Rekayasa Konstitusional Desain Pemilu Serentak Pasca-Putusan Mahkamah Konstitusi: (Analisis Putusan MK Nomor 55/PUU-XVII/2019 dan Nomor 62/PUU-XXII/2024)

Authors

  • Isnu Harjo Prayitno Fakultas Hukum Universitas Pamulang
  • Syamsudin Noer Magister Hukum Universitas Pamulang

DOI:

https://doi.org/10.32493/SKD.v13i1.y2026.63114

Keywords:

rekayasa konstitusional, pemilu serentak, Mahkamah Konstitusi, tata kelola pemerintahan, desain kelembagaan pemilu

Abstract

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 55/PUU-XVII/2019 dan Nomor 62/PUU-XXII/2024 telah menetapkan mandat konstitusional yang mengikat bagi pembentuk undang-undang untuk merancang ulang sistem pemilu serentak Indonesia secara komprehensif. Penelitian ini mengkaji dua permasalahan utama: (1) implikasi konstitusional kedua putusan MK terhadap desain sistem pemilu serentak; (2) tantangan dan hambatan normatif dalam rekayasa legislasi pemilu serentak. Dengan menggunakan pendekatan yuridis-normatif yang dikombinasikan dengan analisis perbandingan hukum terhadap Brasil dan Amerika Serikat, penelitian menemukan bahwa: pertama, kedua putusan MK menciptakan constitutional framework yang mewajibkan keserentakan mutlak antara Presiden-DPR-DPD dan membatasi open legal policy pada empat model konstitusional (Model 1–4); kedua, rekayasa legislasi menghadapi tiga tantangan struktural yang saling berkaitan—penyesuaian masa jabatan kepala daerah, reformasi sistem kepesertaan pemilu, dan penguatan kelembagaan penyelenggara; serta ketiga, Model Ketiga (dua kluster serentak: Nasional diikuti Daerah dengan jeda 2–3 tahun) merupakan desain paling optimal dari dimensi normatif-konstitusional, kelembagaan-teknis, dan demokratis-substantif. Penelitian merekomendasikan pembentukan undang-undang pemilu yang holistik dan integratif sebagai kewajiban konstitusional yang tidak dapat ditunda lebih lanjut

References

A. Peraturan Perundang-undangan dan Putusan

Constituição da República Federativa do Brasil de 1988.

Constitution of the United States of America, 1787, beserta seluruh Amandemen.

Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 beserta Perubahan Pertama, Kedua, Ketiga, dan Keempat.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Lembaran Negara RI Tahun 2017 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Nomor 6109.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Menjadi Undang-Undang. Lembaran Negara Tahun 2016 Nomor 130.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan beserta perubahannya.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Putusan Nomor 14/PUU-XI/2013. Diucapkan 23 Januari 2014.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Putusan Nomor 55/PUU-XVII/2019. Diucapkan 26 Februari 2020.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Putusan Nomor 62/PUU-XXII/2024.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Putusan Nomor 92/PUU-X/2012. Diucapkan 27 Maret 2013.

B. Buku

Asshiddiqie, Jimly. Hukum Tata Negara dan Pilar-Pilar Demokrasi. Cetakan ke-2. Jakarta: Sinar Grafika, 2012.

Asshiddiqie, Jimly. Perihal Undang-Undang. Jakarta: Rajawali Pers, 2010.

Dahl, Robert A. On Democracy. New Haven: Yale University Press, 1998.

Fiorina, Morris P. Divided Government. Edisi ke-2. New York: Allyn and Bacon, 1996.

Franklin, Mark N. Voter Turnout and the Dynamics of Electoral Competition in Established Democracies since 1945. Cambridge: Cambridge University Press, 2004.

Fukuyama, Francis. Political Order and Political Decay: From the Industrial Revolution to the Globalization of Democracy. New York: Farrar, Straus and Giroux, 2014.

Gaffar, Janedjri M. Demokrasi dan Pemilu di Indonesia. Jakarta: Konstitusi Press, 2013.

Ginsburg, Tom, dan Aziz Z. Huq. How to Save a Constitutional Democracy. Chicago: University of Chicago Press, 2018.

Habermas, Jürgen. Between Facts and Norms: Contributions to a Discourse Theory of Law and Democracy. Diterjemahkan oleh William Rehg. Cambridge: MIT Press, 1996.

Harun, Refly. Konstitusi Penyelenggaraan Negara. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014.

Indrayana, Denny. Indonesian Constitutional Reform 1999–2002: An Evaluation of Constitution-Making in Transition. Jakarta: Kompas, 2008.

Indrati S., Maria Farida. Ilmu Perundang-undangan: Jenis, Fungsi, dan Materi Muatan. Yogyakarta: Kanisius, 2007.

Kelsen, Hans. Pure Theory of Law. Diterjemahkan oleh Max Knight. Berkeley: University of California Press, 1967.

Levitsky, Steven, dan Daniel Ziblatt. How Democracies Die. New York: Crown, 2018.

Lijphart, Arend. Patterns of Democracy: Government Forms and Performance in Thirty-Six Countries. Edisi ke-2. New Haven: Yale University Press, 2012.

Linz, Juan J., dan Alfred Stepan. Problems of Democratic Transition and Consolidation. Baltimore: Johns Hopkins University Press, 1996.

Mahfud MD, Moh. Politik Hukum di Indonesia. Edisi Revisi. Jakarta: Rajawali Pers, 2010.

