PERAN DAN KINERJA KETUA RUKUN TETANGGA (RT) DALAM PROSES ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI LINGKUNGAN CILOANG RT 05 RW 09 KELURAHAN SUMUR PECUNG KECAMATAN SERANG KOTA SERANG
DOI:
https://doi.org/10.32493/tensile.v3i1.43150Keywords:
administrasi kependudukan, Ketua RT, partisipasi warga, teknologi informasi, pelatihanAbstract
Penelitian ini menganalisis pelaksanaan tugas administrasi kependudukan oleh Ketua Rukun Tetangga (RT) di Lingkungan Ciloang RT 05 RW 09, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi. Pendekatan kualitatif digunakan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak Ketua RT mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkan prosedur administrasi secara efektif, yang disebabkan oleh kurangnya pelatihan dan dukungan teknologi dari pemerintah daerah. Partisipasi warga dalam memperbarui data kependudukan juga ditemukan rendah, yang berdampak negatif pada akurasi data dan kualitas pelayanan publik. Hubungan interpersonal antara Ketua RT dan warga berperan penting dalam keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas administratif. Untuk meningkatkan kinerja Ketua RT, disarankan agar pemerintah daerah menyediakan pelatihan berkala dan teknologi informasi yang memadai, serta program sosialisasi yang lebih intensif untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga. Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas administrasi kependudukan di tingkat RT, yang pada akhirnya akan mendukung pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien.
Kata Kunci : administrasi kependudukan, Ketua RT, partisipasi warga, teknologi informasi, pelatihan.
References
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27-40.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77-101.
Creswell, J. W. (2013). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (3rd ed.). SAGE Publications.
Denzin, N. K. (2017). The research act: A theoretical introduction to sociological methods. Routledge.
Fauzi, F. (2020). Implementasi administrasi kependudukan di tingkat RT: Studi kasus di Kecamatan Serang. Jurnal Administrasi Publik, 12(1), 45-60.
Kusuma, D. (2022). Teknologi informasi dan pengelolaan data kependudukan di lingkungan RT: Tantangan dan peluang. Jurnal Teknologi Informasi, 14(2), 112- 130.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Revisi ed.). PT Remaja Rosdakarya.
Permendagri No. 18 Tahun 2018 Tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa. Jakarta: Kementerian Dalam Negeri.
Prasetyo, H. (2023). Peningkatan kapasitas RT melalui pelatihan dan teknologi informasi.
Jurnal Manajemen Publik, 15(1), 77-92.
Putri, S. (2022). Pentingnya dukungan pemerintah dalam pelaksanaan administrasi kependudukan di tingkat lokal. Jurnal Pemerintahan Daerah, 8(4), 200-215.
Rahmawati, I. (2022). Keterlibatan warga dalam administrasi kependudukan: Studi kasus di Kota Serang. Jurnal Ilmu Sosial, 10(3), 145-158.
Sari, M. (2021). Partisipasi masyarakat dalam pembaruan data kependudukan. Jurnal Sosiologi, 18(2), 95-110.
Silverman, D. (2015). Doing qualitative research (4th ed.). SAGE Publications. Sutrisno, T. (2017). Administrasi kependudukan di Indonesia: Tantangan dan prospek.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Wulandari, E. (2021). Hubungan interpersonal antara ketua RT dan warga dalam pengelolaan administrasi kependudukan. Jurnal Komunikasi, 19(3), 134-149.
Yin, R. K. (2014). Case study research: Design and methods (5th ed.). SAGE Publications.
Yulianto, B. (2020). Pengelolaan administrasi kependudukan yang efektif: Studi di tingkat RT dan RW. Jurnal Administrasi Publik, 14(1), 33-50.