Membangun Fondasi Literasi Media: Strategi Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia di Era Disinformasi Digital
Keywords:
Literasi Digital, Berpikir Kritis, Hoaks, Disinformasi, Sumber Daya ManusiaAbstract
Pada era digital sekarang, Indonesia sedang menghadapi tantangan dari derasnya arus informasi. Karena hal ini, masyarakat Indonesia mengalami krisis dalam kemampuan berpikir kritis dan literasi media padahal seharusnya kemudahan akses informasi dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan verifikasi informasi dengan cara yang mudah. Masyarakat cenderung menerima dan menyebarkan konten secara mentah tanpa proses penyaringan, verifikasi, atau analisis kritis. Masalah utamanya adalah dari minat masyarakat untuk melakukan literasi. Penelitian ini berupaya untuk secara mendalam menganalisis akar permasalahan di balik krisis literasi digital ini dan menemukan solusi untuk membangun fondasi literasi media yang kuat. Tujuan utamanya yaitu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia agar lebih bijak ditengah derasnya arus informasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini secara komprehensif mengkaji fenomena penyebaran hoaks dan dampaknya pada pola berpikir di masyarakat Indonesia. Temuan penelitian dengan tegas menunjukkan bahwa peningkatan literasi media tidak hanya sebatas tanggung jawab individual semata; namun, perlu melibatkan aspek pendidikan secara penuh. Oleh karena itu, diperlukan perumusan dan implementasi strategi komprehensif yang melibatkan kolaborasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan—termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat sipil, dan industri teknologi untuk membekali setiap individu dengan keterampilan esensial dalam menyaring, menganalisis secara kritis, dan mengevaluasi informasi secara mandiri dan bertanggung jawab. Hal ini bertujuan akhir untuk menciptakan masyarakat yang tidak hanya cerdas informasi tetapi juga bijak dalam menghadapi manipulasi di era disinformasi yang penuh tantangan.
References
Bashori, K. (2025, Januari 20). Krisis Literasi Digital. Media Indonesia. Retrieved from https://mediaindonesia.com/opini/735985/krisis-literasi-digital
Dewi, P. Y. A. (2019). Gerakan Membaca di Awal Pelajaran Guna Membangun Budaya Literasi di Sekolah Dasar. Jurnal Literasi, 3(2), 77–85.
Ginanjar, R. P. A., & Ranggasari, R. (2024, November 13). Berapa Rata-rata IQ Orang Indonesia? Ini Penjelasannya. Tempo.co. Retrieved from https://www.tempo.co/gaya-hidup/berapa-rata-rata-iq-orang-indonesia-ini-penjelasannya-1167683
Hidayatullah, Rahmat. Panduan Literasi Digital Bagi Guru Madrasah. Jakarta: Penerbit Erlangga, 2022.
Mansyur, U. (2020, Oktober). Minat Baca Mahasiswa: Potret Pengembangan Budaya Literasi Di Universitas Muslim Indonesia. Jurnal Literasi, 4(2).
Nariswari, N. R. (2024, Desember 6). Pengaruh Media Sosial Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis dan Daya Fokus Masyarakat Indonesia. Jurnal VICIDI.
Retrieved from https://journal.uc.ac.id/index.php/vicidi/article/view/5191
Nisa, K. (2024). Peran Literasi di Era Digital dalam Menghadapi Hoaks dan Disinformasi di Media Sosial. Impressive: Journal of Education, 2(1). https://doi.org/10.61502/ijoe.v2i1.75
Prayitno, S. (2021, September). Komunikasi Pemasaran Global Terpadu: Tantangan di Era Digital. Journal of Strategic Communication, 12(1), 27-39.
Sarjito, A. (2024, November). Hoaks, Disinformasi, dan Ketahanan Nasional: Ancaman Teknologi Informasi dalam Masyarakat Digital Indonesia. Journal of Governance and Local Politics (JGLP), 6(2), 175-186.
Shihab, Najelaa dan Komunitas Guru Belajar. Literasi Menggerakkan Negeri. Tangerang Selatan: Penerbit Literati, 2019.
Wahyudi, T. (2025, Maret 18). Rendahnya Literasi Komentar di Media Sosial: Cermin Kegagalan Berpikir Kritis. PanselaNews.com. Retrieved from https://panselanews.com/rendahnya-literasi-komentar-di-media-sosial-cermin-kegagalan-berpikir-kritis/
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



