MEMBANGUN BUDAYA TERTIB ADMINISTRASI DAN ETIKA PELAYANAN DI KALANGAN SISWA SMK: BEKAL MENUJU DUNIA KERJA DAN PEMERINTAHAN
DOI:
https://doi.org/10.32493/tensile.v3i3.52324Keywords:
administrasi publik, etika pelayanan, siswa SMK, pengabdianAbstract
Kemampuan administrasi dan etika pelayanan merupakan kompetensi penting yang perlu dimiliki siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai bekal memasuki dunia kerja, khususnya di sektor pemerintahan dan pelayanan publik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun budaya tertib administrasi dan menanamkan nilai-nilai etika pelayanan kepada siswa SMKN 7 Kota Serang. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan experiential learning selama tiga hari, yang terdiri dari penyuluhan, pelatihan praktik dokumen resmi dan administrasi digital, simulasi pelayanan publik, serta refleksi nilai ASN BerAKHLAK. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan dan keterampilan siswa, seperti kemampuan menyusun surat dinas sesuai tata naskah, menggunakan Google Forms dan Google Drive untuk keperluan administrasi, serta peningkatan sikap profesional dalam pelayanan berbasis simulasi. Forum refleksi juga menghasilkan dokumen komitmen budaya administrasi sekolah yang disusun partisipatif oleh siswa. Luaran kegiatan berupa modul pelatihan, video edukasi, dan template dokumen digital diserahkan kepada pihak sekolah untuk keberlanjutan program. Secara keseluruhan, kegiatan ini mampu membentuk karakter siswa sebagai calon pelayan publik yang tertib, beretika, dan siap menghadapi tantangan birokrasi modern.
References
Abshor, M. U. (2022). Implementasi Kurikulum Vokasi Berbasis Industri Pada Pendidikan Agama Islam di SMK Kabupaten Kudus (Studi Kasus SMK Raden Umar Said Kudus) [Disertasi]. IAIN Kudus.
Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi. (2021). Peta Jalan Pendidikan Vokasi 2020–2024. Jakarta: Kemdikbud RI. Retrieved from https://vokasi.kemdikbud.go.id
Kolb, D. A. (2014). Experiential learning: Experience as the source of learning and development (2nd ed.). Pearson Education.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. (2021). Nilai-Nilai Dasar ASN BerAKHLAK dan Employer Branding ASN Bangga Melayani Bangsa. Jakarta: Kementerian PANRB.
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Mulyasa, E. (2019). Pengembangan dan implementasi kurikulum 2013. Remaja Rosdakarya.
Peraturan Menteri PANRB No. 38 Tahun 2017 tentang Standar Kompetensi Jabatan Aparatur Sipil Negara.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Utomo, H., Prabowo, T. J., & Arifin, M. A. (2022). Implementasi nilai BerAKHLAK dalam pendidikan vokasional: Studi kasus di SMK berbasis kejuruan administrasi. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 45–59.