Edukasi Pengaruh Digital Transformation terhadap Model Kolaborasi Manusia dalam Era Pendidikan 5.0
Keywords:
Pengabdian masyarakat, Kejahatan siber, Keamanan data pribadi, Era DigitalAbstract
Era digital yang pesat meningkatkan risiko keamanan data pribadi, terutama melalui penggunaan media sosial. Menyikapi hal tersebut, MTs Manbaul Falah Cireundeu mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat pada 12 April 2025 untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa dan pendidik tentang perlindungan data pribadi dan keamanan digital. Melalui sosialisasi interaktif, peserta diperkenalkan dengan risiko kejahatan dunia maya, manajemen kata sandi yang kuat, dan pengaturan privasi media sosial. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta dan menghasilkan rekomendasi strategis untuk menciptakan lingkungan digital sekolah yang lebih aman.
References
Anderson, T., & Dron, J. (2011). Tiga generasi pedagogi pendidikan jarak jauh. Tinjauan Internasional Penelitian dalam Pembelajaran Terbuka dan Jarak Jauh, 12(3). DOI:
https://doi.org/10.19173/irrodl.v12i3.890
Uskup, J. (2019). Menutup kesenjangan digital: Mempromosikan inklusi digital untuk semua.
Kebijakan, Regulasi, dan Tata Kelola Digital, 21(5). DOI: https://doi.org/10.1108/DPRG-08- 2019-0069
Li, Y. (2021). Pembelajaran Human-Centric di Era Pendidikan 5.0: Teori dan Praktek. Jurnal Internasional Pembelajaran, Pengajaran dan Penelitian Pendidikan, 20(8). DOI: https://doi.org/10.26803/ijlter.20.8.1.
Yamamoto, Y. (2020). Pendidikan 5.0: Menuju Paradigma yang Berpusat pada Manusia dalam Masyarakat Digital. Jurnal Teknologi Pendidikan, 19(2). DOI:
https://doi.org/10.26803/jet.19.2.3
Gonzalez, C. (2021). Transformasi digital dalam pendidikan: Peran teknologi pembelajaran kolaboratif. Pendidikan dan Teknologi Informasi, 26(5), 5495–5510. DOI: https://doi.org/10.1007/s10639-021-10531-7 .
Siemens, G. (2005). Konektivisme: Teori pembelajaran untuk era digital. Jurnal Internasional Teknologi Instruksional dan Pembelajaran Jarak Jauh, 2(1), 3–10.
Kim, HJ, Hong, AJ, & Lagu, H. D. (2019). Pengaruh literasi digital dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar. Keberlanjutan, 11(13), 3856. DOI:
https://doi.org/10.3390/su11133856
Redecker, C. (2017). Kerangka Kerja Eropa untuk Kompetensi Digital Pendidik:
DigCompEdu. Kantor Publikasi Uni Eropa. DOI: https://doi.org/10.2760/159770
Henderson, M., Selwyn, N., & Aston, R. (2017). Apa yang berhasil dan mengapa? Persepsi siswa tentang teknologi digital yang 'berguna' dalam pengajaran dan pembelajaran universitas. Studi dalam Pendidikan Tinggi, 42(8), 1567–1579. DOI: https://doi.org/10.1080/03075079.2015.1007946
Jisc. (2019). Survei Wawasan Pengalaman Digital 2019: Temuan dari Siswa di Pendidikan Lanjutan dan Tinggi Inggris. URL:
https://digitalinsights.jisc.ac.uk/reports- and-briefings/our-reports/insights-survey-2019uk-further-and-higher-education/
Ng, W. (2012). Bisakah kita mengajarkan literasi digital kepada penduduk asli digital?
Komputer & Pendidikan, 59(3), 1065–1078.DOI:
https://doi.org/10.1016/j.compedu.2012.04.016
Gleason, B. (2018). Berpikir dalam tagar: mengeksplorasi praktik literasi baru remaja di
Twitter. Pembelajaran, Media dan Teknologi, 43(2), 165–180. DOI:
https://doi.org/10.1080/17439884.2018.1462207
Komisi Eropa. (2022). DigComp 2.2: Kerangka Kompetensi Digital untuk Warga Negara. URL: https://publications.jrc.ec.europa.eu/repository/handle/JRC128415
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



