explain the relationship between biological asset intensity and firm size with respect to the level of biological asset disclosure in agricultural companies. The analysis is conducted through a comparative review of three accredited scientific journals, supported by several additional relevant studies. The selected studies apply a quantitative approach using multiple linear regression analysis, with secondary data obtained from the financial statements of agricultural companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The theoretical framework of this research is based on stakeholder theory, which states that companies are responsible for fulfilling stakeholders’ information needs by providing transparent and accountable reporting. Using a comparative descriptive analysis, the findings indicate that higher biological asset intensity tends to increase the need for broader disclosure by companies. This condition arises because biological assets are inherently dynamic, undergo biological transformation, and involve a relatively high level of valuation uncertainty. The demand for more comprehensive disclosure has increased following the implementation of PSAK 69, which emphasizes fair value measurement for biological assets. This standard requires companies to present information that is more transparent, relevant, and reliable for stakeholders. Furthermore, firm size reflects the capacity and responsibility of a company in providing transparent reporting. Larger companies generally possess more developed reporting systems and are subject to greater accountability pressures compared to smaller firms.

 

Keywords: Biological asset disclosure, Biological asset intensity, Firm size, PSAK 69, Agricultural companies.  

Downloads

Published

2026-03-31