Mainwaring, Scott, dan Matthew Soberg Shugart, eds. Presidentialism and Democracy in Latin America. Cambridge: Cambridge University Press, 1997.

Maruarar Siahaan. Hukum Acara Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Edisi ke-2. Jakarta: Sinar Grafika, 2011.

Norris, Pippa. Electoral Engineering: Voting Rules and Political Behavior. Cambridge: Cambridge University Press, 2004.

Putnam, Robert D. Making Democracy Work: Civic Traditions in Modern Italy. Princeton: Princeton University Press, 1993.

Sartori, Giovanni. Comparative Constitutional Engineering: An Inquiry into Structures, Incentives and Outcomes. Edisi ke-2. New York: New York University Press, 1997.

Shugart, Matthew Soberg, dan John M. Carey. Presidents and Assemblies: Constitutional Design and Electoral Dynamics. Cambridge: Cambridge University Press, 1992.

Soekanto, Soerjono, dan Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Rajawali Pers, 2009.

Turabian, Kate L. A Manual for Writers of Research Papers, Theses, and Dissertations. Edisi ke-9. Chicago: University of Chicago Press, 2018.

C. Artikel Jurnal Ilmiah

Butt, Simon. "The Constitutional Court's Authority and Indonesia's Electoral System." Constitutional Review 6, no. 2 (2020): 183–206. https://doi.org/10.31078/consrev622.

Elster, Jon. "Forces and Mechanisms in the Constitution-Making Process." Duke Law Journal 45, no. 2 (1995): 364–396. https://doi.org/10.2307/1372906.

Haris Syamsuddin. "Pemilu Serentak, Sistem Presidensial dan Koherensi Pemerintahan: Studi atas Pemilu 2019." Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM 29, no. 1 (2022): 1–28.

Limongi, Fernando, dan Argelina Cheibub Figueiredo. "Instituciones Políticas e Governança: O Presidencialismo de Coalizão no Brasil." Dados: Revista de Ciências Sociais 41, no. 3 (1998): 559–589.

Mahfud MD, Moh. "Perkembangan Politik Hukum: Studi tentang Pengaruh Konfigurasi Politik terhadap Produk Hukum di Indonesia." Jurnal Ius Quia Iustum 27, no. 3 (2020): 487–509.

Mietzner, Marcus. "Indonesia's 2019 Elections: Oligarchic Contestation, Polarisation and Democratic Regression." Bulletin of Indonesian Economic Studies 56, no. 2 (2020): 109–132. https://doi.org/10.1080/00074918.2020.1784844.

Power, Timothy J. "Optimism, Pessimism, and Coalitional Presidentialism: Debating the Institutional Design of Brazilian Democracy." Bulletin of Latin American Research 29, no. 1 (2010): 18–33. https://doi.org/10.1111/j.1470-9856.2009.00316.x.

Safa'at, Muchamad Ali. "Sistem Pemilu Pasca-Putusan Mahkamah Konstitusi: Urgensi Pembentukan Undang-Undang Pemilu yang Komprehensif." Jurnal Konstitusi 18, no. 4 (2021): 705–730.

Samuels, David. "Concurrent Elections, Discordant Results: Presidentialism, Federalism, and Governance in Brazil." Comparative Politics 33, no. 1 (2000): 1–20. https://doi.org/10.2307/422370.

Schedler, Andreas. "The Menu of Manipulation." Journal of Democracy 13, no. 2 (2002): 36–50. https://doi.org/10.1353/jod.2002.0031.

Susanti, Bivitri. "Presidential Coattails in Indonesia's 2019 Concurrent Elections." Asian Journal of Comparative Politics 7, no. 1 (2022): 44–61. https://doi.org/10.1177/20578911211010203.

Vermonte, Philips, dan Titi Anggraini. "Simultaneous Elections and Democratic Consolidation in Indonesia." Journal of Current Southeast Asian Affairs 40, no. 3 (2021): 372–394.

D. Dokumen Resmi Lembaga

Badan Legislasi DPR RI. Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang tentang Pemilihan Umum. Jakarta: DPR RI, 2023.

Bawaslu RI. Indeks Kerawanan Pemilu 2024. Jakarta: Bawaslu RI, 2023.

Kementerian Keuangan RI. Rincian Belanja Negara untuk Kegiatan Pemilihan Umum 2019. Jakarta: Kementerian Keuangan RI, 2019.

Komisi Pemilihan Umum RI. Laporan Evaluasi Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019. Jakarta: KPU RI, 2020.

Perludem. Menyederhanakan Pemilu Serentak: Kajian terhadap Model-Model Pemilu Serentak dalam Putusan MK No. 55/PUU-XVII/2019. Jakarta: Perludem, 2021.

United Nations Development Programme (UNDP). Reconsidering Government: Democratic Governance and Human Development. New York: UNDP, 2002.

World Bank. Governance and Development. Washington, D.C.: World Bank, 1992.

Downloads

Published

2026-07-27

How to Cite

Harjo Prayitno, I., & Noer, S. (2026). Rekayasa Konstitusional Desain Pemilu Serentak Pasca-Putusan Mahkamah Konstitusi: (Analisis Putusan MK Nomor 55/PUU-XVII/2019 dan Nomor 62/PUU-XXII/2024). Jurnal Surya Kencana Dua : Dinamika Masalah Hukum Dan Keadilan, 13(1), 130–142. https://doi.org/10.32493/SKD.v13i1.y2026.63114