Pemanfaatan Media Sosial dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di Pondok Pesantren Sabilurrahman Kota Serang – Banten
Keywords:
Bahasa Inggris, Pembelajaran, Media SosialMedia SosialAbstract
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya media sosial, telah mengubah cara berinteraksi, mengakses informasi, dan belajar. Media sosial sepertiFacebook, Instagram, Twitter, YouTube, WhatsApp dan TikTok telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari dan telah menjadi platform yang banyak digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk siswa dan pendidik. Tak dipungkiri lagi, bahwa para siswa saat ini adalah siswa “Gen-Z”, dimana ia berada pada generasi 4.0 yang juga dikenal sebagai era Revolusi Industri 4.0, ditandai dengan integrasi teknologi digital yang semakin canggih ke dalam berbagai aspek kehidupan,termasuk pendidikan. Pada era ini, konsep "Internet of Things" (IoT), kecerdasan buatan (AI), komputasi awan (cloud computing), big data, serta teknologi lainnya mendorong terciptanya konektivitas global yang lebih cepat dan efisien. Salah satu elemen utama dari era ini adalah penggunaan media sosial secara masif oleh individu, institusi, dan bahkan dunia bisnis. Pemanfaatan media sosial dalam pembelajaran bahasa Inggris semakin berkembang seiring dengan pesatnya teknologi informasi dan komunikasi. Di era digital ini, media sosial tidak hanya menjadi sarana interaksi sosial, tetapi juga memiliki potensi besar untukdimanfaatkan dalam konteks pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penggunaan media sosial memungkinkan terjadinya komunikasi yang lebih interaktif dan dinamis antara guru dan siswa. Hal ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar bahasa Inggris secara lebih autentik, melalui konten-konten yang relevan dan kontekstual di media sosial. Selain itu, media sosial juga menyediakan akses yang lebih mudah terhadap sumber-sumber belajar, seperti video pembelajaran, podcast, artikel, dan berbagai materi latihan yang dapat mendukung penguasaan bahasa Inggris, baik dalam aspek keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca, maupun menulis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan para pendidik Bahasa Inggris dalam menggunakan media sosial untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris Siswa di Pondok Pesantren Sabilurrahman. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix method), yaitu kuantitatif dan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui survey dan wawancara. Adapun populasi dari penelitian ini adalah seluruh Pendidik Bahasa Inggris di lingkungan Pondok Pesantren Sabilurrahman Kota Serang –Banten. Hasil penelitiam mi menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial memberikan dampak positif dalam pembelajaran Bahasa Inggris di Pondok Pesantren Sabilurrahman. Media sosial tidak hanya membantu meningkatkan aksesibilitas dan fleksibilitas pembelajaran, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa.
References
Arfiandhani. 2019. Sikap Mahasiswa Bahasa Inggris Terhadap Penggunaan Media Sosial. Yogyakarta: UMY.
Baſöz, T. (2016). Pre-service EFL Teachers’ Attitudes towards Language Learning through Social Media. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 430-438.
Boyd, Danah. (2014). It's complicated: The social life of networked teenagers. Yale UniversityPress.
Creswell, J. W., & Creswell J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Fifth edition. Los Angeles: SAGE.
Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2011). Designing and Conducting Mixed Methods Research (2nd ed.). SAGE Publications.
Cohen, L., Manion, L., & Morrison, K. (2011). Research methods in education. 7th ed. London: Routledge.
Ellison, Nicole B., Charles Steinfield, and Cliff Lampe. (2007). The benefits of Facebook “friends”: Social capital and college students' use of online social network sites. Journal of computer-mediated communication, 12(4), 1143-1168.
Junco, R., Heiberger, G., & Loken, E. (2011). The effect of Twitter on college student engagement and grades. Journal of Computer Assisted Learning, 27(2), 119-132. https://doi.org/10.1111/j.1365-2729.2010.00387.x
Kim, J. (2010). The role of online forums in social interactions: A study of community interactions. Proceedings of the 2010 International Conference on Social Computing, 214-223.
Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of social media. Business Horizons, 53(1), 59-68.
Lambert, V. A., & Lambert, C. E. (2012). Qualitative descriptive research: An acceptable design. Pacific Rim International Journal of Nursing Research, 16(4), 255-256.
Manca, S., & Ranieri, M. (2016). Facebook and the others. Potentials and obstacles of social media for teaching in higher education. Computers & Education, 95, 216-230. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2016.01.012
Nasrullah, Rulli. (2016). Media Sosial.
Obar, J. A., & Wildman, S. S. (2015). Social media definition and the governance challenge: An introduction to the special issue on social media and governance. Telecommunications Policy, 39(9), 745-750.
Tess, P. A. (2013). The role of social media in higher education classes (real and virtual)—A literature review. Computers in Human Behavior, 29(5), A60-A68. https://doi.org/10.1016/j.chb.2012.12.032
Tubagus Zam Zam Al Arif, T. Z. A. (2019). Tinjauan penerapan sosial media dalam pembelajaran bahasa asing di Asia. Jurnal Elektronik Universitas Muhammadiyah Metro, 7(2), 1-10.
Yaqin, A. (2020). Penggunaan media sosial dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa asing. Jurnal Elektronik Universitas Muhammadiyah Metro, 9(1), 1-10.
Zhao, D., & Rosson, M. B. (2009). How and why people Twitter: The role that microblogging plays in informal communication at work. Proceedings of the ACM 2009 International Conference on Supporting Group Work, 243-252.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



