ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PENGELASAN BODY FRAME KENDARAAN TAKTIS DENGAN METODE SEVEN TOOLS DAN FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (FMEA) UNTUK MENURUNKAN CACAT PRODUKSI DI PT. SENTRA SURYA EKAJAYA

Authors

  • Sigit Bagus Purnomo
  • Rizki Aina As Syahadat
  • Agus Nurrokhman

Abstract

Pada era sekarang ini, perkembangan industri membuat persaingan meningkat. Beberapa perusahaan banyak berkompetisi dalam mendapatkan Customer, PT. Sentra Surya Ekajaya, terdapat proses perakitan menggunakan proses las (Welding) Body frame. Setiap proses Welding yang dijalankan, masih ada hasil Welding yang cacat melebihi standar yang ditentukan Perusahaan sebesar 5%. Maka dari itu penulis menggunakan metode Seven tools dan FMEA untuk menganalisis proses penyebab terjadinya cacat pada proses pengelasan Body frame serta menurunkan tingkat kegagalan hasil proses pengelasan yang berimbas pada efektifitas dari produksi. Pada proses pengelasan Body frame terdapat 6 jenis cacat pengelasan, Spatter, Crack, Incomplete welding, Porosity, Excess dan Undercut. Dengan menggunakan Seven tools diketahui Spatter cacat terbesar dengan 47,82 % yang disebabkan karena beberapa faktor yaitu Man power yang belum berpengalaman, Contact tip aus, 5 R tidak berjalan baik, jadwal pembersihan belum dibuat dan belum ada SOP pengelasan. Analisis menggunakan FMEA didapatkan Potential failure tertinggi Contact tip aus dengan RPN 392 harus diprioritaskan pada tindakan perbaikan. Setelah menerapkan perbaikan, didapat presentase cacat Spatter yang awalnya 47,82 % setelah perbaikan menjadi 20,58 % dengan presentase penurunan 27,24 %

Kata kunci : Pengendalian Kualitas, Seven Tools, FMEA, Body frame

Author Biography

Sigit Bagus Purnomo

Pada era sekarang ini, perkembangan industri membuat persaingan meningkat. Beberapa perusahaan banyak berkompetisi dalam mendapatkan Customer, PT. Sentra Surya Ekajaya, terdapat proses perakitan menggunakan proses las (Welding) Body frame. Setiap proses Welding yang dijalankan, masih ada hasil Welding yang cacat melebihi standar yang ditentukan Perusahaan sebesar 5%. Maka dari itu penulis menggunakan metode Seven tools dan FMEA untuk menganalisis proses penyebab terjadinya cacat pada proses pengelasan Body frame serta menurunkan tingkat kegagalan hasil proses pengelasan yang berimbas pada efektifitas dari produksi. Pada proses pengelasan Body frame terdapat 6 jenis cacat pengelasan, Spatter, Crack, Incomplete welding, Porosity, Excess dan Undercut. Dengan menggunakan Seven tools diketahui Spatter cacat terbesar dengan 47,82 % yang disebabkan karena beberapa faktor yaitu Man power yang belum berpengalaman, Contact tip aus, 5 R tidak berjalan baik, jadwal pembersihan belum dibuat dan belum ada SOP pengelasan. Analisis menggunakan FMEA didapatkan Potential failure tertinggi Contact tip aus dengan RPN 392 harus diprioritaskan pada tindakan perbaikan. Setelah menerapkan perbaikan, didapat presentase cacat Spatter yang awalnya 47,82 % setelah perbaikan menjadi 20,58 % dengan presentase penurunan 27,24 %

Kata kunci : Pengendalian Kualitas, Seven Tools, FMEA, Body frame

Downloads

Published

2024-03-20