PENGEMBANGAN PAKAN IKAN BERBASIS LIMBAH ORGANIK MELALUI FERMENTASI AMPAS TAHU DAN MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (BSF)

Authors

  • Agus Salim Afrozi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pamulang
  • Suwoto Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pamulang
  • Dicky Tri Jatmiko Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pamulang
  • Ahmad Nur Shobi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pamulang
  • Mia Julia Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pamulang

Keywords:

limbah tahu, maggot BSF, pakan lele, protein, limbah organik

Abstract

Peningkatan jumlah limbah organik di Indonesia menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang memerlukan penanganan yang tepat. Limbah tahu dan limbah organik rumah tangga merupakan limbah yang masih memiliki kandungan nutrisi cukup tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku pakan ternak maupun ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan limbah tahu dan maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai pakan lele serta mengetahui karakteristik pakan yang dihasilkan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) pakan ikan lele. Penelitian dilakukan dengan membuat tiga variasi komposisi pakan menggunakan tepung maggot BSF sebesar 25 gram, 50 gram, dan 75 gram dengan komposisi ampas tahu fermentasi tetap sebesar 100 gram. Pengujian karakteristik pakan meliputi kadar protein menggunakan metode Kjeldahl, kadar air menggunakan metode AOAC, kadar abu menggunakan metode AOAC, kadar lemak menggunakan metode Soxhlet, dan kadar serat kasar menggunakan metode AOAC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein pada sampel berturut-turut sebesar 33,76%; 34,26%; dan 35,69%, sehingga seluruh sampel memenuhi standar SNI minimal protein pakan lele sebesar 30%. Kadar abu yang diperoleh yaitu 10,66%; 10,94%; dan 9,9%, sehingga masih memenuhi standar maksimal 13%. Kandungan lemak pada seluruh sampel juga memenuhi standar SNI dengan nilai masing-masing sebesar 24,85%; 24,44%; dan 24,01%. Namun demikian, kadar air dan serat kasar pada seluruh sampel belum memenuhi standar SNI. Kadar air tertinggi diperoleh pada sampel 1 sebesar 36,58%, sedangkan kadar serat kasar tertinggi diperoleh pada sampel 1 sebesar 14,16%. Berdasarkan hasil penelitian, penambahan tepung maggot BSF mampu meningkatkan kandungan protein pakan lele, sedangkan proses pengeringan dan pengolahan bahan masih perlu dioptimalkan untuk menurunkan kadar air dan serat kasar agar memenuhi standar mutu pakan lele.

References

Afrianto, E., dan Liviawaty, E. 2005. Pakan Ikan dan Pengembangannya. Yogyakarta: Kanisius.

Arango Gutiérrez, G.P., et al. 2004. Bioconversion of Coffee Pulp by Black Soldier Fly Larvae. Journal of Waste Management.

Barragan-Fonseca, K.B., Dicke, M., dan van Loon, J.J.A. 2017. Nutritional Value of the Black Soldier Fly (Hermetia illucens L.) and Its Suitability as Animal Feed. Journal of Insects as Food and Feed.

Bosch, G., et al. 2014. Protein Quality of Insects as Potential Ingredients for Dog and Cat Foods. Journal of Nutritional Science.

Diener, S., et al. 2009. Conversion of Organic Material by Black Soldier Fly Larvae. Waste Management and Research.

Fahmi, M.R. 2015. Optimalisasi Proses Biokonversi dengan Menggunakan Mini-Larva Hermetia illucens untuk Memenuhi Kebutuhan Pakan Ikan. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia.

Hale, O.M. 1973. Dried Hermetia illucens Larvae as Feed Additive for Poultry. Journal of Georgia Entomological Society.

Handajani, H., dan Widodo, W. 2010. Nutrisi Ikan. Malang: UMM Press.

Makkar, H.P.S., Tran, G., Heuzé, V., dan Ankers, P. 2014. State-of-the-Art on Use of Insects as Animal Feed. Animal Feed Science and Technology.

Mudjiman, A. 2008. Makanan Ikan. Jakarta: Penebar Swadaya.

Retnani, Y., et al. 2014. Pemanfaatan Limbah Agroindustri Sebagai Bahan Pakan Alternatif. Jurnal Ilmu Ternak.

Suprapti, M.L. 2005. Teknologi Pengolahan Pangan. Yogyakarta: Kanisius.

Surendra, K.C., et al. 2016. Bioconversion of Organic Wastes into Biodiesel and Animal Feed via Insect Farming. Renewable Energy.

Van Huis, A. 2013. Potential of Insects as Food and Feed in Assuring Food Security. Annual Review of Entomology.

Wardhana, A.H. 2016. Black Soldier Fly (Hermetia illucens) Sebagai Sumber Protein Alternatif untuk Pakan Ternak. Wartazoa.

Winarno, F.G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Yuwono, T. 2009. Bioteknologi Pertanian. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Buckle, K.A. 2007. Ilmu Pangan. Jakarta: UI Press.

Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. 2011. Pemanfaatan Ampas Tahu Sebagai Pakan Ternak.

Fahmi, M.R., Hem, S., dan Subamia, I.W. 2007. Potensi Maggot untuk Peningkatan Pertumbuhan dan Status Kesehatan Ikan.

Leclercq, M. 1997. Aplikasi Black Soldier Fly pada Pengolahan Limbah Organik.

Mahfudz, L.D., et al. 2000. Kandungan Nutrisi Ampas Tahu untuk Pakan Ternak.

Masturi, S., et al. 1992. Pemanfaatan Ampas Tahu Sebagai Sumber Protein.

Prabowo, R., et al. 1983. Nilai Biologis Protein Ampas Tahu. Bandung: Penerbit Pangan dan Nutrisi.

SNI 01-4087-2006. Pakan Ikan Lele.

Tomberlin, J.K. dan Sheppard, D.C. 2009. Factors Influencing Mating and Oviposition of Black Soldier Fly.

Widjatmoko. 1996. Karakteristik Ampas Tahu Sebagai Bahan Pakan

Downloads

Published

2026-07-10

How to Cite

Agus Salim Afrozi, Suwoto, Dicky Tri Jatmiko, Ahmad Nur Shobi, & Mia Julia. (2026). PENGEMBANGAN PAKAN IKAN BERBASIS LIMBAH ORGANIK MELALUI FERMENTASI AMPAS TAHU DAN MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (BSF). PROSIDING SENANTIAS: Seminar Nasional Hasil Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(2), 90–97. Retrieved from https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/Senan/article/view/61581