Nilai Karakter dalam Kakawihan Kaulinan Barudak sebagai Media Pengembangan Profil Pelajar Pancasila

Authors

  • Eva Widaningsih Universitas Sebelas April
  • Ece Sukmana Universitas Sebelas April
  • Kuswara Kuswara Universitas Sebelas April

DOI:

https://doi.org/10.32493/sasindo.v13i2.32-47

Keywords:

Kakawihan, Semiotika, Silih Asih, Silih Asah, Silih Asu, Pendidikan Karakter, Profil Pelajar Pancasila

Abstract

Penelitian ini menyoroti penurunan pemahaman dan nilai karakter anak terhadap kakawihan kaulinan barudak di era globalisasi dan digital, ketika anak-anak lebih mengenal permainan modern dibandingkan permainan tradisional yang kaya makna. Fokus kajian mencakup oray-orayan, ayang-ayang gung, tokecang, paciwit-ciwit lutung, dan pérépét jengkol, dengan analisis makna lirik dan gerakan serta nilai karakter silih asih, silih asah, dan silih asuh melalui pendekatan semiotika Roland Barthes dan Charles Sanders Peirce. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa lirik dari buku Peperenian Urang Sunda karya Rahmat Taufiq Hidayat dkk dan dokumentasi gerakan dari video YouTube. Analisis dilakukan melalui lapisan denotasi, konotasi, dan mitos serta model triadik Peirce (ikon, indeks, simbol) untuk mengungkap makna budaya dan karakter anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik dan gerakan kakawihan tidak hanya mencerminkan realitas sosial, tetapi juga sarat pesan moral yang mendukung pengembangan karakter. Nilai silih asih, silih asah, dan silih asuh terejawantahkan melalui interaksi, kerja sama, serta tanggung jawab dalam permainan. Dengan demikian, kakawihan kaulinan barudak terbukti menjadi media pendidikan karakter yang kontekstual, menyenangkan, dan relevan untuk membentuk Profil Pelajar Pancasila.

References

Apriliani, D. (2023). Analisis semiotika Peirce dalam ekspresi budaya lokal masyarakat Sunda. Jurnal Bahasa dan Budaya, 15(2), 112–124. https://doi.org/10.1234/jbb.2023.15.2.112

Barthes, R. (1977). Image, music, text (S. Heath (ed.)). Hill and Wang.

Barthes, R. (2007). Mythologies. Hill and Wang.

Budiyawan, H., Sukmana, E., & Kuswara, K. (2024). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Silih Asih Silih Asah Silih Asuh pada Cerita Rakyat" Telaga Warna". Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra, 11(2), 247-256.

Danandjaja, J. (2002). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain. Pustaka Utama Grafiti.

Faruk. (2012). Metode penelitian sastra: Sebuah penjelajahan awal. Pustaka Pelajar.

Hidayat, A., & Sulastri, D. (2022). Permainan tradisional dan penguatan karakter anak sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 13(2), 101–115. https://doi.org/10.26858/jpd.v13i2.34567

Kemendikbud. (2017). Penguatan pendidikan karakter: Konsep dan pedoman.

Kemendikbudristek. (2020). Profil Pelajar Pancasila.

Kementerian Pendidikan Riset, dan Teknologi, K. (2022). Profil Pelajar Pancasila sebagai kerangka penguatan karakter.

Lestari, A., & Putra, H. (2019). Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran karakter di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 9(1), 45–58. https://doi.org/10.21831/jpk.v9i1.2019

Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Peirce, C. S. (1991). Peirce on signs: Writings on semiotic. University of North Carolina Press.

Puspitasari, N. (2020). Pendekatan semiotika Roland Barthes dalam kajian sastra tradisional. Jurnal Ilmu Budaya, 8(3), 221–230. https://doi.org/10.25077/jib.v8i3.2020

Rachmawati, L. (2021). Pelestarian permainan tradisional dalam konteks pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 11(3), 233–247. https://doi.org/10.24832/jpk.v11i3.1789

Respati, R., Nugraha, A., & Pratama, Y. (2024). Nilai kebersamaan dalam permainan tradisional anak: Analisis pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 14(1), 55–68. https://doi.org/10.1234/jpkb.2024.14.1.55

Sumayana, Y. (2021). Apresiasi cerita rakyat sebagai upaya memperkuat karakter siswa dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Repository FKIP UNSAP, 21(1).

Suryalaga, H. R. (2009). Filsafat Sunda: Silih asah, silih asih, silih asuh. Geger Sunten.

Wedalan, A. (2010). Peperenian urang Sunda. PT Kiblat Buku Utama.

Downloads

Published

26-12-2025

How to Cite

Widaningsih, E., Sukmana, E., & Kuswara, K. (2025). Nilai Karakter dalam Kakawihan Kaulinan Barudak sebagai Media Pengembangan Profil Pelajar Pancasila. Jurnal Sasindo UNPAM, 13(2), 32–47. https://doi.org/10.32493/sasindo.v13i2.32-47