Analisis Dampak Konten Media Sosial Pandawara Group dalam Membangun Kesadaran Lingkungan Masyarakat Pandeglang di Pantai Teluk Labuan

Authors

  • Naufal Fakhruddin Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Pamulang
  • Maura Indiana Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Pamulang
  • Nashifa Fauziah Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Pamulang
  • Agung Kurniawan Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Pamulang
  • Nadya Salsabilla Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Pamulang
  • Surti Wardani Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Pamulang

Keywords:

dampak, konten, media sosial, kesadaran lingkungan, Pandawara Group

Abstract

Isu pencemaran lingkungan di wilayah pesisir Indonesia menjadi perhatian serius karena meningkatnya volume sampah dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah. Salah satu kasus nyata terjadi di Pantai Teluk Labuan, Pandeglang, Banten, yang mengalami penumpukan sampah dalam jumlah besar. Di tengah keterbatasan penanganan dari pemerintah dan minimnya partisipasi warga, muncul inisiatif dari aktor non-negara seperti Pandawara Group yang memanfaatkan media sosial, khususnya TikTok, untuk menyebarkan kampanye kebersihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konten media sosial yang diunggah Pandawara Group dapat memengaruhi kesadaran dan perilaku lingkungan masyarakat lokal. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi konten TikTok, dokumentasi lapangan, dan studi pustaka, yang dikaji pada periode Februari–April 2025.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten video pendek Pandawara Group mampu meningkatkan visibilitas isu lingkungan di Teluk Labuan, menggerakkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan bersih-bersih pantai, dan memberikan tekanan moral serta politis kepada pemerintah daerah untuk bertindak. Ditemukan pula adanya efek agenda setting dan tekanan sosial yang mendorong keterlibatan publik lebih luas. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa konten media sosial berpotensi besar dalam membangun kesadaran lingkungan masyarakat. Namun, keberlanjutan dampaknya memerlukan dukungan struktural seperti penguatan komunitas lokal, regulasi pemerintah yang tegas, dan kolaborasi lintas sektor. Tanpa itu, gerakan semacam ini berisiko kehilangan dampaknya seiring berkurangnya eksposur media.

References

Bamberg, S., Rees, J. H., & Seebauer, S. (2015). Collective climate action: Determinants of participation intention in community-based pro-environmental initiatives. Journal of Environmental Psychology, 43, 155–165. https://doi.org/10.1016/j.jenvp.2015.06.006

Cialdini, R. B., Reno, R. R., & Kallgren, C. A. (1990). A focus theory of normative conduct: A theoretical refinement and reevaluation of the role of norms in human behavior. Advances in Experimental Social Psychology, 24, 201–234. https://doi.org/10.1016/S0065-2601(08)60330-5

Geels, F. W. (2011). The multi-level perspective on sustainability transitions: Responses to seven criticisms. Environmental Innovation and Societal Transitions, 1(1), 24–40. https://doi.org/10.1016/j.eist.2011.02.002

Gunawan, I. (2020). Metode penelitian kualitatif. Bumi Aksara.

Haryanti, D., & Febrianti, R. (2023). TikTok sebagai media edukasi dan kampanye kesadaran lingkungan pada Generasi Z. Jurnal Komunikasi dan Media, 11(1), 55–66.

Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of social media. Business Horizons, 53(1), 59–68. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2009.09.003

Kiousis, S., McDevitt, M., & Wu, X. (2007). The genesis of civic awareness: Agenda setting in political socialization. Journal of Communication, 55(4), 756–774. https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.2005.tb03018.x

Kompas.com. (2024). Pantai Teluk Labuan dipenuhi sampah, Pandawara Group turun tangan. Kompas.com. https://www.kompas.com

McCombs, M. E., & Shaw, D. L. (1972). The agenda-setting function of mass media. Public Opinion Quarterly, 36(2), 176–187. https://doi.org/10.1086/267990

McKenzie-Mohr, D. (2011). Fostering sustainable behavior: An introduction to community-based social marketing (3rd ed.). New Society Publishers.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. Sage.

Montag, C., Yang, H., & Elhai, J. D. (2021). On the psychology of TikTok use: A first glimpse from empirical findings. Frontiers in Public Health, 9, 641673. https://doi.org/10.3389/fpubh.2021.641673

Nasrullah, R. (2015). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.

Prawoto Jati, I. P., & Rahayu, D. B. S. (2020). Media agenda setting as strengthening environmental awareness and concern in youth. ICSTCSD Proceedings.

Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional. (2024). Capaian kinerja pengelolaan sampah nasional 2023. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. https://sipsn.menlhk.go.id/sipsn/

Tempo.co. (2024). Pandawara Group bersihkan pantai di Pandeglang, viral di media sosial. Tempo.co. https://www.tempo.co

Downloads

Published

2025-06-29

How to Cite

Naufal Fakhruddin, Maura Indiana, Nashifa Fauziah, Agung Kurniawan, Nadya Salsabilla, & Surti Wardani. (2025). Analisis Dampak Konten Media Sosial Pandawara Group dalam Membangun Kesadaran Lingkungan Masyarakat Pandeglang di Pantai Teluk Labuan. PROSIDING SENANTIAS: Seminar Nasional Hasil Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 539–550. Retrieved from https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/Senan/article/view/50975